Laman ini dipersembahkan bagi Anda

Halaman ini dipersembahkan bagi Anda. Sebelum Anda dilahirkan, Allah merencanakan saat ini dalam kehidupan Anda. Bukan kebetulan kalau Anda sedang berada pada halaman ini.

Tahukah Anda, Tuhan sangat senang berada di dekat Anda. Dia sangat mengasihi Anda, dan ingin bersama Anda. Karena kasihNya yang begitu besar, Ia rela melakukan perjalanan paling jauh yang pernah ada. Ia meninggalkan sorga, untuk bisa bersama-sama dengan Anda di bumi ini.

"Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal." (Yohanes 3:16)

Dia mengasihi Anda pada hari-hari baik Anda.
Dia mengasihi Anda pada hari-hari buruk Anda.
Kasih-Nya tidak terpengaruh oleh tanggapan Anda.
Allah adalah kasih, dan kasih-Nya diberikan tak terbatas.

Yesus datang kepada orang-orang berdosa agar mereka bertobat dan memperoleh pengampunan. Yesus sangat mengasihi Anda karena Anda adalah buatan tanganNya. Yesus ingin berada di hati Anda.

Bila Anda mengatakan 'YA Tuhan, aku ingin mendapatkan keselamatan kekal itu', caranya hanya satu yaitu dengan percaya kepada Yesus dan mengikuti firman-Nya. Berikan hati Anda dan ucapkan doa singkat berikut :

Yesus, aku datang kepadaMu dalam namaMu. Aku adalah orang berdosa dan aku percaya bahwa Engkau telah mati untuk menebus dosaku. Dan Engkau telah bangkit untuk membawa aku kepada hidup yang kekal.
Terima kasih, Yesus. Sucikan dosaku dengan darahMu yang kudus. Jadilah Juruselamat pribadiku saat ini. Itulah keinginanku.

Dengan ini aku mengundang Engkau masuk ke dalam hatiku dan mengubah hidupku. Pintu hatiku terbuka untuk-Mu sehingga dalam hatiku Engkau berada. Aku ingin mengenalMu lebih jauh dan menjadi murid-Mu. Ya Tuhan, bimbinglah aku ke dalam kebenaranMu. Amin.

YA, Apa yang harus saya lakukan selanjutnya? >>

YA, Saya ingin tahu mengenai keselamatan kekal >>

Tidak, Saya ingin tahu terlebih dahulu mengenai dasar Kekristenan >>

Tidak, Saya ingin tahu terlebih dahulu siapakah Yesus itu? >>
Tampilkan postingan dengan label Tritunggal. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tritunggal. Tampilkan semua postingan

Minggu, 09 Agustus 2015

Tri Tunggal - Apakah Tuhan Kristen Tiga?

Ketika seorang Sarjana Yahudi dalam (Markus 12 : 29) datang untuk mencobai Yesus, dia berkata "Guru, apakah Hukum yang Terutama ?", dan Yesuspun menjawab dari kitab ulangan..

"Shema Yisrael Adonai Eloihenu Adonai Ehad"

Itu adalah kalimat sakral Yahudi, yang jika dalam Syahadat Islam disebut "La ila ha ilalah", artinya Tuhan itu Esa. Persoalan inilah yang membuat Islam menyebut-nyebut Kristen Kafir, karna Tuhannya tiga.

Yang sebenar-benarnya adalah Tuhan Kristen juga adalah Esa, bukan tiga. Jadi ketika Islam berkata "La ila ha ilalah", artinya Tiada ilah selain Allah, orang Kristen juga mengaminkan hal itu. Apa yang dimaksud dengan Tritunggal, Bapa, Anak, Roh kudus, bukan berarti mereka ada tiga.  Pengertiannya tidaklah sesimpel yang Anda kira.

Jadi jika Anda bertanya "Disebutkan Pribadi, Pribadi, Pribadi...!!  3 kali disebut Pribadi, tapi kok cuma 1 Pribadi ?. Bahasa indonesia apa yang sedang kita pakai ini sekarang?"

Well, bukan jawabannya yang ngawur, tapi pertanyaannya yang kurang tepat.
Harusnya Anda bukan bertanya "Berapa Jumlahnya", tapi "Apa Fungsinya".

Sebab ketika Yesus menceritakan itu, bukan berarti Dia menyebut Allah itu tiga. Tapi Dia sedang menceritakan Posisi & Fungsinya".

Dan jika Anda ingin melanjutkan, lantas apa Fungsi Bapa, Fungsi Anak, Fungsi Roh Kudus ?

Tentu kita tidak punya kapasitas untuk mengukur Allah.  Sebab kita semua juga tau ke Maha Kompleks an Tuhan dan mistery - misterynya.  Tidak ada satupun yang benar-benar sanggup menjengkalnya.

Tapi walaupun Allah itu Maha Komplex, dan tidak bisa kita ukur dengan pikiran kita, ijinkan saya untuk memuaskan otak logika kita yang kecil dan sempit ini, dengan  Analogi sederhana, yang tentunya masih bisa terjangkau sesama manusia.  Meskipun Analogi kita tidak akan ada yang benar-benar sempurna.

* Dirumah sebagai kepala keluarga, saya disebut Ayah.  Ketika di gereja, saya disebut Pendeta.  Ketika mengajar disekolah, saya disebut Guru.
Jadi jika disebut Ayah, Pendeta, Guru..  pertanyaannya, Berapakah Saya ?

Tentu pertanyaannya kurang tepat bukan..?  

Yang tepat adalah apakah Fungsi SAYA pada KETIGA nya (3 in 1).

Mungkin pertanyaan Anda selanjutnya, "tapi disini Yesus benar-benar terpisah dari Bapa, tidak seperti analogi diatas".

Kan sudah saya katakan, tidak akan ada Analogi yang benar-benar sempurna, ketika kita mencoba mengukur Tuhan, dengan perspektif kita yang terbatas ini.  Apalagi Perspektif kita terbentuk dari Eksistensi kita yang terbatas Ruang & Waktu.

Misalnya kalimat yang berkata "Allah bersama orang-orang yang Sabar".
Pertanyaannya, jika di Indonesia ini ada 50 juta orang yang bersabar, apakah Allah menjadi 50 juta ?

Anda pasti tidak mampu Mencernanya bukan?  Sebab Tuhan itu memang Maha Kompleks, Maha Mistery, Maha Mampu, Maha Kuasa.  Jadi jangan batasi Dia dengan otak Anda yang kecil.

Jika Anda selalu berkata, Agama atau Kepercayaan itu harus masuk akal, jika tidak itu bohong,  gunakan Logika..Logika..Logika... Walaupun sebenarnya Anda sendiri tidak pernah menggunakan Logika untuk melihat fakta-fakta yang salah atau palsu dalam Alquran, misalnya siapakah yang disembelih Ishak atau Ismael, Musa berbahasa Arab atau Ibrani, dll.  Tidak.. Anda tidak menggunakan Logika sama sekali untuk meneliti semua Kecacatan itu.

Bisakah anda pecahkan bagaimana Tuhan mengatur bintang-bintang yang begitu banyak bertaburan, tidak bertabrakan satu-sama lain, padahal mereka setiap saat bergerak ?

Dari sekian Trilyun Bintang, dan sekian Milyar Galaxy, bisakah Anda pecahkan mengapa semua galaxy tidak asal bertaburan, tapi membentuk sebuah Pola yang teratur..?  

Jika Anda mengejek Alkitab dan berkata 'Tuhan Kristen cuma kerja 6 hari, berarti Tuhannya bisa capek, berarti itu adalah Tuhan abal-abal, dan tidak benar Tuhan', tidakkah Anda lihat Tuhan Allah melekatkan tanda 6 pada Pekerjaannya ini ?

Jika Anda mengira tau semuanya, dan bisa menampung semuanya dalam logika Anda, coba Anda berkaca dan renungkan ini "Siapakah Allah swt itu? Ketika Dia berbicara, apakah Dia punya mulut atau tidak?  Kalau Dia bersuara, apakah suaranya berjenis kelamin laki-laki atau perempuan?  Jikalau Dia adalah Zat, zat seperti apakah Dia itu?  apakah zat padat, zat cair, atau zat gas ?  Dimanakah Dia tinggal ?  Apakah Dia di Surga atau di Langit, atau dimana? Dimanakah Quran asli itu sekarang berada ?  dll..

Tentu Anda akan pusing dan malu sendiri bukan, sebab Anda sendiri tidak mengenal Allah yang Anda sembah, tidak ada clue, tidak ada perkenalan, tidak ada jejak atau petunjuk. Jangan-jangan Dia hanya khayalan, sebab tidak ada gambaran yang bisa anda ceritakan sama sekali.

Karena itulah Alquran memberikan petunjuk, agar Islam bertanya pada Alkitab.  Sebab Alkitablah yang lebih tau, siapa Allah itu.
Mungkin Anda butuh pengklasifikasian yang lebih kongkrit, sebab semua ini terlalu membingungkan.
Lah, gimana tidak bingung..?  Anda mencoba mengukur Tuhan Allah dengan kefanaanmu.  Sementara menggambarkan Allah sembahan Anda sendiri, Anda sudah bingung luar biasa.

Tapi okelah jika ingin mengklasifikasikan secara apa yang mampu kita dapatkan, mungkin dibawah ini yang bisa saya katakan, walaupun tentu jauh lebih komplex dari itu..

Bapa, adalah posisi Dia sebagai Pencipta.
Anak, adalah posisi Dia sebagai Penebus
Roh Kudus, adalah posisi Dia sebagai Penolong.

Tapi ingat, walaupun Dia-Nya Tiga, Dia tetap adalah Satu

Jadi dengarlah wahai Yahudi, wahai Islam... Allah yang disembah Kristen, adalah Esa...!!
Oke, sekarang kita maju lagi. Jika tadi kita telah mengetahui ternyata Dia adalah Satu. Sekarang kita masuk pada yang lebih jauh.."Siapakah Dia sang Tuhan Allah itu?",  atau "Siapakah namaNya?".

Jawabannya adalah YESUS....!!


Saya tau Islam, Yahudi, Penganut Yudaisme (belum tentu Yahudi), Penganut Yahweisme (belum tentu Yahudi & Yudaisme).. akan sama - sama terkejut...!!

Bagaimana bisa Anda katakan Yesus adalah Tuhan Allah sang Maha Pencipta itu ?  Padahal murid-murid Yesus sekalipun hanya menyebut Dia Guru, Nabi, atau Mesias Anak Allah.

Jawabannya, dengan mereka mengakui Yesus sebagai Nabipun, itu sudah sangat bagus.  Sebab itu adalah posisi tertinggi yang bisa mereka berikan, sesuai konsep mereka saat itu, yang tidak pernah mengira bahwa Tuhan bisa menjadi Manusia.

Kemudian posisi itu pun makin tinggi lagi, mereka menyebutnya Mesias atau Kristus, yaitu Juruselamat yang telah dijanjikan Allah sejak zaman adam, dan yang telah lama dinanti-nantikan para nabi.  Tentu saja ini adalah hal yang sangat luar biasa.  Benar-benar sangat luar biasa...!!

Lihat saja bagaimana Filipus dengan semangatnya berlari-lari menjumpai Natanael, untuk memberitahukan kabar luar biasa itu, silahkan simak kisahnya di Yohanes 1 : 45 - 50, Anda pasti akan bergemuruh dengan sukacita, melihat Agung dan manisnya senyuman Yesus.

Islam mungkin menganggapnya hanya biasa-biasa saja, sebab Islam percaya bahwa Isa atau Yesus adalah Juruselamat, meskipun hanya dalam verbal saja. Islam hanya tidak terima ketika Yesus disebut Tuhan.

Tapi tahukah Anda, bahwa permasalahan yang tidak diterima Yahudi adalah, karena Yesus disebut sebagai Mesias. Itu adalah hal yang sangat luar biasa bagi Yahudi. Karena mereka telah sekian lama menunggu itu, dan tidak mungkin itu adalah Dia. 

Karena itu sampai saat ini Yahudi masih menunggu sang Juruselamat yang dinanti-nantikan itu.
Dan Islam juga masih menunggu jalan Lurus keselamatan itu, karna itu mereka terus berkata 'ihdinas siratal mustaqim'.

Dan ternyata Yesus sudah menyatakan dirinya pada Yahudi & Dunia. Yohanes 14 :6
"Aku adalah Jalan Kebenaran & Hidup, tidak ada satupun yang sampai kepada Bapa (Sorga), kalau tidak melalui Aku"

Dan juga pada telah dinyatakan pada Alquran:
* QS 43 : 61   "Wa innahu  la'ilmul lis-sa-ati fala tamtarunna biha wattabi'un ( i ) haza siratum mustaqim (un)

Artinya:
"Dan sesungguhnya Isa itu benar-benar memberikan pengetahuan tentang hari kiamat. Karena itu janganlah kamu ragu-ragu tentang kiamat itu dan ikutilah Aku. Inilah jalan yang lurus."


* QS 46 : 30.  "Mereka berkata: "Hai kaum kami, sesungguhnya kami telah mendengarkan kitab (Injil) yang telah diturunkan sesudah Musa yang membenarkan kitab-kitab yang sebelumnya lagi memimpin kepada kebenaran dan kepada jalan yang lurus. 

Jika pada Quran Anda, tafsiran 'kitab' merujuk pada Alquran, jelas penerjemahnya ngawur, dan tidak cocok dengan ayat-ayat yang lain. Sebab pada Alquran beberapa version, disana dituliskan dengan jelas adalah Injil. Dan lagipula tidak butuh logika yang tinggi untuk mengetahui, setelah Musa adalah Isa.  Jika anda berkata Muhammad juga setelah Musa, berarti Anda melangkahi Isa (berbohong dgn kitab suci).
Jadi jelas Pengikut Isa/Jesus, akan mendiami Surga.  Dan kita tau, kitab mana yang mengandung Keselamatan.
Sebab ayat ini cocok dengan QS 3 : 55
"(Ingatlah), ketika Allah berfirman: "Hai Isa, sesungguhnya Aku akan menyampaikan kamu kepada akhir ajalmu dan mengangkat kamu kepada-Ku serta membersihkan kamu dari orang-orang yang kafir, dan menjadikan orang-orang yang mengikuti kamu di atas orang-orang yang kafir hingga hari kiamat. Kemudian hanya kepada Akulah kembalimu, lalu Aku memutuskan diantaramu tentang hal-hal yang selalu kamu berselisih padanya." 
Artinya Isa/Jesus dan Pengikut Isa akan diangkat kesurga.

* dan masih banyak ayat-ayat lainnya.

Jadi clear, karena itu wahai Yahudi & Islam, ikutilah Yesus/Isa, jadilah muridnya. Sebab Dialah sang Juruselamat...!! Dialah satu-satunya jalan Keselamatan.


Kemudian berikutnya, mana buktinya nama Tuhan itu adalah Yesus ?

Yahudi, atau Pengikut Yudaisme, atau Pengikut Yahweisme, mungkin sangat keberatan dalam hal ini.  Sebab jelas bagi mereka Bapa yang disebut Yesus, sang Tuhan Allah itu adalah Yahwe,

Oke, ini jawabannya...

Pertama, kata Yahwe sebenarnya yang benar adalah Y H W H.


Itu bukanlah nama, tapi Gelar atau Panggilan.

Kata ini pertama sekali berasal ketika Musa bertanya kepada Tuhan, "Tuhan, Engkau mengutus aku kepada bangsa lain, tapi aku sendiri tidak tau namaMu".  lalu Tuhan menjawab, "Pergilah, katakan saja Y H W H".. artinya AKU adalah AKU.

Jadi sejak saat itu, kata Aku adalah Aku (YHWH), menjadi sebutan untuk Tuhan Allah.
Lagipula jika anda mempelajari sejarah Ibrani, anda akan tau bahwa Tuhan sangat tidak suka namaNya disebut-sebut.  Karena itu Dia memeteraikan/menyembunyikan namanya.  Dan sampai sekarang orang Yahudi tidak berani menyebut YHWH, mereka mengganti sebutan itu menjadi Adonai.

Jadi jika Anda merasa adalah pengikut Yudaisme sejati, kok Anda terus-menerus, dengan berani menyebut Yahweh... Yahweh... Yahweh....!!



Menyebut diri pengikut Yudaisme, atau Yahweisme.  Tapi berani menyebut-nyebut Yahweh.
Ketemu orang Yahudi sejati, anda bisa dirajam sampai mati.  Karena berani menyebut Yahweh.

Tapi setelah Yesus datang, maka semuanya menjadi terang dan jelas.  Memang betullah sesungguhnya sejak awal Tuhan menyembunyikan namaNya, karna Dia tidak suka namanya disebut-sebut.  Tapi setelah Dia datang dalam Dunia, Diapun membongkar identitas aslinya, sebab nama aslinya adalah YESUS....!!!

Mana buktinya nama Tuhan, atau Bapa Yahweh itu adalah Yesus ?

Yohanes 17 : 6 & 11  "...Nama-Mu, yang telah Engkau berikan Kepada-Ku..."

Jadi nama Yesus (Anak), diberikan oleh Yesus (Bapa).

Biar saya berikan sedikit ilustrasi agar jelas:
Mantan Presiden sebelum Obama, namanya adalah George Bush. Tapi ingat nama ayahnya juga adalah George Bush.  Superstar WWE saat ini adalah Jhon Cena, tapi ingat nama ayahnya juga adalah Jhon Cena.

Jadi Clear, Yesus adalah JURU SELAMAT & TUHAN ALLAH

Oke pertanyaan terakhir dari anda mungkin, sebagaimana yang bisa didengungkan islam. "Lantas bagaimana bisa Manusia menjadi Tuhan ?".

Jelas ini adalah pertanyaan yang ngawur. Sebab tidak mungkin Manusia, bisa jadi Tuhan.  Tapi Tuhan jadi Manusia, bisa.

Kita tidak punya hak membatasi Tuhan dengan pemikiran kita, Tuhan tidak mungkin bisa jadi manusia.

Woww... Dia itu Maha Kuasa, Maha Komplex, Maha Mampu.  Dia bisa Menyamar, Menjelma, Ber-inkarnasi, dll.

Mengapa Anda membatasinya dan berkata tidak mungkin ?

Dalam Yohanes 1 : 14, dikatakan Tuhan menjelma menjadi Manusia.

Dalam Surah Alfateha, bahkan telah disebutkan dengan sangat jelas, bahwa Allah telah menjelma menjadi Manusia.  Umat Islam, tidak sah sholatnya jika tidak menyebut surah Alfateha, saking penting dan luar biasanya ayat itu.. dan ini adalah cuplikannya, yang menceritakan dengan jelas bahwa Allah swt, menjelma menjadi manusia..

"...Alhamdu lillahi robbil alamiin".  Artinya segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam.

Ayat tersebut mengartikan "Robb" dan "illah" = Tuhan

Tetapi perhatikan illah, artinya adalah tuhan-tuhan kecil, atau berhala.
Sementara Robb, artinya adalah Tuhan yang pernah Nuhjul, atau menjelma menjadi Manusia. Karna Dia mahakuasa, sehingga tidak ada yang mustahil bagiNya. Sebagaimana yang ditunjukkan QS 19 : 17

"maka ia mengadakan tabir (yang melindunginya) dari mereka; lalu Kami mengutus roh Kami kepadanya, maka ia menjelma di hadapannya (dalam bentuk) manusia yang sempurna. "

Perhatikan sumber ayat ini, begitu mirip. Yohanes 1 : 14 "Firman itu telah menjadi manusia.."

Jadi sekarang sudah clear bukan...!!

1. Tri Tunggal, bukan berarti Tuhan 3. Tapi Tuhan itu Esa.
2. Isa/Yesus itu adalah Juruselamat. Hanya Dia yang bisa menjamin keselamatanmu di Akhirat
3. Dia adalah Tuhan itu sendiri, dan namaNya adalah Yesus
4. Yesus/Isa itu adalah Allah yang telah menjelma menjadi Manusia.

Bertobatlah, terimalah Isa/Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamatmu, maka Keselamatanmu akan terjamin.
Apa gunanya Anda beragama & beribadah seumur hidupmu, beramal shaleh luar biasa, berpuasa sebulan penuh, tapi Anda tidak tau kemana setelah mati.

Ya, hanya Yesus-lah Juruselamat satu-satunya, sebab Dialah Allah itu sendiri.
Yang mendamaikan kita dengan diriNya sendiri.

Amin... Jesus Love You

 

Sumber:
http://kesaksianrohani.blogspot.com/2015/06/Tri-Tunggal-Apakah-Tuhan-Kristen-Tiga.html

Jumat, 27 Maret 2015

Keilahian Yesus: Kontradiksi Yohanes 5:30

Yohanes 5:30 "Aku tak dapat berbuat apa-apa atas kemauan-Ku sendiri. Aku hanya menghakimi sesuai dengan yang diperintahkan Allah. Dan keputusan-Ku adil, sebab Aku tidak mengikuti kemauan sendiri, melainkan kemauan Bapa yang mengutus Aku."

Ayat dalam Yohanes 5:30 bukanlah bantahan atas keilahian Yesus, tapi malah sebaliknya, ayat tersebut adalah bagian dari deklarasi Yesus untuk memperkenalkan diri-Nya sebagai Anak Allah yang tidak dapat terpisahkan dari hakikat Allah yang hanya memiliki satu kehendak saja yaitu kehendak Allah.

Yohanes 5:30 "Aku tak dapat berbuat apa-apa atas kemauan-Ku sendiri. Aku hanya menghakimi sesuai dengan yang diperintahkan Allah. Dan keputusan-Ku adil, sebab Aku tidak mengikuti kemauan sendiri, melainkan kemauan Bapa yang mengutus Aku."

Jika dilihat konteksnya lebih lanjut didapat sebelum ayat tersebut:

Yohanes 5:19 "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya Anak tidak dapat mengerjakan sesuatu dari diri-Nya sendiri, jikalau tidak Ia melihat Bapa mengerjakannya; sebab apa yang dikerjakan Bapa, itu juga yang dikerjakan Anak."
Tidak ada tindakan yang terpisah dan tidak ada keberadaan yang terpisah, tetapi sama dalam keberadaan dan dalam tindakan, yaitu kesatuan yang paling sempurna antara Yesus dan Bapa, yang adalah SATU dan ESA.

Rabu, 05 November 2014

Di mana Bapa waktu Anak-Nya yg Tunggal Disalib

(Allah) Bapa, ada pada saat itu, seperti yg ditulis:
"Kira-kira jam tiga berserulah Yesus dengan suara nyaring: "Eli, Eli, lama sabakhtani?" Artinya: Allah-Ku, Allah- Ku, mengapa Engkau meninggalkan Aku?" (Matius 27:46).


Hal ini berhubungan dengan konsep Trinitas. Tritunggal/Trinitas adalah konsep Ilahi dimana Allah itu Esa tetapi memiliki 3 peranan, yaitu Bapa, Anak, dan Roh Kudus, yaitu yang disebut Tuhan Yesus Kristus.


Hal ini bisa dianalogikan sederhana dengan air yang memiliki 3 wujud, dan manusia yg terdiri dari tubuh, jiwa, dan roh.

Contoh yg paling jelas yg mirip dengan kejadian di atas adalah sbb:

Matius 3:16 "Sesudah dibaptis, Yesus segera keluar dari air dan pada waktu itu juga langit terbuka dan Ia melihat Roh Allah seperti burung merpati turun ke atas- Nya,
17 lalu terdengarlah suara dari sorga yang mengatakan: " Inilah Anak- Ku yang Kukasihi, kepada- Nyalah Aku berkenan. "


Mengapa Yesus dan Bapa terpisah? Karena merupakan oknum yg berbeda, tetapi satu. Mengapa Allah Kristen sulit dimengerti? Karena, kalau gampang dimengerti, di mana letak ajaibnya Allah? 

 
Di mana Bapa saat Yesus disalib? Jawabannya, Bapa ada dan memalingkan muka dari Yesus. Mengapa? 

 
Seruan Yesus, telah dinubuatkan dalam Mazmur 22:1, "Allahku, Allahku, mengapa Engkau meninggalkan aku? Aku berseru, tetapi Engkau tetap jauh dan tidak menolong aku.", diucapkan oleh Dia di kayu salib, “Allah-Ku, Allah-Ku, mengapa Engkau meninggalkan Aku?” (Matius 27:46). Allah Bapa meninggalkan Yesus. Allah Bapa memalingkan wajah-Nya dari Yesus yang saat itu bersama dosa seisi dunia. Jika Allah tidak memalingkan wajah-Nya dari Yesus, sang Juruselamat tidak dapat mengambil tempat orang-orang berdosa yang terpisah dari Allah. 

 
Ketika Yesus Kristus tergantung di kayu salib, langit menjadi gelap. Karena Allah Bapa memalingkan wajah-Nya dari Anak-Nya. Yesus dibiarkan mati dalam kesendirian di kayu salib.

Namun tidak ada penderitaan yang melebihi kenyataan bahwa Allah Bapa memalingkan muka dari Yesus dan meninggalkan Dia sendirian di kayu Salib. Ini hal yang mengerikan! Betapa besar murka-Nya dalam memberikan Putra-Nya sendiri demi menggantikan tempat saya dan Anda! Allah Bapa yang membenci dosa dan menakutkan, yang mensyaratkan harga seperti ini untuk membayar dosa-dosa manusia.


Tidak heran bahwa bumi berguncang dan bergetar pada saat penderitaan, kesengsaraan yang tidak adil, harga untuk dosa yang mengerikan seperti itu.


Namun demikian, hati Allah Bapa hancur. “Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal (Yesus), supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.” (Yohanes 3:16).  


Yesus menderita. Namun Allah Bapa juga menderita. Penyaliban menggambarkan hati Allah Bapa yang hancur demi menyelamatkan orang-orang berdosa, yaitu saya dan Anda yang seharusnya pergi ke Neraka! Murka Allah atas dosa begitu menakutkan dan mengerikan, namun rahmat-Nya juga begitu besarnya!

Senin, 24 Desember 2012

Kalau Yesus itu Tuhan, Mengapa Yesus Memanggil2 Tuhan Saat Disalib?

"Kira-kira jam tiga berserulah Yesus dengan suara nyaring: "Eli, Eli, lama sabakhtani?" Artinya: Allah-Ku, Allah- Ku, mengapa Engkau meninggalkanAku?" (Matius 27:46).

Hal ini berhubungan dengan konsep Trinitas. Tritunggal/Trinitas adalah konsep Ilahi dimana Allah itu Esa tetapi memiliki 3 peranan, yaitu Bapa, Anak, dan Roh Kudus, yaitu yang disebut Tuhan Yesus Kristus.

Hal ini bisa dianalogikan sederhana dengan air yang memiliki 3 wujud, dan manusia yg terdiri dari tubuh, jiwa, dan roh.

Contoh yg paling jelas yg mirip dengan kejadian di atas adalah sbb:

Matius 3:16 "Sesudah dibaptis, Yesus segera keluar dari air dan pada waktu itu juga langit terbuka dan Ia melihat Roh Allah seperti burung merpati turun ke atas- Nya,
17 lalu terdengarlah suara dari sorga yang mengatakan: " Inilah Anak- Ku yang Kukasihi, kepada- Nyalah Aku berkenan. "

Mengapa Yesus dan Bapa terpisah? Karena merupakan oknum yg berbeda, tetapi satu. Mengapa Allah Kristen sulit dimengerti? Karena, kalau gampang dimengerti, di mana letak ajaibnya Allah?

Minggu, 23 Desember 2012

Yesus Itu Tuhan atau Anak Tuhan? Mengapa Tuhan Beranak?

Tritunggal adalah konsep Ilahi dimana Allah itu Esa tetapi memiliki 3 peranan, yaitu Bapa, Anak, dan Roh Kudus, yaitu yang disebut Tuhan Yesus Kristus.

Hal ini bisa dianalogikan sederhana dengan air yang memiliki 3 wujud, dan manusia yg terdiri dari tubuh, jiwa, dan roh.

Yang disebut Anak bukanlah harafiah 'yang diperanakkan'. Mis: anak kunci, apakah dilahirkan dari induk kunci? Tidak bukan?

Bagaimana juga dengan istilah ibu jari? Bukannya ibu yang melahirkan jari-jari. Demikian juga dengan Allah Bapa, Dialah Tuhan Allah semesta alam.

Yesus adalah Allah sendiri. Dia adalah satu dengan Bapa (Esa).
Yohanes 10:30 "Aku dan Bapa adalah satu."

Allah Bapa berperan banyak pada zaman Perjanjian lama, dan menggunakan konsekuensi langsung dari tindakan kesalahan umat-Nya. Oleh karena itu, dalam perjanjian Allah Bapa dan umat-Nya banyak menggunakan liturgi dan aturan-aturan teknis yang khusus, misalnya dilarang makan ini itu, aturan ibadat yang ketat, dll yang bila dilanggar ada konsekuensi langsung dari Allah Bapa. Untuk masuk surga sangat sulit, karena diatur dalam Hukum Taurat yang tegas.

Allah Anak yaitu Yesus dan Allah Roh Kudus, berperan pada zaman Perjanjian baru. Yesus Kristus menjadi Pengantara antara manusia dan Allah. Melalui Yesus, maka ada karunia yang begitu besar, sehingga cukup seseorang percaya saja kepada-Nya sebagai Tuhan dan Juruselamat, maka dia akan diselamatkan dan diampuni dosa-dosanya. Bagaimana dengan Hukum Taurat? Tetap berlaku, karena dengan adanya karunia keselamatan dari Yesus, maka orang akan melakukan Hukum Taurat, yaitu dengan bimbingan Roh Kudus.

Inilah prinsip sederhana dari peranan Allah Bapa, Anak, dan Roh Kudus. Sekali lagi, Ketiganya adalah Esa. Mengapa banyak orang yang tidak bisa dan tidak mau mengerti? Karena hikmat Allah tidak terselami oleh pikiran manusia, dan keajaiban Allah di luar apa yang dibayangkan oleh otak manusia yang kecil ini. Kalau Allah mudah dimengerti dengan akal manusia, maka tidak ajaiblah Dia.

Ayub 36:26 "Sesungguhnya, Allah itu besar, tidak tercapai oleh pengetahuan kita, jumlah tahun- Nya tidak dapat diselidiki."

Maz 139:6 "Terlalu ajaib bagiku pengetahuan itu, terlalu tinggi, tidak sanggup aku mencapainya. "

1 Kor 3:19 "Karena hikmat dunia ini adalah kebodohan bagi Allah. Sebab ada tertulis: ' Ia yang menangkap orang berhikmat dalam kecerdikannya.'"