Laman ini dipersembahkan bagi Anda

Halaman ini dipersembahkan bagi Anda. Sebelum Anda dilahirkan, Allah merencanakan saat ini dalam kehidupan Anda. Bukan kebetulan kalau Anda sedang berada pada halaman ini.

Tahukah Anda, Tuhan sangat senang berada di dekat Anda. Dia sangat mengasihi Anda, dan ingin bersama Anda. Karena kasihNya yang begitu besar, Ia rela melakukan perjalanan paling jauh yang pernah ada. Ia meninggalkan sorga, untuk bisa bersama-sama dengan Anda di bumi ini.

"Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal." (Yohanes 3:16)

Dia mengasihi Anda pada hari-hari baik Anda.
Dia mengasihi Anda pada hari-hari buruk Anda.
Kasih-Nya tidak terpengaruh oleh tanggapan Anda.
Allah adalah kasih, dan kasih-Nya diberikan tak terbatas.

Yesus datang kepada orang-orang berdosa agar mereka bertobat dan memperoleh pengampunan. Yesus sangat mengasihi Anda karena Anda adalah buatan tanganNya. Yesus ingin berada di hati Anda.

Bila Anda mengatakan 'YA Tuhan, aku ingin mendapatkan keselamatan kekal itu', caranya hanya satu yaitu dengan percaya kepada Yesus dan mengikuti firman-Nya. Berikan hati Anda dan ucapkan doa singkat berikut :

Yesus, aku datang kepadaMu dalam namaMu. Aku adalah orang berdosa dan aku percaya bahwa Engkau telah mati untuk menebus dosaku. Dan Engkau telah bangkit untuk membawa aku kepada hidup yang kekal.
Terima kasih, Yesus. Sucikan dosaku dengan darahMu yang kudus. Jadilah Juruselamat pribadiku saat ini. Itulah keinginanku.

Dengan ini aku mengundang Engkau masuk ke dalam hatiku dan mengubah hidupku. Pintu hatiku terbuka untuk-Mu sehingga dalam hatiku Engkau berada. Aku ingin mengenalMu lebih jauh dan menjadi murid-Mu. Ya Tuhan, bimbinglah aku ke dalam kebenaranMu. Amin.

YA, Apa yang harus saya lakukan selanjutnya? >>

YA, Saya ingin tahu mengenai keselamatan kekal >>

Tidak, Saya ingin tahu terlebih dahulu mengenai dasar Kekristenan >>

Tidak, Saya ingin tahu terlebih dahulu siapakah Yesus itu? >>
Tampilkan postingan dengan label Sejarah Kristen. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sejarah Kristen. Tampilkan semua postingan

Selasa, 13 Oktober 2015

Apakah yang Disalib adalah Seseorang yang Diserupakan dengan Isa?

Empat Injil sudah memberitahukan bahwa Isa (Yesus) akan menderita, dan penderitaan Yesus itu untuk menggenapi segala yang telah dinubuatkan Allah melalui para nabi sebagaimana tercantum dalam kitab-kitab Perjanjian Lama.

Jika Yesus melarikan diri, atau dengan kata lain ditolong oleh Allah naik ke langit dan Allah mengubah wajah seseorang (katakan Yudas) menjadi Yesus, sehingga yang ditangkap dan disalib adalah Yudas, itu sama saja dengan Tuhan yang merusak rencana-Nya sendiri, karena Allah telah menubuatkan melalui para nabi, bahwa Anak Manusia akan menderita dan serahkan kepada orang-orang yang tidak mengenal Allah.

Ini sama dengan orang yang telah membuat sebuah rencana matang, lalu di kemudian hari ia merusaknya sendiri. Allah adalah Allah yang membuat rencana dan rencana-Nya tidak akan dapat digagalkan oleh siapapun dan tidak mungkin diubah oleh-Nya, karena Ia maha tahu. Jika Allah yang telah membuat rencana, dan rencana-Nya kemudian diubah oleh-Nya oleh karena mungkin ada yang kurang baik dari rencana yang telah Ia buat, maka itu menunjukkan bahwa Allah yang demikian adalah Allah yang kurang maha tahu.

Lalu rencana matang apakah dengan kematian Yesus di atas kayu salib? Rencana matang itu adalah:
Kematian Tuhan Yesus di atas kayu salib untuk menebus dosa kita, sebagaimana diterangkan dalam surat Roma 5:
Akan tetapi Allah menunjukkan kasih-Nya kepada kita, oleh karena Kristus telah mati untuk kita, ketika kita masih berdosa. Juga tertera dalam 1 Korintus 15:3-6. Ini artinya, kematian Tuhan Yesus di atas kayu salib adalah untuk menghapus dan menebus dosa-dosa kita. Ia adalah Tuhan, Juruselamat kita yang perkasa.

Dalam Lukas 18:31-34:
Yesus memanggil kedua belas murid-Nya, lalu berkata kepada mereka: "Sekarang kita pergi ke Yerusalem dan segala sesuatu yang ditulis oleh para nabi mengenai Anak Manusia akan digenapi.
Sebab Ia akan diserahkan kepada bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah, diolok-olokkan, dihina dan diludahi,
dan mereka menyesah dan membunuh Dia, dan pada hari ketiga Ia akan bangkit."
Akan tetapi mereka sama sekali tidak mengerti semuanya itu; arti perkataan itu tersembunyi bagi mereka dan mereka tidak tahu apa yang dimaksudkan.


Oleh karena pekerjaan Roh Kudus, maka kita boleh mengerti mengapa Tuhan Yesus harus mati di kayu salib. Itu bukan berarti bahwa Ia tidak mampu menolong diri-Nya sendiri, tetapi setiap dosa harus ada penebusan. Karena Allah adalah Allah Yang Maha Suci, sehingga tidak ada kemungkinan manusia yang sudah jatuh dalam dosa dapat menghampiri Allah. Kita dapat datang menghampiri Allah yang Maha Suci, apabila diri kita juga suci. Dan yang menyucikan kita adalah darah Yesus. Darah melambangkan hidup, oleh karena itu dalam Perjanjian Lama ada darah binatang yang dialirkan untuk berdamai dengan Allah dan penggenapannya adalah Darah Anak Allah sendiri, yaitu Yesus yang dialirkan untuk menebus dosa kita.

Dalam Matius 27:1-5, dijelaskan mengenai penyesalan Yudas yang telah menjual Yesus, bahwa ia mati bunuh diri. Ia menyesal, tetapi tidak bertobat. Sedangkan Petrus, yang telah menyangkal Yesus, menyesal dan bertobat. Kematian Yudas pun tertera dalam surat Kisah Para Rasul 1:18.

Minggu, 05 April 2015

Asal Usul Nama Yesus

Daftar nama berikut ini mengacu ke nama Yesus:

Jesus Christ, Messiah, Yesus Kristus, Mesias
Yeshua, Yesu’a, Yeshu’a, Yehoshu'a, Mašíaḥ
‘Isa al-Masih, ‘Isa ibn Maryam, Isa A.S.
Isha Masih, Issa Mashiha, M'sheekha, Məšîḥā.
Isha, Isho, Mar Isho, Eesho, Easho, Issa, Ishu, Iēsoûs
Hazrat Issa, Hadhrat Isa A.S.
Yuzu Asaph, Yuz Asaf
Yesu, Yeshu

Nama yang umum kita kenal di Indonesia adalah Yesus atau Isa.

Diawali dari 2000 tahun lalu, sekitar tahun 4-7 SM. Lahirlah seorang anak yang dibesarkan di di sebelah barat dekat danau Galilea Palestina, di kota Nazara atau Nazaret sehingga ia disebut orang Nazarani atau Nasrani(1). Ama-nya (ibu dalam bahasa Aram) adalah Maryam, dan aba (ayah)-nya adalah Yosep (Yusuf). Istilah Nasrani mungkin berasal dari kelompok nazir, orang yang bernazar (sumber kata nazara), yang bersumpah seumur hidup mereka menjadi hamba Tuhan dan mengikuti gaya hidup asketik atau bertapa seperti para bhiksu dan brahmin. Ada yang menyebut kelompok ini orang Essene atau Eseni.

Nama Nazaret mungkin berasal dari kelompok Nazarit yaitu orang Nazir (kelompok orang spiritualis yang mengasingkan diri menjadi hamba Tuhan dan tidak memotong rambut serta tidak menyentuh bangkai atau minum hasil anggur. Orang semacam ini antara lain Samuel, Samson, dan Yohanes/Yahya Pembaptis.)
Markas besar dan tempat sucinya Essene di Bukit Karmel di dekat pantai barat. Anggota kelompok ini antara lain adalah Nabi Samuel, Samson, Nabi Elia, Nabi Elisa, dan Yohanes atau Yahya Pembaptis. Yesus kemudian dibaptis masuk menjadi anggota kelompok Yahya Pembaptis dengan cara diselamkan ke Sungai Yordan sebagai tanda pertobatan (atau tanda masuk kelompok Essene).

Nama asli orang ini dalam bahasa Aram (logat Syria) yang dipakai sehari-hari di Nazaret adalah Isyo (Eesho). Itulah namanya dalam bahasa logat daerah setempat ketika dipanggil keluarga dan tetangganya sehari-hari. Lingkungan Nazaret itu campuran antara orang Yahudi dan non-Yahudi (terutama Syria dan Yunani). Dalam bahasa orang Yahudi yaitu bahasa Ivrit atau Ibrani, namanya adalah Yeshua, yang diambil dari nama pahlawan Israel, Joshua (abjadnya juga sama), yang artinya 'Tuhan beserta kita.' Ada juga yang menyebutnya ‘Yeshu’.

Beberapa puluh tahun kemudian, setelah tokoh ini wafat dan pergi, nama Isho ini masuk ke Yunani. Aneh, meskipun Isho tinggal di Palestina, di Yunani banyak orang berminat pada ajarannya. Nama Isho inipun ditranslasikan menjadi Iesous, masih tepat sesuai sukukata dasarnya menurut kaidah tatabahasa Yunani. I-s-o.  Huruf `sh’ tidak ada, jadi menjadi `s’. Tambahan -s di belakang adalah imbuhan yang menunjukkan nama laki-laki terhormat dalam bahasa Yunani.

Karena bahasa Aram adalah induk bahasa Arab yang muncul dalam bentuk tertulis sekitar tujuh abad kemudian, maka namanya ditranslasikan ke dalam bahasa Arab menjadi ‘Isa. Hanya beda huruf vokal namun masih sama sukukatanya menurut tatabahasa Arab, yang hanya pakai vokal i, u dan a, tidak pakai huruf o bulat. Namun demikian di bagian timur hingga ke India nama tokoh ini dikenal sebagai Issa, Isha atau Ishu.

Ajaran Iesous ini berpengaruh kuat hingga menjadi agama kerajaan Romawi. Berabad-abad kemudian, ketika nama ini dari Imperium Roma memasuki Inggris, nama ini berubah sedikit sukukata dan huruf vokalnya menjadi Jesus. Tidak heran, ketika menjadi bahasa Indonesia, digunakan kata turunan dari bahasa Ibrani dan Inggrisnya, menjadi Yesus.

Sebab itu kini mengapa aliran-aliran besar pengikut tokoh ini menggunakan nama yang berbeda untuk satu orang yang sama: `Isa dan Yesus. Dua nama beda untuk orang yang sama. Hanya masalah alih- bahasa.

Sekali lagi inilah beberapa nama alias Yesus yang lain. Saya sebutkan beberapa diantaranya:

Jesus Christ, Messiah (bahasa Inggris), Yesus Kristus, Mesias (Indonesia).
Yeshua, Yesu’a, Yeshu’a, Yehoshu'a, Mašíaḥ (Ibrani aau Ivrit)
M'sheekha (Aram), Məšîḥā (Aram/Syria).
Isha, Isho, Mar Isho, Eesho, Easho, Ishu (Aram dan India)
‘Isa al-Masih, ‘Isa ibn Maryam (Arab)
Isha Masih, Issa Mashiha, Hazrat Issa, Issa (India)
Yuzu Asaph, Yuz Asaf (India-Kashmir)
Yesu, Yeshu (Ibrani)
Iēsoûs Christos (Yunani)
Dari sekian nama tersebut, ada beberapa nama yang akan dibahas lebih lanjut. Sisanya dibahas pada bab-bab berikutnya yang berkaitan dengan nama tersebut:

`ISA

Nama Yesus ini dalam bahasa Arab adalah `Isa.
Orang Kristen percaya bahwa Yesus adalah istilah Yunani dari Joshua, yang artinya Tuhan menyelamatkan. Nama Yesus menurut Kristen adalah pilihan dari Tuhan sendiri (2). Namun dalam agama Islam, Yesus disebut dengan istilah Isa.
Duapuluh lima kali nama ini disebut, sebagian dengan nama putera Maryam dan mungkin dikaitkan dengan Musa (Musa-Isa).

Mengapa Islam menyebutnya Isa, padahal bahasa Arab tidak beda jauh dari bahasa Ibrani? Nama Ibraninya adalah Yeshua. Mengapa di Al-Qur’an disebut `Isa?

Alternatif pertama, istilah ini dari bahasa Arab, yang nampaknya diturunkan dari bahasa Aram Isho. Karena bahasa Arab tertulis itu diturunkan dari bahasa Aram, maka dilakukan alih-bahasa juga pada nama Isho (dibacanya Isyo). Dalam bahasa Arab tidak ada huruf ‘o’ sehingga digunakan padanan katanya yaitu ‘Isa.
Qazi Nasiruddin Abusaeed Abdullah bin Umar al-Baidhawi (d. 1300 CE) yang menulis tafsiran Qur'an, ‚Anwar al-Taunzil", mengatakan Isa adalah nama Arab untuk Ishu, mungkin dimaksud nama Syria Yeshu (vol. I. 96), atau Isho. 2 Lihat Alkitab, Lukas 1:30-31, dan Matius 1:21.

Kata "`Isa" dalam Al-Qur’an berasal dari "Isho" dalam bahasa Aram, dan dari sukukatanya tidak sama dengan dengan dengan nama Ibraninya "Y’shua" atau "E'sau". Karena Yesus bicara dalam bahasa Aram, maka Al-Qur’an memakai nama `Isa, bukan Y’shua. (3).
Nama "Yaso'a" untuk menyebut Yesus dalam Arabic Bible hanya transliterasi dari Y’shua, sehingga ini
dianggap keliru. Ibrani bukan bahasa sehari-harinya Yesus. Nama Yaso’a dan Y’shua itu sendiri masih dalam perdebatan. (4)

Dengan demikian menurut pandangan ini, nama `Isa adalah nama yang lebih benar untuk menyebut Yesus, daripada Y’shua atau Yesus itu sendiri.

Alternatif kedua, kecenderungan Al-Qur’an memakai nama ganda sebagai bagian dari gaya puisinya, misalnya Daud dan Jalut (Goliat), Habil dan Qabil (Cain), Haruth dan Maruth, dan dalam kasus ini Musa dan Isa. (5) 

Mengapa Isa dalam Al-Qur’an sering disebut sebagai Ibn Mariam (Putera Maria)? Mungkin ada yang percaya karena Ia lahir tanpa ayah, maka ia dinamai sesuai nama ibunya. Yesus dalam Al-Qur’an memang tidak lahir dari benih Yusuf. Namun kebiasaan memberi nama sesuai ibu itu ada juga dalam dunia Arab, misalnya nama penyair Ibn Aish dan Ibn Mayyada. Nama belakang dari orang tua itu kebiasaan yang umum. Mungkin nama Putera Maryam itu memang kebiasaan populer untuk menyebut Yesus saat Al-Qur’an ditulis. Di Alkitab Kristen sendiri Yesus disebut anak Maria hanya sekali di Injil Markus 6:3. Istilah tambahan ‚alaihi salam,‛ damai atasnya, adalah khas Islam untuk menghormati para nabi.
__________
3 http://www.answering-christianity.com/name_of_jesus.htm
4 Idem
5 A Christian Perspective Of Islamic Thought: His Name And Its Significance, http://www.itl.org.uk/Jesus/name.html mengambil dari Loewenthal, Isidor, The Name Isa: An Investigation, p.5-6, Calcutta: 1861. Haruth and Maruth (Surah 2:102, 249-251). Habil and Qabil (The Encyclopaedia of Islam, Vol. IV, p.82).

YESHUA

Dalam film The Passion of The Christ, Maria ibunya menyebut Yesus sebagai Yeshu’a. Nama Yeshua terdiri dari huruf Y-sh-u-‘a,  Nama lengkap yang sering dipopulerkan dalam bahasa Ivrit (Hebrew, Ibrani) adalah Y’shua HaMashiach atau padanan  katanya dalam bahasa Arab ‘Isa alMasih. :
Kata diatas itu dibaca dari belakang. Y’shua HaMashiach. Nama ini sama dengan Joshua, artinya 'Tuhan menyelamatkan.'

Nama Yeshua masih menjadi perdebatan. Yang jelas, nama Jesus berasal dari kata Latin Iesus, yang diterjemahkan dari bahasa Yunani Koine Ἰησοῦς atau Iēsoûs.
Dalam Septuaginta dan teks Yahudi dalam bahasa Yunani lainnya, seperti tulisan Josephus dan Philo dari Aleksandria, ἸησοῦςIēsoûs adalah bentuk standar Gerika (Yunani) Koine yang dipakai untuk menterjemahkan nama Ibrani : Yehoshua dan Yeshua.

Tetapi masalahnya, nama ini masih dipersoalkan beberapa ilmuwan Yahudi. Moshe Shulman, dalam "Judaism’s Answer" menulis bahwa nama ini bukan nama Yesus pada masa itu (6), masalahnya begini:
Kata Yeshu’a sering dianggap berasal dari kata Yeshu'ah yang berarti ‘keselamatan’. Kata dasarnya adalah ,
dari kata itu kata benda (yeshu'ah, keselamatan), dan nama (Yeshu'a) berasal. Masalah pertama,
pengucapan keduanya beda. Masalah kedua, dua kata itu jelas beda makna dan pemakaian. Masalah berikutnya lagi, dua kata itu beda jenis kelaminnya. Bahasa Ibrani seperti juga bahasa Arab membedakan kata berjenis lelaki atau perempuan. adalah kata benda perempuan, tetapi adalah nama lelaki dan pengucapan keduanya beda. Dari beberapa argumen lain, disimpulkan bahwa nama Yeshu’a itu mungkin tidak dikenal pada masa Yesus hidup.

Dalam Talmud kitab suci Yahudi, nama (Yehoshu'a) dan (Hoshe'a) dipakai, sementara nama (Yeshu'a) tidak pernah muncul. Nama ini juga tidak ada dalam teks Perjanjian Baru dalam bahasa Yunani. Jadi mungkin nama (Yeshu'a) tidak dikenal di masa Yesus. Tidak ada bukti (Yeshu'a) adalah namanya Yesus dalam
bahasa Ibrani. Penggunaan nama Yeshu’a/Yeshua/Y’shua baru dipakai pada abad 20 oleh orang Yahudi yang masuk Kristen. Nama ini mungkin karangan buatan misionaris Kristen pada abad-abad belakangan ini. 7
__________
6 http://www.messiahtruth.com/name.html
7 Idem

YESHU

Sebuah istilah lain yang sering dipakai adalah Yeshu. Kata ini adanya dalam kitab suci Yahudi yaitu Talmud.

Ada tiga pandangan mengenai nama Yeshu ini. Sebagian ahli menganggap tidak ada hubungan antara nama Yesus dan Yeshu karena ada beda antara keterangan di Talmud dan di Injil. Sebagian lain menganggap memang nama itu adalah singkatan dari Yeshu’a. Sebagian lagi mengatakan istilah ini adalah nama yang dipakai para rabbi (guru) Yahudi untuk mengomentari hubungan mereka dengan orang Kristen mula-mula.
Tidak jelas mana yang benar dan nama ini masih misteri, namun nama ini dalam Talmud artinya adalah yimmach shemo vezikhro, berarti "Biarlah nama dan ingatan kepadanya dihapus " suatu pernyataan untuk musuh-musuh orang Yahudi yang sudah mati. Maka diduga nama ini adalah nama ejekan Yahudi untuk Yeshua, karena mereka menganggap Yesus adalah tuhan palsu. Perlu diketahui bahwa sampai sekarang Yahudi menolak Yesus sebagai Mesias. Beberapa penulis Yahudi menganggap nama Yeshu adalah benar nama Yesus, tetapi mereka menghindarinya karena konotasi jelek itu. Penulis Islam Shibli Zaman bahkan mengatakan bahwa nama Jesus dan Iesous berasal dari nama ejekan Yeshu ini, dan mengusulkan agar memakai nama ‘Isa saja. (8)

ISHO, ISHU

Salah satu istilah lain dari Yesus yang penting adalah nama Isho. Nama Isho ini dipakai oleh Gereja Thomasine yang beraliran gnostik, dengan berpegang pada tiga tulisan Thomas murid Isa, yaitu Gospel of Thomas, the Hymn of the Pearl, dan Thomas the Contender. Kepala gerejanya disebut Patriarch, dan kepala pertama gereja ini mereka sebut Mar Isho (Yesus) (9) Bapaknya adalah Yosep Tukang Kayu (Yusuf) dan ibunya Marta Miriam (Maria).

Menurut Qazi Nasiruddin Abusaeed Abdullah bin Umar al-Baidhawi (w. 1300 M), penulis tafsir Qur'an yang terkenal, mengatakan bahwa nama "ISA" adalah bentuk Arab dari nama "ISHU" (Aram). (10)
_________
8 http://en.wikipedia.org/wiki/Yeshu
9 http://thomasinechurch.org/content/patriarchs.htm
10 http://www.perisai.net/diskusi/viewtopic.php?f=3&t=3

Dalam Bahasa Aram, ada dua bentuk penyebutan kepada Yesus, yaitu: "Yeshu" dan "Ishu." Keduanya mengalami Arabisasi menjadi Yashu'a dan 'Isa. Orang-orang Kristen Arab umumnya menggunakan kata Yasu'a, tetapi ada juga yang menggunakan kata 'Isa. Salah satu bukti historisnya yaitu sebagaimana tertulis dalam Encyclopaedia of the Qur'an, yaitu adanya sebuah biara Kristen kuno di Syria, kira-kira tahun 571 M, yang bernama Isaniyyah (pengikut-pengikut 'Isa).

AL-MASĪḥ ATAU KRISTUS

Selain Yesus, dikenal istilah lain, yaitu ‚Almasih.
Kata ini sepadan dengan kata Messiah (Hebrew: שִיַחמָ , Standard Mašíaḥ Tiberian Māšîªḥ; Aram: משיחא , M'sheekha, Aram/Syriac: Məšîḥā; Arab: al-Masīḥ)  "Jesus" (pronounced /dʒizəs/) is a transliteration, occurring in a number of languages and based on the Latin Iesus, of the Greek Ἰησοῦς (Iēsoûs), itself
a Hellenisation of the Hebrew יהושע (Yehoshua) or Hebrew-Aramaic ישוע (Yeshua, Joshua), meaning "YHWH rescues" or "YHWH delivers". "Christ" (pronounced /kraɪst/) is a title derived from the Greek Χριστός(Christós), meaning the "Anointed One", a translation of the Hebrew מָשִיחַ (Messiah). A "Messiah" is a king anointed at God's direction or with God's approval, and Christians identify Jesus as the one foretold by Hebrew prophets.

Messiah atau Al-Masih artinya "Yang Diurapi‛ (The Anointed One), artinya adalah tatacara mengurapi seorang dengan minyak suci, sebagai tanda seorang itu dipilih untuk suatu tugas, sehingga Messiah artinya juga ‚Yang Terpilih,‛ Terpilih secara ilahi. Tatacara pengurapan minyak suci ini antara lain dilakukan Nabi Samuel ketika ia memilih Daud menjadi raja, atas petunjuk Tuhan.

Dalam tradisi mesianik Yahudi (Yahudi menunggu seorang Penyelamat), Messiah adalah Raja Israel yang akan datang. Raja ini dari keturunan Daud, dan sering disebut המשיח מלך , Méleḫ ha-Mašíaḥ (atau Méleḵ haMMāšîªḥ), artinya "Raja Yang Diurapi." Jadi Mesias atau al-Masih itu adalah seorang Penyelamat, Juruselamat, Savior, Raja Yang Diurapi.

Ringkasan

(Aramaic)    --->   (Yunani) 
Isyo/Isho              Iesous 

(Aramaic)  --->        (Arab) 
Isyo                         'Isa

dari sukukatanya sama.

Isyo tidak sama dengan Yeshua, karena beda sukukatanya.
Namun demikian memang nama Ibrani resmi  untuk Yesus adalah mengambil dari nama pemimpin Israel penerus Musa :  YESHUA atau JOSHUA. 

Nama ini masih dalam perdebatan, tetapi jika Islam memakai ISA Almasih, itu tidak salah. Bahkan paling benar dibanding nama Jesus. Namun, mengenai nama ini seharusnya tidak menjadi masalah. Yang penting kita membicarakan tokoh yang sama. 

Karena Islam mengakui nama ini Isa Almasih dalam Al-Qur'an, dan juga mengatakan tentang istilah sebutan lain tentang Isa yaitu Kalimatuhu (Kalam Allah) dan Rohulqudus yang keluar dari Isa, maka Islam harus tahu konsekuensi istilah-istilah ini. Diduga, Muhammad kurasa punya iman percaya pada Isa. Islam harus tahu siapa itu Isa, tidak boleh ditutupi dengan anggapan dan opini ulama-ulama pada masa-masa setelah Muhammad wafat dan makin jauh dari kebenaran yang diletakkan Muhammad dari kutipan mengenai gelar-gelar Isa ini. Muslim sekarang, harus tahu siapa itu Isa sebenarnya.

Sumber:
http://duniapemerhati.blogspot.com/2012/08/namanya-adalah-isa-almasih.html

Baca juga:
Misteri Keimanan Muhammad yang Asli
Kesaksian nabi Muhammad

Minggu, 30 Desember 2012

Apakah Israel Sekarang Ini Teman Sekerja Kristen

Karena Israel menolak Yesus sebagai mesias, meskipun adalah bangsa pilihan Allah, maka mereka bukanlah partner Kristen dalam melaksanakan Injil. Dalam kitab mereka (Talmud) pun, mereka menghujat Yesus. Karena itu, berkali2, Allah menghukum mereka, sehingga akhirnya mereka tercerai-berai sebagai bangsa, dan baru bersatu kembali th.1948.

Namun demikian, Kristen menghargai mereka, dalam konteks sejarah, karena mereka turut berperan penting dalam rencana pemyelamatan seluruh manusia. http://caritahutentangyesus.blogspot.com/2012/12/dasar-dasar-kekristenan.html?m=1

Dan tak lama lagi, menurut Alkitab, Allah akan menyelamatkan Israel juga, tepat sebelum akhir dunia.
Wahyu 7:3 katanya: " Janganlah merusakkan bumi atau laut atau pohon- pohon sebelum kami memeteraikan hamba- hamba Allah kami pada dahi mereka! "
4 Dan aku mendengar jumlah mereka yang dimeteraikan itu: seratus empat puluh empat ribu yang telah dimeteraikan dari semua suku keturunan Israel."

Sabtu, 29 Desember 2012

Mengapa Orang Kristen Saat Ini Kelihatannya Lebih Sedikit daripada Non Kristen?

Pertimbangan tentang hal ini sudah ditulis dalam Alkitab:

Matius 7:13 "Masuklah melalui pintu yang sesak itu, karena lebarlah pintu dan luaslah jalan yang menuju kepada kebinasaan, dan banyak orang yang masuk melaluinya;
14 karena sesaklah pintu dan sempitlah jalan yang menuju kepada kehidupan, dan sedikit orang yang mendapatinya. "
15 " Waspadalah terhadap nabi- nabi palsu yang datang kepadamu dengan menyamar seperti domba, tetapi sesungguhnya mereka adalah serigala yang buas.
16 Dari buahnyalah kamu akan mengenal mereka. Dapatkah orang memetik buah anggur dari semak duri atau buah ara dari rumput duri?
17 Demikianlah setiap pohon yang baik menghasilkan buah yang baik, sedang pohon yang tidak baik menghasilkan buah yang tidak baik.
18 Tidak mungkin pohon yang baik itu menghasilkan buah yang tidak baik, ataupun pohon yang tidak baik itu menghasilkan buah yang baik.
19 Dan setiap pohon yang tidak menghasilkan buah yang baik, pasti ditebang dan dibuang ke dalam api.
20 Jadi dari buahnyalah kamu akan mengenal mereka."

Jadi yg harus diperhatikan adalah:
- mudah dan banyaklah jalan menuju kebinasaan
- ujian suatu ajaran baik atau tidak adalah berdasarkan buahnya. Di sini diperlukan hati nurani utk menilainya.

Yesus Datang utk Israel atau Semua Bangsa?

Yesus memang datang pertama utk bangsa Israel (pilihan Allah), tetapi, karena mereka menolak, maka keselamatan menjadi milik semua bangsa.

Matius 21:42 'Kata Yesus kepada mereka: " Belum pernahkah kamu baca dalam Kitab Suci: Batu yang dibuang oleh tukang- tukang bangunan telah menjadi batu penjuru: hal itu terjadi dari pihak Tuhan, suatu perbuatan ajaib di mata kita.
43 Sebab itu, Aku berkata kepadamu, bahwa Kerajaan Allah akan diambil dari padamu dan akan diberikan kepada suatu bangsa yang akan menghasilkan buah Kerajaan itu. '

Yg dimaksud oleh Yesus 'yg kamu baca dalam Kitab Suci', yaitu seperti terdapat dalam Mazmur 118:22 "Batu yang dibuang oleh tukang- tukang bangunan telah menjadi batu penjuru. "

Demikianlah, tentang penolakan Israel tsb telah dinubuatkan jauh sebelum Yesus lahir.

Jumat, 28 Desember 2012

Mengapa TB Ditulis dalam Bahasa Yunani, bukannya Bahasa Ibrani seperti TL?

Alkitab telah dicetak lebih dari 4.700.000.000 eksemplar dan merupakan "buku" yang paling. banyak diterjemahkan di seluruh dunia sepanjang masa (wiki). Alkitab diterjemahkan ke berbagai bangsa supaya semua bangsa dapat mengerti isinya. Bayangkan bagaimana jika ditulis dalam bahasa aslinya (Ibrani), tentu hanya sedikit. orang yang dapat memahaminya.

Hal ini sesuai dengan rencana kedatangan Yesus kedua kali, yang mensyaratkan Injil diberitakan di seluruh dunia, agar tidak ada dalih bagi manusia bahwa 'saya belum mendengar tentang Injil'.
Mat 24:14 "Dan Injil Kerajaan ini akan diberitakan di seluruh dunia menjadi kesaksian bagi semua bangsa, sesudah itu barulah tiba kesudahannya. "

Karena kedatanganNya yang. sungguh mulia, bisa dimengerti mengapa banyak begitu penyesatan yang ada sebelum itu, yang berasal dari si jahat. Termasuk usaha untuk membuat ragu-ragu atas kebenaran Alkitab.
Penerjemahan Alkitab direstui. bahkan didorong oleh Tuhan, Nabi, Imam, Yesus dan para Rasul, karena merupakan tradisi firman Tuhan sendiri, yaitu Firman Tuhan adalah hidup dan tidak dibatasi bahasa manusia. Perlu diketahui bahwa bahasa lbrani berkembang, baik kata-kata, gramatika, maupun kegunaannya, ada kalanya menjadi bahasa `mati' (tidak digunakan dalam percakapan) dan kemudian digunakan sebagai bahasa `hidup' (percakapan). Ketika Perjanjian Lama dalam bahasa lbrani sudah tidak dimengerti umat, Ezra menerjemahkannya ke dalam bahasa Aram (Targum, Neh.8:2-9), kemudian Imam Besar Eliezer merestui dan mengirimkan penerjemah untuk menerjemahkan naskah lbrani Perjanjian Lama ke dalam bahasa Yunani (LXX). Ketika hari Pentakosta, Roh Kudus sendiri menerjemahkan firman Tuhan ke banyak bahasa (Kis.2:4), dan Perjanjian Baru ditulis dalam bahasa Yunani dan bukan lbrani. Bila kita ingin menghindari penerjemahan dan kembali ke bahasa Alkitab, resikonya sama yaitu orang yang mempelajari bahasa asli Alkitab belum tentu mengertinya sama, karena itu lebih baik, sekalipun tidak sempurna, penerjemahan dilakukan oleh kumpulan spesialis yang ahli teologi dan bahasa agar ada keseragaman, dan mempelajari bahasa asli dapat merupakan penambahan pengertian yang saling melengkapi.

Walaupun ada keterbatasan bahasa terjemahan dalam Alkitab karena linguistik yg berbeda-beda itu, hal itu sudah cukup untuk membawa umat kepada iman akan Yesus yang adalah Messias dan agar mereka tetap hidup dalam Nama-Nya (Yoh. 20:30-31).
Sumber: www.sabda.org



Senin, 24 Desember 2012

Nubuat dan Penggenapan tentang Yohanes Pembabtis

Yohanes Pembabtis adalah orang yang memberitakan mengenai datangnya Yesus, sebelum Yesus mulai menyatakan diriNya.

Matius 3:1 "Pada waktu itu tampillah Yohanes Pembaptis di padang gurun Yudea dan memberitakan:
3:2 "Bertobatlah, sebab Kerajaan Sorga sudah dekat!"
3:3 Sesungguhnya dialah yang dimaksudkan nabi Yesaya ketika ia berkata: "Ada suara orang yang berseru-seru di padang gurun: Persiapkanlah jalan untuk Tuhan, luruskanlah jalan bagi-Nya."
3:4 Yohanes memakai jubah bulu unta dan ikat pinggang kulit, dan makanannya belalang dan madu hutan.
3:5 Maka datanglah kepadanya penduduk dari Yerusalem, dari seluruh Yudea dan dari seluruh daerah sekitar Yordan.
3:6 Lalu sambil mengaku dosanya mereka dibaptis oleh Yohanes di sungai Yordan."

Sesungguhnya, apa yang dilakukan Yohanes, telah dinubuatkan oleh nabi Yesaya dan Maleakhi, jauh sebelum ini.

Nubuat#1
Yesaya  40:3 Ada suara yang berseru-seru: "Persiapkanlah di padang gurun jalan untuk TUHAN, luruskanlah di padang belantara jalan raya bagi Allah kita!"

Digenapi oleh:
Matius  3:3 'Sesungguhnya dialah yang dimaksudkan nabi Yesaya ketika ia berkata: "Ada suara orang yang berseru-seru di padang gurun: Persiapkanlah jalan untuk Tuhan, luruskanlah jalan bagi-Nya."'

Nubuat#2
Maleakhi 3:1 "Lihat, Aku menyuruh utusan-Ku, supaya ia mempersiapkan jalan di hadapan-Ku! Dengan mendadak Tuhan yang kamu cari itu akan masuk ke bait-Nya! Malaikat Perjanjian yang kamu kehendaki itu, sesungguhnya, Ia datang, firman TUHAN semesta alam."

Digenapi oleh:
Markus 1:2 'Seperti ada tertulis dalam kitab nabi Yesaya: "Lihatlah, Aku menyuruh utusan-Ku mendahului Engkau, ia akan mempersiapkan jalan bagi-Mu;
1:3 ada suara orang yang berseru-seru di padang gurun: Persiapkanlah jalan untuk Tuhan, luruskanlah jalan bagi-Nya",
1:4 demikianlah Yohanes Pembaptis tampil di padang gurun dan menyerukan: "Bertobatlah dan berilah dirimu dibaptis dan Allah akan mengampuni dosamu."'

Demikian ajaibnya Alkitab.

Mengapa Katolik Berbeda dengan Kristen?

Di Indonesia, Agama Katolik dan Kristen merupakan 2 agama terpisah. Mengapa? Agama Katolik berbeda dengan Kristen dengan suatu kenyataan sejarah yang disebut dengan Reformasi Protestan.

Reformasi Protestan adalah gerakan reformasi umat Kristiani Eropa yang menjadikan Protestantisme sebuah cabang tersendiri dalam Agama Kristen pada masa itu. Gerakan ini bermula pada 1517 tatkala Martin Luther mempublikasikan Sembilan Puluh Lima Tesis, dan berakhir pada 1648.

Reformasi Protestan lahir sebagai sebuah upaya untuk mereformasi Gereja Katolik, diprakarsai oleh umat Katolik Eropa Barat yang menentang hal-hal yang menurut anggapan mereka adalah doktrin-doktrin palsu dan malapraktik gerejawi — khususnya ajaran dan penjualan indulgensi, serta simoni, jual-beli jabatan rohaniwan — yang menurut para reformator merupakan bukti kerusakan sistemik hirarki Gereja, termasuk Sri Paus.

Para pendahulu Martin Luther mencakup John Wycliffe dan Jan Hus, yang juga mencoba mereformasi Gereja Katolik. Reformasi Protestan berawal pada 31 Oktober 1517, di Wittenberg, Saxonia, tatkala Martin Luther memakukan Sembilan Puluh Lima Tesis mengenai Kuasa dan Efikasi Indulgensi pada daun pintu Gereja Semua Orang Kudus (yang berfungsi sebagai papan-pengumuman universitas pada masa itu), tesis-tesis tersebut memperdebatkan dan mengkritisi Gereja [Katolik] dan Sri Paus, tetapi berkonsentrasi pada penjualan indulgensi-indulgensi dan kebijakan-kebijakan doktrinal mengenai Purgatorium, Pengadilan Partikular, Mariologi (devosi pada Maria, ibunda Yesus), perantaraan-doa dan devosi pada Orang-Orang Kudus, sebagian besar sakramen, keharusan selibat bagi rohaniwan, termasuk monastisisme, dan otoritas Sri Paus. Reformator-reformator lain, seperti Ulrich Zwingli, segera mengikuti teladan Martin Luther.

Sumber: Wikipedia

Nubuatan di Perjanjian Lama tentang Kedatangan Yesus sebagai Mesias

Nubuat-nubuat dalam Perjanjian Lama mengenai Mesias secara unik tergenapi dalam diri Yesus Kristus. Ada ratusan nubuat mengenai hal ini, sehingga kemungkinan bahwa nubuat tersebut digenapi secara kebetulan pada satu orang biasa sangatlah bertentangan dengan hukum probabilitas.Beberapa dari nubuat tersebut sangatlah sulit digenapi, seolah-olah tidak dapat dipenuhi oleh seorang pun yang hidup setelah abad pertama Masehi.

Sebagai contoh, Yakub mengatakan, dalam Keluaran 49:10, "Tongkat kerajaan tidak akan beranjak dari Yehuda, ataupun lambang pemerintahan dari antara kakinya, sampai Shiloh datang." Nama "Shiloh" adalah gelar untuk Mesias, dan nubuat menyatakan bahwa suku Yehuda akan tetap menjadi pemimpin bangsa di Israel, secara khusus menghasilkan raja-raja mereka, sampai Mesias datang. Nubuat sudah digenapi sebelum kehancuran Yehuda dan Yerusalem pada tahun 70 Masehi, ketika semua tongkat kerajaan telah meninggalkan Yehuda.

Janji juga diberikan kepada Raja Daud bahwa Mesias akan datang sebagai salah satu keturunannya, sebagai Raja abadi, seperti dikatakan Tuhan, "Dialah yang akan mendirikan rumah bagi nama-Ku dan aku akan mengokohkan tahta kerajaannya untuk selama-lamanya" (II Samuel 7:13). Yesaya mengatakan, "Suatu tunas akan keluar dari tunggul Isai (yaitu ayah Daud), dan taruk yang akan tumbuh dari pangkalnya akan berbuah" (Yesaya 11:1). Ini adalah nama yang lain lagi untuk Mesias, dan menunjukkan bahwa, bahkan setelah pohon keluarga Isai terputus, masih ada satu cabang (taruk) yang tumbuh dari tunggulnya. Ternyata cabang terakhir yang muncul dari silsilah ini akhirnya terbukti merupakan Mesias terjanji!

Ini digenapi secara unik dalam diri Yesus. Ayah angkatnya, Yosef, adalah keturunan Daud dan karenanya mempunyai hak atas tahta (Matius 1:1-16). Ibunya, Maria, juga keturunan Daud, seperti dijelaskan dalam silsilah dalam Lukas 3:23-31. Tetapi sejak masa Yesus, tampaknya tidak mungkin untuk dapat merunut silsilah resmi atau biologis tahta Daud, karena semua catatan silsilah akan segera dihancurkan setelahnya.

Nubuat yang lebih menusuk terdapat dalam Daniel 9:24-27. Dalam ayat itu Daniel menyatakan secara eksplisit bahwa Mesias akan datang 69 "sabat" (yaitu, 69 tahun sabat - atau total 483 tahun) setelah dekrit yang diberikan untuk membangun kembali Yerusalem, yang saat itu tinggal reruntuhan setelah Nebukadnezar, raja Babilonia, menghancurkannya.

Dekrit semacam itu diberikan kemudian oleh kaisar Persia. Walaupun tanggal yang pasti dari dekrit itu tidak diketahui dengan jelas, tanggal terakhir dari nubuat pasti suatu waktu dalam abad pertama Masehi. Sesungguhnya, hal itu pasti terjadi sebelum penghancuran kota dan Bait Allah oleh Romawi pada tahun 70 Masehi, sebab nubuat mengatakan secara eksplisit: "Setelah keenam puluh dua kali tujuh masa itu akan disingkirkan seorang Mesias, padahal tidak ada salahnya apa-apa; maka datanglah rakyat seorang raja memusnahkan kota dan tempat kudus itu" (Daniel 9:26). Bukan saja Mesias pasti datang sebelum pemusnahan kota ini, tetapi juga disebutkan bahwa Dia "disingkirkan", ditolak atau dibunuh, sebelum pemusnahan itu.

Sangat jelas bahwa tidak ada orang lain selain Yesus yang dapat menggenapi semua nubuat itu. Nubuat-nubuat tersebut jelas tidak memungkinkan Mesias di masa mendatang, kecuali bahwa harapan itu akan dipenuhi pada kedatangan kembali Kristus.

Dan kemudian, tentu saja, masih ada ratusan nubuat yang lain, semuanya tergenapi dalam diri Yesus Kristus: kelahiran-Nya dari seorang perawan (Yesaya 7:14); kelahiran-Nya di Betlehem (Mikha 5:2); kematian-Nya yang dikorbankan (Yesaya 53:5); penyaliban-Nya (Mazmur 22:14-18); kebangkitan badan-Nya (Mazmur 16:10); dan banyak lainnya. Semua itu bersatu dalam kesaksian mereka bahwa "Yesus adalah Kristus, Putra Allah" (Yohanes 20:31).

Kemungkinan bahwa ratusan prediksi yang begitu rinci, masing-masing saling tidak berhubungan, dapat tergenapi secara bersamaan dalam diri satu orang, amat sangat tidak mungkin terjadi, terutama dari pandangan mukjizat alami yang menyertai banyak di antaranya (yaitu, kelahiran dari seorang perawan, kebangkitan, dll.). Tidak ada kesimpulan yang rasional yang mungkin kecuali bahwa Yesus adalah semua yang dikatakan-Nya - Mesias, Penebus, Tuhan dan Allah.

Sumber: http://christiananswers.net

Minggu, 23 Desember 2012

Mengapa Natal Dirayakan tgl.25 Desember?


Hingga abad ke-4, hari ulang tahun Yesus dirayakan pada tanggal 6 Januari. Bagi penganut Sol Invictus di Romawi, hari penting mereka adalah 25 Desember yang merupakan hari perayaan Natalis Invictus (kelahiran kembali matahari). Kemudian agama Kristen menyatukan diri dengan pemerintah Romawi pada masa raja Konstantin dan menentukannya sebagai agama negara. Itulah yang membuat Konstantin terkenal sebagai raja Roma yang mengubah kerajaan Romawi dari penyembah berhala menjadi kerajaan Kristen.
Sejak saat itu dan sampai sekarang, 2000 tahun kemudian, tanggal 25 Desember dijadikan sebagai peringatan lahirnya Yesus.

Tetapi, diluar dari berbagai kontroversi mengenai tanggal dan asal mula hari Natal, orang yang mengimani iman Kristen tidaklah ambil pusing dengan banyaknya informasi seperti ini. Melalui iman kita percaya bahwa Yesus selalu lahir setiap hari di dalam hati kita, dan ini adalah hal yg terpenting.

Mengapa umat Kristen merayakan Natal?
Kalau kita ditanya, 'mengapa kita merayakan hari ulang tahun ibu atau bapak kita'? Maka jawaban terhadap pertanyaan ini merupakan juga jawaban mengenai Natal. Natal merupakan tonggak rencana penyelamatan umat manusia. Bila Yesus tidak datang atau lahir ke dunia, maka tidak ada keselamatan kekal. Keselamatan ini tidaklah dibuat-buat oleh manusia, atau rekayasa dari pendeta, atau agama Kristen. Tetapi sudah merupakan rencana Allah, yang tertuang dalam firmanNya:

Yohanes 3:16 "Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.
3:17 Sebab Allah mengutus Anak-Nya ke dalam dunia bukan untuk menghakimi dunia, melainkan untuk menyelamatkannya oleh Dia.
3:18 Barangsiapa percaya kepada-Nya, ia tidak akan dihukum; barangsiapa tidak percaya, ia telah berada di bawah hukuman, sebab ia tidak percaya dalam nama Anak Tunggal Allah.
3:19 Dan inilah hukuman itu: Terang telah datang ke dalam dunia, tetapi manusia lebih menyukai kegelapan dari pada terang, sebab perbuatan-perbuatan mereka jahat.
3:20 Sebab barangsiapa berbuat jahat, membenci terang dan tidak datang kepada terang itu, supaya perbuatan-perbuatannya yang jahat itu tidak nampak;
3:21 tetapi barangsiapa melakukan yang benar, ia datang kepada terang, supaya menjadi nyata, bahwa perbuatan-perbuatannya dilakukan dalam Allah."

Rabu, 19 Desember 2012

Apakah Paulus itu rasul Allah?

Sejarah pertobatan Paulus sbb:

Kisah 9:1 "Sementara itu berkobar- kobar hati Saulus untuk mengancam dan membunuh murid- murid Tuhan. Ia menghadap Imam Besar,
2 dan meminta surat kuasa dari padanya untuk dibawa kepada majelis- majelis Yahudi di Damsyik, supaya, jika ia menemukan laki- laki atau perempuan yang mengikuti Jalan Tuhan, ia menangkap mereka dan membawa mereka ke Yerusalem.
3 Dalam perjalanannya ke Damsyik, ketika ia sudah dekat kota itu, tiba- tiba cahaya memancar dari langit mengelilingi dia.
4 Ia rebah ke tanah dan kedengaranlah olehnya suatu suara yang berkata kepadanya: " Saulus, Saulus, mengapakah engkau menganiaya Aku? "
5 Jawab Saulus: " Siapakah Engkau, Tuhan? " Kata- Nya: " Akulah Yesus yang kauaniaya itu.
6 Tetapi bangunlah dan pergilah ke dalam kota, di sana akan dikatakan kepadamu, apa yang harus kauperbuat. "
7 Maka termangu- mangulah teman- temannya seperjalanan, karena mereka memang mendengar suara itu, tetapi tidak melihat seorang jugapun. "

Saulus yang berubah nama menjadi Paulus adalah orang yang mula-mula mengadakan penganiayaan terhadap pengikut Yesus. Dalam suatu titik balik dalam hidupnya, Paulus dipanggil langsung oleh Tuhan dalam suatu perjumpaan dengan Yesus di perjalanannya ke Damsyik. Jadi Paulus bukan dengan keinginannya sendiri menjadi rasul, tetapi adalah suatu panggilan langsung.

Tidak mudah mengubah orang yang radikal menentang kekristenan menjadi seorang pengikut Kristus. Paulus adalah salah satu pembuktian yang ajaib bahwa kuasa Allah benar ada, yang dapat mengubah seseorang 180 derajat, dari seorang yang kejam, menjadi seorang rasul Allah.

Sabtu, 17 November 2012

Bagaimana Perbedaan Sejarah Ishak dan Ismail?

Ismail adalah anak Hagar, salah satu hamba Ibrahim (Abram-Alkitab).

Berikut kutipan dari Alkitab:
Kejadian 16:1 "Adapun Sarai, isteri Abram itu, tidak beranak. Ia mempunyai seorang hamba perempuan, orang Mesir, Hagar namanya.
2 Berkatalah Sarai kepada Abram: " Engkau tahu, TUHAN tidak memberi aku melahirkan anak. Karena itu baiklah hampiri hambaku itu; mungkin oleh dialah aku dapat memperoleh seorang anak. " Dan Abram mendengarkan perkataan Sarai.
3 Jadi Sarai, isteri Abram itu, mengambil Hagar, hambanya, orang Mesir itu,-- yakni ketika Abram telah sepuluh tahun tinggal di tanah Kanaan--, lalu memberikannya kepada Abram, suaminya, untuk menjadi isterinya.
4 Abram menghampiri Hagar, lalu mengandunglah perempuan itu. Ketika Hagar tahu, bahwa ia mengandung, maka ia memandang rendah akan nyonyanya itu.
5 Lalu berkatalah Sarai kepada Abram: " Penghinaan yang kuderita ini adalah tanggung jawabmu; akulah yang memberikan hambaku ke pangkuanmu, tetapi baru saja ia tahu, bahwa ia mengandung, ia memandang rendah akan aku; TUHAN kiranya yang menjadi Hakim antara aku dan engkau. "
6 Kata Abram kepada Sarai: " Hambamu itu di bawah kekuasaanmu; perbuatlah kepadanya apa yang kaupandang baik. " Lalu Sarai menindas Hagar, sehingga ia lari meninggalkannya.
7 Lalu Malaikat TUHAN menjumpainya dekat suatu mata air di padang gurun, yakni dekat mata air di jalan ke Syur.
8 Katanya: " Hagar, hamba Sarai, dari manakah datangmu dan ke manakah pergimu? " Jawabnya: " Aku lari meninggalkan Sarai, nyonyaku. "
9 Lalu kata Malaikat TUHAN itu kepadanya: " Kembalilah kepada nyonyamu, biarkanlah engkau ditindas di bawah kekuasaannya. "
10 Lagi kata Malaikat TUHAN itu kepadanya: " Aku akan membuat sangat banyak keturunanmu, sehingga tidak dapat dihitung karena banyaknya. "
11 Selanjutnya kata Malaikat TUHAN itu kepadanya: " Engkau mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki- laki dan akan menamainya Ismael, sebab TUHAN telah mendengar tentang penindasan atasmu itu.
12 Seorang laki- laki yang lakunya seperti keledai liar, demikianlah nanti anak itu; tangannya akan melawan tiap- tiap orang dan tangan tiap- tiap orang akan melawan dia, dan di tempat kediamannya ia akan menentang semua saudaranya. "
13 Kemudian Hagar menamakan TUHAN yang telah berfirman kepadanya itu dengan sebutan: " Engkaulah El- Roi. " Sebab katanya: " Bukankah di sini kulihat Dia yang telah melihat aku? "
14 Sebab itu sumur tadi disebutkan orang: sumur Lahai- Roi; letaknya antara Kadesh dan Bered.
15 Lalu Hagar melahirkan seorang anak laki- laki bagi Abram dan Abram menamai anak yang dilahirkan Hagar itu Ismael.
16 Abram berumur delapan puluh enam tahun, ketika Hagar melahirkan Ismael baginya."

Sarai, istri Ibrahim, akhirnya juga melahirkan anak bernama Ishak, yg menjadi penerus keturunannya, dan yg silsilahnya kemudian sampai kepada Yesus Kristus.

Sedangkan Ismail merupakan moyang dari keturunan beragama Muslim. Tuhan yang disebut El-Roi merupakan cikal bakal panggilan 'Alloh' sampai saat ini.