Empat Injil sudah memberitahukan bahwa Isa (Yesus) akan menderita, dan penderitaan Yesus itu untuk menggenapi segala yang telah dinubuatkan Allah melalui para nabi sebagaimana tercantum dalam kitab-kitab Perjanjian Lama.
Jika Yesus melarikan diri, atau dengan kata lain ditolong oleh Allah naik ke langit dan Allah mengubah wajah seseorang (katakan Yudas) menjadi Yesus, sehingga yang ditangkap dan disalib adalah Yudas, itu sama saja dengan Tuhan yang merusak rencana-Nya sendiri, karena Allah telah menubuatkan melalui para nabi, bahwa Anak Manusia akan menderita dan serahkan kepada orang-orang yang tidak mengenal Allah.
Ini sama dengan orang yang telah membuat sebuah rencana matang, lalu di kemudian hari ia merusaknya sendiri. Allah adalah Allah yang membuat rencana dan rencana-Nya tidak akan dapat digagalkan oleh siapapun dan tidak mungkin diubah oleh-Nya, karena Ia maha tahu. Jika Allah yang telah membuat rencana, dan rencana-Nya kemudian diubah oleh-Nya oleh karena mungkin ada yang kurang baik dari rencana yang telah Ia buat, maka itu menunjukkan bahwa Allah yang demikian adalah Allah yang kurang maha tahu.
Lalu rencana matang apakah dengan kematian Yesus di atas kayu salib? Rencana matang itu adalah:
Kematian Tuhan Yesus di atas kayu salib untuk menebus dosa kita, sebagaimana diterangkan dalam surat Roma 5:
Akan tetapi Allah menunjukkan kasih-Nya kepada kita, oleh karena Kristus telah mati untuk kita, ketika kita masih berdosa. Juga tertera dalam 1 Korintus 15:3-6. Ini artinya, kematian Tuhan Yesus di atas kayu salib adalah untuk menghapus dan menebus dosa-dosa kita. Ia adalah Tuhan, Juruselamat kita yang perkasa.
Dalam Lukas 18:31-34:
Yesus memanggil kedua belas murid-Nya, lalu berkata kepada mereka: "Sekarang kita pergi ke Yerusalem dan segala sesuatu yang ditulis oleh para nabi mengenai Anak Manusia akan digenapi.
Sebab Ia akan diserahkan kepada bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah, diolok-olokkan, dihina dan diludahi,
dan mereka menyesah dan membunuh Dia, dan pada hari ketiga Ia akan bangkit."
Akan tetapi mereka sama sekali tidak mengerti semuanya itu; arti perkataan itu tersembunyi bagi mereka dan mereka tidak tahu apa yang dimaksudkan.
Oleh karena pekerjaan Roh Kudus, maka kita boleh mengerti mengapa Tuhan Yesus harus mati di kayu salib. Itu bukan berarti bahwa Ia tidak mampu menolong diri-Nya sendiri, tetapi setiap dosa harus ada penebusan. Karena Allah adalah Allah Yang Maha Suci, sehingga tidak ada kemungkinan manusia yang sudah jatuh dalam dosa dapat menghampiri Allah. Kita dapat datang menghampiri Allah yang Maha Suci, apabila diri kita juga suci. Dan yang menyucikan kita adalah darah Yesus. Darah melambangkan hidup, oleh karena itu dalam Perjanjian Lama ada darah binatang yang dialirkan untuk berdamai dengan Allah dan penggenapannya adalah Darah Anak Allah sendiri, yaitu Yesus yang dialirkan untuk menebus dosa kita.
Dalam Matius 27:1-5, dijelaskan mengenai penyesalan Yudas yang telah menjual Yesus, bahwa ia mati bunuh diri. Ia menyesal, tetapi tidak bertobat. Sedangkan Petrus, yang telah menyangkal Yesus, menyesal dan bertobat. Kematian Yudas pun tertera dalam surat Kisah Para Rasul 1:18.
Laman ini dipersembahkan bagi Anda
Halaman ini dipersembahkan bagi Anda. Sebelum Anda dilahirkan, Allah merencanakan saat ini dalam kehidupan Anda. Bukan kebetulan kalau Anda sedang berada pada halaman ini.
Tahukah Anda, Tuhan sangat senang berada di dekat Anda. Dia sangat mengasihi Anda, dan ingin bersama Anda. Karena kasihNya yang begitu besar, Ia rela melakukan perjalanan paling jauh yang pernah ada. Ia meninggalkan sorga, untuk bisa bersama-sama dengan Anda di bumi ini.
"Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal." (Yohanes 3:16)
Dia mengasihi Anda pada hari-hari baik Anda.
Dia mengasihi Anda pada hari-hari buruk Anda.
Kasih-Nya tidak terpengaruh oleh tanggapan Anda.
Allah adalah kasih, dan kasih-Nya diberikan tak terbatas.
Yesus datang kepada orang-orang berdosa agar mereka bertobat dan memperoleh pengampunan. Yesus sangat mengasihi Anda karena Anda adalah buatan tanganNya. Yesus ingin berada di hati Anda.
Bila Anda mengatakan 'YA Tuhan, aku ingin mendapatkan keselamatan kekal itu', caranya hanya satu yaitu dengan percaya kepada Yesus dan mengikuti firman-Nya. Berikan hati Anda dan ucapkan doa singkat berikut :
Yesus, aku datang kepadaMu dalam namaMu. Aku adalah orang berdosa dan aku percaya bahwa Engkau telah mati untuk menebus dosaku. Dan Engkau telah bangkit untuk membawa aku kepada hidup yang kekal.
Terima kasih, Yesus. Sucikan dosaku dengan darahMu yang kudus. Jadilah Juruselamat pribadiku saat ini. Itulah keinginanku.
Dengan ini aku mengundang Engkau masuk ke dalam hatiku dan mengubah hidupku. Pintu hatiku terbuka untuk-Mu sehingga dalam hatiku Engkau berada. Aku ingin mengenalMu lebih jauh dan menjadi murid-Mu. Ya Tuhan, bimbinglah aku ke dalam kebenaranMu. Amin.
YA, Apa yang harus saya lakukan selanjutnya? >>
YA, Saya ingin tahu mengenai keselamatan kekal >>
Tidak, Saya ingin tahu terlebih dahulu mengenai dasar Kekristenan >>
Tidak, Saya ingin tahu terlebih dahulu siapakah Yesus itu? >>
Tahukah Anda, Tuhan sangat senang berada di dekat Anda. Dia sangat mengasihi Anda, dan ingin bersama Anda. Karena kasihNya yang begitu besar, Ia rela melakukan perjalanan paling jauh yang pernah ada. Ia meninggalkan sorga, untuk bisa bersama-sama dengan Anda di bumi ini.
"Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal." (Yohanes 3:16)
Dia mengasihi Anda pada hari-hari baik Anda.
Dia mengasihi Anda pada hari-hari buruk Anda.
Kasih-Nya tidak terpengaruh oleh tanggapan Anda.
Allah adalah kasih, dan kasih-Nya diberikan tak terbatas.
Yesus datang kepada orang-orang berdosa agar mereka bertobat dan memperoleh pengampunan. Yesus sangat mengasihi Anda karena Anda adalah buatan tanganNya. Yesus ingin berada di hati Anda.
Bila Anda mengatakan 'YA Tuhan, aku ingin mendapatkan keselamatan kekal itu', caranya hanya satu yaitu dengan percaya kepada Yesus dan mengikuti firman-Nya. Berikan hati Anda dan ucapkan doa singkat berikut :
Yesus, aku datang kepadaMu dalam namaMu. Aku adalah orang berdosa dan aku percaya bahwa Engkau telah mati untuk menebus dosaku. Dan Engkau telah bangkit untuk membawa aku kepada hidup yang kekal.
Terima kasih, Yesus. Sucikan dosaku dengan darahMu yang kudus. Jadilah Juruselamat pribadiku saat ini. Itulah keinginanku.
Dengan ini aku mengundang Engkau masuk ke dalam hatiku dan mengubah hidupku. Pintu hatiku terbuka untuk-Mu sehingga dalam hatiku Engkau berada. Aku ingin mengenalMu lebih jauh dan menjadi murid-Mu. Ya Tuhan, bimbinglah aku ke dalam kebenaranMu. Amin.
YA, Apa yang harus saya lakukan selanjutnya? >>
YA, Saya ingin tahu mengenai keselamatan kekal >>
Tidak, Saya ingin tahu terlebih dahulu mengenai dasar Kekristenan >>
Tidak, Saya ingin tahu terlebih dahulu siapakah Yesus itu? >>
Tampilkan postingan dengan label Siapakah Yesus. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Siapakah Yesus. Tampilkan semua postingan
Selasa, 13 Oktober 2015
Selasa, 29 September 2015
Apakah Yesus Pernah Menyebut DiriNya Tuhan dan Sembahlah Aku?
Apabila ada iblis yang menjelma jadi malaikat dan berkata 'Akulah Tuhan. Sembahlah Aku!' maka apakah Anda akan menyembah dia?
Anda harus BERANI mengujinya dulu dari AJARANNYA dan BUAH PERBUATANNYA.
Yesus berkata 'Kasihilah musuhmu.' (Matius 5:44; Lukas 6:27), BUKAN 'Kasihilah sesama kawananmu, dan bencilah musuhmu.'
Yesus berkata bahwa 'Berzinah adalah dosa, walaupun hanya dilakukan dalam hati.' (Matius 5:28), BUKAN 'Tidak apa-apa tidak setia pada istri pertama, kawinlah sebanyak 2, 3 atau 4, atau setubuhi budak-budakmu.'
Yesus berkata bahwa 'Orang yang sudah disatukan di hadapan TUHAN, tidak boleh diceraikan manusia. Perkawinan adalah suci, tidak boleh dibuat main-main.' (Matius 5:32; Matius 19:6; Lukas 16:18), BUKAN 'Seorang pria boleh gonta-ganti istri (atau menceraikan istri dengan seenaknya bila bosan).'
Yesus berkata bahwa 'Kasihilah istrimu. Umat Tuhan haruslah saling mengasihi.' (Ef 5:28; Yoh 13:34), BUKAN 'Pukullah istrimu! Kurunglah mereka seumur hidup! Wanita adalah sekedar obyek kenikmatan, bukan patner yang sederajat.'
Yesus berkata bahwa 'Jangan bersumpah. Berkatalah yang benar, kalau Iya katakan Iya, kalau Tidak katakan Tidak.' (Matius 15:19; Matius 5:34-37), BUKAN 'Allah tidak menghukum kamu disebabkan sumpahmu yang tidak dimaksud (untuk bersumpah), tetapi Allah menghukum kamu disebabkan (sumpahmu) yang disengaja (untuk bersumpah) oleh hatimu. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyantun.'
Hal-hal di atas hanyalah sebagian kecil saja ajaran Yesus. Dengan demikian, dari ajaran Yesus kita bisa menentukan, apakah Yesus adalah TUHAN atau bukan, serta ajaran siapa yang mengajarkan HAL-HAL BAIK, dan ajaran siapa yang mengajarkan HAL-HAL SETAN.
Sumber: http://islamdalamfakta.blogspot.co.id/2013/01/perbedaan-mendasar-pandangan-yesus-dan.html
Anda harus BERANI mengujinya dulu dari AJARANNYA dan BUAH PERBUATANNYA.
Yesus berkata 'Kasihilah musuhmu.' (Matius 5:44; Lukas 6:27), BUKAN 'Kasihilah sesama kawananmu, dan bencilah musuhmu.'
Yesus berkata bahwa 'Berzinah adalah dosa, walaupun hanya dilakukan dalam hati.' (Matius 5:28), BUKAN 'Tidak apa-apa tidak setia pada istri pertama, kawinlah sebanyak 2, 3 atau 4, atau setubuhi budak-budakmu.'
Yesus berkata bahwa 'Orang yang sudah disatukan di hadapan TUHAN, tidak boleh diceraikan manusia. Perkawinan adalah suci, tidak boleh dibuat main-main.' (Matius 5:32; Matius 19:6; Lukas 16:18), BUKAN 'Seorang pria boleh gonta-ganti istri (atau menceraikan istri dengan seenaknya bila bosan).'
Yesus berkata bahwa 'Kasihilah istrimu. Umat Tuhan haruslah saling mengasihi.' (Ef 5:28; Yoh 13:34), BUKAN 'Pukullah istrimu! Kurunglah mereka seumur hidup! Wanita adalah sekedar obyek kenikmatan, bukan patner yang sederajat.'
Yesus berkata bahwa 'Jangan bersumpah. Berkatalah yang benar, kalau Iya katakan Iya, kalau Tidak katakan Tidak.' (Matius 15:19; Matius 5:34-37), BUKAN 'Allah tidak menghukum kamu disebabkan sumpahmu yang tidak dimaksud (untuk bersumpah), tetapi Allah menghukum kamu disebabkan (sumpahmu) yang disengaja (untuk bersumpah) oleh hatimu. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyantun.'
Hal-hal di atas hanyalah sebagian kecil saja ajaran Yesus. Dengan demikian, dari ajaran Yesus kita bisa menentukan, apakah Yesus adalah TUHAN atau bukan, serta ajaran siapa yang mengajarkan HAL-HAL BAIK, dan ajaran siapa yang mengajarkan HAL-HAL SETAN.
Sumber: http://islamdalamfakta.blogspot.co.id/2013/01/perbedaan-mendasar-pandangan-yesus-dan.html
Sabtu, 15 Agustus 2015
Sekali Lagi: Adakah Pernyataan Yesus sebagai Tuhan?
Berikut adalah pernyataan Yesus sebagai Tuhan dan Pencipta:
Yesus membongkar Identitas aslinya. bahwa Dia adalah Tuhan Allah, Yahweh sang Pencipta. Ini tertulis dalam "Yohanes 8 : 58".
"Kata Yesus kepada mereka: ' Aku berkata kepadamu, sesungguhnya sebelum Abraham jadi, Aku telah ada. '" - Yohanes 8:58
Dalam bahasa Indonesia memang seperti tidak ada Istimewanya, "Aku telah Ada". dalam English Versionnya " I Am".
"Jesus said to them, Truly, truly, I say to you, Before Abraham came into being, I AM!" - John 8:58
Tapi tahukah Anda apa tulisannya dalam bahasa aslinya ? εγω ειμι
"EGO EIMI". Yang jika di translate kedalam Bahasa Ibrani adalah YHWH.
Dasyaat! Luar biasa bukan...!!
Jika Anda mencari statement Yesus adalah Tuhan, maka Yesus memberikan jauh lebih besar dari yang Anda minta, yaitu YAHWEH.
Kita tau Allah itu banyak. ada allah-allahan, ada Allah swt, dll. Tp itu semua lewat...!! Sebab yang ini jauh lebih dahsyat. yaitu TUHAN ALLAH (Yahweh), yang diakui semua agama samawi, sebagai Tuhan yang benar & Mahakuasa, dan PENCIPTA.
Luar biasa! Jadi jelaslah sudah, bahwa Yesus itu adalah Yahwe itu sendiri. Dialah Tuhan Pencipta!
Yesus membongkar Identitas aslinya. bahwa Dia adalah Tuhan Allah, Yahweh sang Pencipta. Ini tertulis dalam "Yohanes 8 : 58".
"Kata Yesus kepada mereka: ' Aku berkata kepadamu, sesungguhnya sebelum Abraham jadi, Aku telah ada. '" - Yohanes 8:58
Dalam bahasa Indonesia memang seperti tidak ada Istimewanya, "Aku telah Ada". dalam English Versionnya " I Am".
"Jesus said to them, Truly, truly, I say to you, Before Abraham came into being, I AM!" - John 8:58
Tapi tahukah Anda apa tulisannya dalam bahasa aslinya ? εγω ειμι
"EGO EIMI". Yang jika di translate kedalam Bahasa Ibrani adalah YHWH.
Dasyaat! Luar biasa bukan...!!
Jika Anda mencari statement Yesus adalah Tuhan, maka Yesus memberikan jauh lebih besar dari yang Anda minta, yaitu YAHWEH.
Kita tau Allah itu banyak. ada allah-allahan, ada Allah swt, dll. Tp itu semua lewat...!! Sebab yang ini jauh lebih dahsyat. yaitu TUHAN ALLAH (Yahweh), yang diakui semua agama samawi, sebagai Tuhan yang benar & Mahakuasa, dan PENCIPTA.
Luar biasa! Jadi jelaslah sudah, bahwa Yesus itu adalah Yahwe itu sendiri. Dialah Tuhan Pencipta!
Selasa, 11 Agustus 2015
Mengapa Yesus Harus Mati? Mengapa Tuhan Bisa Mati di Tangan Manusia?
Mengapa Yesus mati disalib? Mengapa Tuhan Kristen demikian lemahnya? Kalau Dia Tuhan, mengapa Dia tidak menggunakan kuasaNya utk membinasakan mereka yg menyalibkanNya dalam sekejap, lalu Ia membebaskan diriNya sendiri?
Bukankan setiap orang lebih menyukai kisah yg seperti itu? Well, itu bukan kasih Allah namanya. Itu KESOMBONGAN. Itu namanya PAMER kuasa.
Sejak jaman Isa, banyak orang yang mempertentangkan kematianNya di atas salib dan kebangkitanNya dari antara orang mati. Mengapa Allah menuntut Isa, seorang manusia yang sempurna, untuk mati? Al Qur'an menasihati Anda untuk mencari jawabannya di dalam Alkitab (Sura 10:94).
(1) Hukuman dosa adalah kematian
Ketika Adam dan Hawa melanggar perintah Allah di Firdaus, Allah harus menghukum mereka. Alah adalah hakim yang adil, yang tidak mengabaikan dosa. Mati dalam neraka adalah hukuman yang adil untuk dosa. "Sebab upah dosa ialah maut; tetapi karunia Allah ialah hidup yang kekal dalam Kristus Yesus, Tuhan kita." (Roma 6:23) Perbuatan amal sekalipun tidak mampu untuk memperbaiki segala dosa yang telah kita lakukan terhadap Allah yang suci. Dibandingkan dengan kebaikanNya, "Segala kesalehan kami seperti kain kotor" (Yesaya 64:6)
Sejak dosa Adam, setiap orang telah berdosa dan tidak taat kepada hukum Allah yang adil. "Karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah," (Roma 3:23). Dosa bukan hanya hal-hal yang besar seperti membunuh atau menghujat, tapi juga termasuk berdusta, tamak dan mencuri. Bahkan cinta uang atau membenci musuh adalah dosa. Karena dosa setiap orang akan mengalami kematian – terpisah dari Allah untuk selamanya di dalam neraka.
(2) Janji itu menuntut kematian yang tak bernoda
Sekalipun Allah mengusir Adam dan Hawa dari Taman Firdaus, Allah tidak membiarkan mereka begitu saja. Allah berjanji untuk mengirimkan Korban yang tak berdosa untuk menanggung hukuman yang sepatutnya mereka tanggung (Kejadian 3:15). Sebelum saat itu tiba, orang-orang akan mempersembahkan domba yang tak bersalah sebagai korban pengganti untuk menanggung hukuman mereka. Mengorbankan binatang menunjukkan pengakuan bahwa dosa mereka mengakibatkan kematian, dan juga penyesalan akan dosa mereka dan iman akan Korban yang akan datang dari Allah yang akan menanggung hukuman dosa mereka. Allah menegaskan kembali janjiNya mengenai Korban yang sempurna ini dengan orang-orang seperti Abraham (Ibrahim) dan Musa.
(3) Nabi-nabi menubuatkan kematian Yesus
Dari Adam sampai Isa, Allah mengutus para nabi kepada umat manusia untuk memperingatkan mereka akan hukuman dosa dan menubuatkan (mewahyukan) kedatangan Juruselamat. 700 tahun sebelum Juruselamat dilahirkan, nabi Yesaya menggambarkan Dia:
"Siapakah yang percaya kepada berita yang kami dengar, dan kepada siapakah tangan kekuasaan TUHAN dinyatakan? Sebagai taruk ia tumbuh di hadapan TUHAN dan sebagai tunas dari tanah kering. Ia tidak tampan dan semaraknyapun tidak ada sehingga kita memandang dia, dan rupapun tidak, sehingga kita menginginkannya. Ia dihina dan dihindari orang, seorang yang penuh kesengsaraan dan yang biasa menderita kesakitan; ia sangat dihina, sehingga orang menutup mukanya terhadap dia dan bagi kitapun dia tidak masuk hitungan. Tetapi sesungguhnya, penyakit kitalah yang ditanggungnya, dan kesengsaraan kita yang dipikulnya, padahal kita mengira dia kena tulah, dipukul dan ditindas Allah. Tetapi dia tertikam oleh karena pemberontakan kita, dia diremukkan oleh karena kejahatan kita; ganjaran yang mendatangkan keselamatan bagi kita ditimpakan kepadanya, dan oleh bilur-bilurnya kita menjadi sembuh. Kita sekalian sesat seperti domba, masing-masing kita mengambil jalannya sendiri, tetapi TUHAN telah menimpakan kepadanya kejahatan kita sekalian. Dia dianiaya, tetapi dia membiarkan diri ditindas dan tidak membuka mulutnya seperti anak domba yang dibawa ke pembantaian; seperti induk domba yang kelu di depan orang-orang yang menggunting bulunya, ia tidak membuka mulutnya. Sesudah penahanan dan penghukuman ia terambil, dan tentang nasibnya siapakah yang memikirkannya? Sungguh, ia terputus dari negeri orang-orang hidup, dan karena pemberontakan umat-Ku ia kena tulah. Orang menempatkan kuburnya di antara orang-orang fasik, dan dalam matinya ia ada di antara penjahat-penjahat, sekalipun ia tidak berbuat kekerasan dan tipu tidak ada dalam mulutnya. Tetapi TUHAN berkehendak meremukkan dia dengan kesakitan. Apabila ia menyerahkan dirinya sebagai korban penebus salah, ia akan melihat keturunannya, umurnya akan lanjut, dan kehendak TUHAN akan terlaksana olehnya. Sesudah kesusahan jiwanya ia akan melihat terang dan menjadi puas; dan hamba-Ku itu, sebagai orang yang benar, akan membenarkan banyak orang oleh hikmatnya, dan kejahatan mereka dia pikul. Sebab itu Aku akan membagikan kepadanya orang-orang besar sebagai rampasan, dan ia akan memperoleh orang-orang kuat sebagai jarahan, yaitu sebagai ganti karena ia telah menyerahkan nyawanya ke dalam maut dan karena ia terhitung di antara pemberontak-pemberontak, sekalipun ia menanggung dosa banyak orang dan berdoa untuk pemberontak-pemberontak" (Yesaya 53:1-12)
Sang nabi membandingkan datangnya sang Korban dengan seekor domba, disembelih karena dosa-dosa orang lain.
Berabad-abad kemudian, nubuat Yesaya dipenuhi dalam diri Tuhan Yesus yang sempurna, lahir dari anak dara Maria. Yesus tidak memiliki ayah secara lahiriah karena Dia berasal dari Allah. Ketika nabi Yohanes Pembaptis melihat Dia, Dia berseru, "Lihatlah Anak domba Allah, yang menghapus dosa dunia." (Yohanes 1:29)
(4) Allah mengorbankan Yesus untuk dosa - Puncak penggenapan Janji Allah
Dengan mengutus Yesus ke dalam dunia, Allah memenuhi janjiNya akan Juruselamat dari dosa. Berbeda dengan kita, Yesus tidak pernah berdosa. Karena itu Allah mengorbankan Yesus sebagai pengganti kita yang sempurna. Dia menanggung hukuman yang sepantasnya kita tanggung, kematian. "Dia yang tidak mengenal dosa telah dibuat-Nya menjadi dosa karena kita, supaya dalam Dia kita dibenarkan oleh Allah." (2 Korintus 5:21). Oleh karena itu Yesus lebih dari sekedar seorang Nabi. Allah membuat Dia menjadi Juruselamat dan Tuhan (lihat Filipi 2:6-11)
Selama hidupNya orang banyak berbondong-bondong datang kepadaNya untuk kesembuhan dan pengajaranNya. Pada waktu yang telah ditentukan Allah, Allah menyerahkan Yesus untuk dikorbankan bagi dosa. Orang banyak berseru, "Salibkan Dia!" Tentara memukul, mengejek dan menyalibkan Dia. Sebagaimana telah dinubuatkan Yesaya, Yesus disalibkan di antara dua orang penjahat dan dikuburkan dalam kubur orang kaya. Namun Dia tidak tetap tinggal dalam kuburan. Karena Allah telah menerima korbanNya, Allah menggenapi nubuat lainnya dengan membangkitkan Yesus dari antara orang mati (Mazmur 16:10, Yesaya 26:19).
Kesimpulan: Mengapa Yesus/Isa harus mati?
Yesus harus mati karena --> kita tidak bisa masuk firdaus dengan jasa-jasa kita sendiri, dan karena Allah mengasihi manusia, Dia mengutus dan mengorbankan Sang Pengganti yang menanggung dosa-dosa dari orang-orang yang percaya kepadaNya. Ingat, Allah yang suci tidak dapat membiarkan dosa tidak dihukum. Jika kita menanggung dosa kita sendiri, kita akan menderita di dalam neraka. Siapakah Sang Pengganti? Dialah Yesus Kristus.
Kitab Injil mengatakan "Karena waktu kita masih lemah, Kristus telah mati untuk kita orang-orang durhaka pada waktu yang ditentukan oleh Allah. Sebab tidak mudah seorang mau mati untuk orang yang benar—tetapi mungkin untuk orang yang baik ada orang yang berani mati—. Akan tetapi Allah menunjukkan kasih-Nya kepada kita, oleh karena Kristus telah mati untuk kita, ketika kita masih berdosa. Lebih-lebih, karena kita sekarang telah dibenarkan oleh darah-Nya, kita pasti akan diselamatkan dari murka Allah. Sebab jikalau kita, ketika masih seteru, diperdamaikan dengan Allah oleh kematian Anak-Nya, lebih-lebih kita, yang sekarang telah diperdamaikan, pasti akan diselamatkan oleh hidup-Nya! Dan bukan hanya itu saja! Kita malah bermegah dalam Allah oleh Yesus Kristus, Tuhan kita, sebab oleh Dia kita telah menerima pendamaian itu [hubungan yang dipulihkan]." (Roma 5:6-12)
"Sebab itu, sama seperti oleh satu pelanggaran semua orang beroleh penghukuman, demikian pula oleh satu perbuatan kebenaran semua orang beroleh pembenaran untuk hidup. Jadi sama seperti oleh ketidaktaatan satu orang semua orang telah menjadi orang berdosa, demikian pula oleh ketaatan satu orang semua orang menjadi orang benar. Tetapi hukum Taurat ditambahkan, supaya pelanggaran menjadi semakin banyak; dan di mana dosa bertambah banyak, di sana kasih karunia menjadi berlimpah-limpah, supaya, sama seperti dosa berkuasa dalam alam maut, demikian kasih karunia akan berkuasa oleh kebenaran untuk hidup yang kekal, oleh Yesus Kristus, Tuhan kita." (Roma 5:18-21)
Oleh karena itu Yesus harus mati untuk menyediakan satu-satunya jalan ke Firdaus. Jika Anda percaya bahwa Yesus mati dan bangkit untuk menyelamatkan Anda, bertobatlah dari jalan Anda sendiri dan percayalah kepada Yesus! Ikuti Dia sebagai Tuhan yang kekasih karena Dia akan menyelamatkan dan menguatkan Anda melalui FirmanNya, Alkitab.
Sumber:
GotQuestions.org
Bukankan setiap orang lebih menyukai kisah yg seperti itu? Well, itu bukan kasih Allah namanya. Itu KESOMBONGAN. Itu namanya PAMER kuasa.
Sejak jaman Isa, banyak orang yang mempertentangkan kematianNya di atas salib dan kebangkitanNya dari antara orang mati. Mengapa Allah menuntut Isa, seorang manusia yang sempurna, untuk mati? Al Qur'an menasihati Anda untuk mencari jawabannya di dalam Alkitab (Sura 10:94).
(1) Hukuman dosa adalah kematian
Ketika Adam dan Hawa melanggar perintah Allah di Firdaus, Allah harus menghukum mereka. Alah adalah hakim yang adil, yang tidak mengabaikan dosa. Mati dalam neraka adalah hukuman yang adil untuk dosa. "Sebab upah dosa ialah maut; tetapi karunia Allah ialah hidup yang kekal dalam Kristus Yesus, Tuhan kita." (Roma 6:23) Perbuatan amal sekalipun tidak mampu untuk memperbaiki segala dosa yang telah kita lakukan terhadap Allah yang suci. Dibandingkan dengan kebaikanNya, "Segala kesalehan kami seperti kain kotor" (Yesaya 64:6)
Sejak dosa Adam, setiap orang telah berdosa dan tidak taat kepada hukum Allah yang adil. "Karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah," (Roma 3:23). Dosa bukan hanya hal-hal yang besar seperti membunuh atau menghujat, tapi juga termasuk berdusta, tamak dan mencuri. Bahkan cinta uang atau membenci musuh adalah dosa. Karena dosa setiap orang akan mengalami kematian – terpisah dari Allah untuk selamanya di dalam neraka.
(2) Janji itu menuntut kematian yang tak bernoda
Sekalipun Allah mengusir Adam dan Hawa dari Taman Firdaus, Allah tidak membiarkan mereka begitu saja. Allah berjanji untuk mengirimkan Korban yang tak berdosa untuk menanggung hukuman yang sepatutnya mereka tanggung (Kejadian 3:15). Sebelum saat itu tiba, orang-orang akan mempersembahkan domba yang tak bersalah sebagai korban pengganti untuk menanggung hukuman mereka. Mengorbankan binatang menunjukkan pengakuan bahwa dosa mereka mengakibatkan kematian, dan juga penyesalan akan dosa mereka dan iman akan Korban yang akan datang dari Allah yang akan menanggung hukuman dosa mereka. Allah menegaskan kembali janjiNya mengenai Korban yang sempurna ini dengan orang-orang seperti Abraham (Ibrahim) dan Musa.
(3) Nabi-nabi menubuatkan kematian Yesus
Dari Adam sampai Isa, Allah mengutus para nabi kepada umat manusia untuk memperingatkan mereka akan hukuman dosa dan menubuatkan (mewahyukan) kedatangan Juruselamat. 700 tahun sebelum Juruselamat dilahirkan, nabi Yesaya menggambarkan Dia:
"Siapakah yang percaya kepada berita yang kami dengar, dan kepada siapakah tangan kekuasaan TUHAN dinyatakan? Sebagai taruk ia tumbuh di hadapan TUHAN dan sebagai tunas dari tanah kering. Ia tidak tampan dan semaraknyapun tidak ada sehingga kita memandang dia, dan rupapun tidak, sehingga kita menginginkannya. Ia dihina dan dihindari orang, seorang yang penuh kesengsaraan dan yang biasa menderita kesakitan; ia sangat dihina, sehingga orang menutup mukanya terhadap dia dan bagi kitapun dia tidak masuk hitungan. Tetapi sesungguhnya, penyakit kitalah yang ditanggungnya, dan kesengsaraan kita yang dipikulnya, padahal kita mengira dia kena tulah, dipukul dan ditindas Allah. Tetapi dia tertikam oleh karena pemberontakan kita, dia diremukkan oleh karena kejahatan kita; ganjaran yang mendatangkan keselamatan bagi kita ditimpakan kepadanya, dan oleh bilur-bilurnya kita menjadi sembuh. Kita sekalian sesat seperti domba, masing-masing kita mengambil jalannya sendiri, tetapi TUHAN telah menimpakan kepadanya kejahatan kita sekalian. Dia dianiaya, tetapi dia membiarkan diri ditindas dan tidak membuka mulutnya seperti anak domba yang dibawa ke pembantaian; seperti induk domba yang kelu di depan orang-orang yang menggunting bulunya, ia tidak membuka mulutnya. Sesudah penahanan dan penghukuman ia terambil, dan tentang nasibnya siapakah yang memikirkannya? Sungguh, ia terputus dari negeri orang-orang hidup, dan karena pemberontakan umat-Ku ia kena tulah. Orang menempatkan kuburnya di antara orang-orang fasik, dan dalam matinya ia ada di antara penjahat-penjahat, sekalipun ia tidak berbuat kekerasan dan tipu tidak ada dalam mulutnya. Tetapi TUHAN berkehendak meremukkan dia dengan kesakitan. Apabila ia menyerahkan dirinya sebagai korban penebus salah, ia akan melihat keturunannya, umurnya akan lanjut, dan kehendak TUHAN akan terlaksana olehnya. Sesudah kesusahan jiwanya ia akan melihat terang dan menjadi puas; dan hamba-Ku itu, sebagai orang yang benar, akan membenarkan banyak orang oleh hikmatnya, dan kejahatan mereka dia pikul. Sebab itu Aku akan membagikan kepadanya orang-orang besar sebagai rampasan, dan ia akan memperoleh orang-orang kuat sebagai jarahan, yaitu sebagai ganti karena ia telah menyerahkan nyawanya ke dalam maut dan karena ia terhitung di antara pemberontak-pemberontak, sekalipun ia menanggung dosa banyak orang dan berdoa untuk pemberontak-pemberontak" (Yesaya 53:1-12)
Sang nabi membandingkan datangnya sang Korban dengan seekor domba, disembelih karena dosa-dosa orang lain.
Berabad-abad kemudian, nubuat Yesaya dipenuhi dalam diri Tuhan Yesus yang sempurna, lahir dari anak dara Maria. Yesus tidak memiliki ayah secara lahiriah karena Dia berasal dari Allah. Ketika nabi Yohanes Pembaptis melihat Dia, Dia berseru, "Lihatlah Anak domba Allah, yang menghapus dosa dunia." (Yohanes 1:29)
(4) Allah mengorbankan Yesus untuk dosa - Puncak penggenapan Janji Allah
Dengan mengutus Yesus ke dalam dunia, Allah memenuhi janjiNya akan Juruselamat dari dosa. Berbeda dengan kita, Yesus tidak pernah berdosa. Karena itu Allah mengorbankan Yesus sebagai pengganti kita yang sempurna. Dia menanggung hukuman yang sepantasnya kita tanggung, kematian. "Dia yang tidak mengenal dosa telah dibuat-Nya menjadi dosa karena kita, supaya dalam Dia kita dibenarkan oleh Allah." (2 Korintus 5:21). Oleh karena itu Yesus lebih dari sekedar seorang Nabi. Allah membuat Dia menjadi Juruselamat dan Tuhan (lihat Filipi 2:6-11)
Selama hidupNya orang banyak berbondong-bondong datang kepadaNya untuk kesembuhan dan pengajaranNya. Pada waktu yang telah ditentukan Allah, Allah menyerahkan Yesus untuk dikorbankan bagi dosa. Orang banyak berseru, "Salibkan Dia!" Tentara memukul, mengejek dan menyalibkan Dia. Sebagaimana telah dinubuatkan Yesaya, Yesus disalibkan di antara dua orang penjahat dan dikuburkan dalam kubur orang kaya. Namun Dia tidak tetap tinggal dalam kuburan. Karena Allah telah menerima korbanNya, Allah menggenapi nubuat lainnya dengan membangkitkan Yesus dari antara orang mati (Mazmur 16:10, Yesaya 26:19).
Kesimpulan: Mengapa Yesus/Isa harus mati?
Yesus harus mati karena --> kita tidak bisa masuk firdaus dengan jasa-jasa kita sendiri, dan karena Allah mengasihi manusia, Dia mengutus dan mengorbankan Sang Pengganti yang menanggung dosa-dosa dari orang-orang yang percaya kepadaNya. Ingat, Allah yang suci tidak dapat membiarkan dosa tidak dihukum. Jika kita menanggung dosa kita sendiri, kita akan menderita di dalam neraka. Siapakah Sang Pengganti? Dialah Yesus Kristus.
Kitab Injil mengatakan "Karena waktu kita masih lemah, Kristus telah mati untuk kita orang-orang durhaka pada waktu yang ditentukan oleh Allah. Sebab tidak mudah seorang mau mati untuk orang yang benar—tetapi mungkin untuk orang yang baik ada orang yang berani mati—. Akan tetapi Allah menunjukkan kasih-Nya kepada kita, oleh karena Kristus telah mati untuk kita, ketika kita masih berdosa. Lebih-lebih, karena kita sekarang telah dibenarkan oleh darah-Nya, kita pasti akan diselamatkan dari murka Allah. Sebab jikalau kita, ketika masih seteru, diperdamaikan dengan Allah oleh kematian Anak-Nya, lebih-lebih kita, yang sekarang telah diperdamaikan, pasti akan diselamatkan oleh hidup-Nya! Dan bukan hanya itu saja! Kita malah bermegah dalam Allah oleh Yesus Kristus, Tuhan kita, sebab oleh Dia kita telah menerima pendamaian itu [hubungan yang dipulihkan]." (Roma 5:6-12)
"Sebab itu, sama seperti oleh satu pelanggaran semua orang beroleh penghukuman, demikian pula oleh satu perbuatan kebenaran semua orang beroleh pembenaran untuk hidup. Jadi sama seperti oleh ketidaktaatan satu orang semua orang telah menjadi orang berdosa, demikian pula oleh ketaatan satu orang semua orang menjadi orang benar. Tetapi hukum Taurat ditambahkan, supaya pelanggaran menjadi semakin banyak; dan di mana dosa bertambah banyak, di sana kasih karunia menjadi berlimpah-limpah, supaya, sama seperti dosa berkuasa dalam alam maut, demikian kasih karunia akan berkuasa oleh kebenaran untuk hidup yang kekal, oleh Yesus Kristus, Tuhan kita." (Roma 5:18-21)
Oleh karena itu Yesus harus mati untuk menyediakan satu-satunya jalan ke Firdaus. Jika Anda percaya bahwa Yesus mati dan bangkit untuk menyelamatkan Anda, bertobatlah dari jalan Anda sendiri dan percayalah kepada Yesus! Ikuti Dia sebagai Tuhan yang kekasih karena Dia akan menyelamatkan dan menguatkan Anda melalui FirmanNya, Alkitab.
Sumber:
GotQuestions.org
Minggu, 09 Agustus 2015
Tri Tunggal - Apakah Tuhan Kristen Tiga?
Ketika seorang Sarjana Yahudi dalam (Markus 12 : 29) datang untuk
mencobai Yesus, dia berkata "Guru, apakah Hukum yang Terutama ?", dan
Yesuspun menjawab dari kitab ulangan..
Yang sebenar-benarnya adalah Tuhan Kristen juga adalah Esa, bukan tiga. Jadi ketika Islam berkata "La ila ha ilalah", artinya Tiada ilah selain Allah, orang Kristen juga mengaminkan hal itu. Apa yang dimaksud dengan Tritunggal, Bapa, Anak, Roh kudus, bukan berarti mereka ada tiga. Pengertiannya tidaklah sesimpel yang Anda kira.
Well, bukan jawabannya yang ngawur, tapi pertanyaannya yang kurang tepat.
Sebab ketika Yesus menceritakan itu, bukan berarti Dia menyebut Allah itu tiga. Tapi Dia sedang menceritakan Posisi & Fungsinya".
Dan jika Anda ingin melanjutkan, lantas apa Fungsi Bapa, Fungsi Anak, Fungsi Roh Kudus ?
Tentu kita tidak punya kapasitas untuk mengukur Allah. Sebab kita semua juga tau ke Maha Kompleks an Tuhan dan mistery - misterynya. Tidak ada satupun yang benar-benar sanggup menjengkalnya.
Tapi walaupun Allah itu Maha Komplex, dan tidak bisa kita ukur dengan pikiran kita, ijinkan saya untuk memuaskan otak logika kita yang kecil dan sempit ini, dengan Analogi sederhana, yang tentunya masih bisa terjangkau sesama manusia. Meskipun Analogi kita tidak akan ada yang benar-benar sempurna.
* Dirumah sebagai kepala keluarga, saya disebut Ayah. Ketika di gereja, saya disebut Pendeta. Ketika mengajar disekolah, saya disebut Guru.
Yang tepat adalah apakah Fungsi SAYA pada KETIGA nya (3 in 1).
Mungkin pertanyaan Anda selanjutnya, "tapi disini Yesus benar-benar terpisah dari Bapa, tidak seperti analogi diatas".
Kan sudah saya katakan, tidak akan ada Analogi yang benar-benar sempurna, ketika kita mencoba mengukur Tuhan, dengan perspektif kita yang terbatas ini. Apalagi Perspektif kita terbentuk dari Eksistensi kita yang terbatas Ruang & Waktu.
Misalnya kalimat yang berkata "Allah bersama orang-orang yang Sabar".
Pertanyaannya, jika di Indonesia ini ada 50 juta orang yang bersabar, apakah Allah menjadi 50 juta ?
Anda pasti tidak mampu Mencernanya bukan? Sebab Tuhan itu memang Maha Kompleks, Maha Mistery, Maha Mampu, Maha Kuasa. Jadi jangan batasi Dia dengan otak Anda yang kecil.
Bisakah anda pecahkan bagaimana Tuhan mengatur bintang-bintang yang begitu banyak bertaburan, tidak bertabrakan satu-sama lain, padahal mereka setiap saat bergerak ?
Jika Anda mengira tau semuanya, dan bisa menampung semuanya dalam logika Anda, coba Anda berkaca dan renungkan ini "Siapakah Allah swt itu? Ketika Dia berbicara, apakah Dia punya mulut atau tidak? Kalau Dia bersuara, apakah suaranya berjenis kelamin laki-laki atau perempuan? Jikalau Dia adalah Zat, zat seperti apakah Dia itu? apakah zat padat, zat cair, atau zat gas ? Dimanakah Dia tinggal ? Apakah Dia di Surga atau di Langit, atau dimana? Dimanakah Quran asli itu sekarang berada ? dll..
Tentu Anda akan pusing dan malu sendiri bukan, sebab Anda sendiri tidak mengenal Allah yang Anda sembah, tidak ada clue, tidak ada perkenalan, tidak ada jejak atau petunjuk. Jangan-jangan Dia hanya khayalan, sebab tidak ada gambaran yang bisa anda ceritakan sama sekali.
Tapi okelah jika ingin mengklasifikasikan secara apa yang mampu kita dapatkan, mungkin dibawah ini yang bisa saya katakan, walaupun tentu jauh lebih komplex dari itu..
Bapa, adalah posisi Dia sebagai Pencipta.
Tapi ingat, walaupun Dia-Nya Tiga, Dia tetap adalah Satu.
Jadi dengarlah wahai Yahudi, wahai Islam... Allah yang disembah Kristen, adalah Esa...!!
Jawabannya adalah YESUS....!!
Bagaimana bisa Anda katakan Yesus adalah Tuhan Allah sang Maha Pencipta itu ? Padahal murid-murid Yesus sekalipun hanya menyebut Dia Guru, Nabi, atau Mesias Anak Allah.
Jawabannya, dengan mereka mengakui Yesus sebagai Nabipun, itu sudah sangat bagus. Sebab itu adalah posisi tertinggi yang bisa mereka berikan, sesuai konsep mereka saat itu, yang tidak pernah mengira bahwa Tuhan bisa menjadi Manusia.
Kemudian posisi itu pun makin tinggi lagi, mereka menyebutnya Mesias atau Kristus, yaitu Juruselamat yang telah dijanjikan Allah sejak zaman adam, dan yang telah lama dinanti-nantikan para nabi. Tentu saja ini adalah hal yang sangat luar biasa. Benar-benar sangat luar biasa...!!
Lihat saja bagaimana Filipus dengan semangatnya berlari-lari menjumpai Natanael, untuk memberitahukan kabar luar biasa itu, silahkan simak kisahnya di Yohanes 1 : 45 - 50, Anda pasti akan bergemuruh dengan sukacita, melihat Agung dan manisnya senyuman Yesus.
Tapi tahukah Anda, bahwa permasalahan yang tidak diterima Yahudi adalah, karena Yesus disebut sebagai Mesias. Itu adalah hal yang sangat luar biasa bagi Yahudi. Karena mereka telah sekian lama menunggu itu, dan tidak mungkin itu adalah Dia.
Karena itu sampai saat ini Yahudi masih menunggu sang Juruselamat yang dinanti-nantikan itu.
Artinya Isa/Jesus dan Pengikut Isa akan diangkat kesurga.
* dan masih banyak ayat-ayat lainnya.
Jadi clear, karena itu wahai Yahudi & Islam, ikutilah Yesus/Isa, jadilah muridnya. Sebab Dialah sang Juruselamat...!! Dialah satu-satunya jalan Keselamatan.
Kemudian berikutnya, mana buktinya nama Tuhan itu adalah Yesus ?
Yahudi, atau Pengikut Yudaisme, atau Pengikut Yahweisme, mungkin sangat keberatan dalam hal ini. Sebab jelas bagi mereka Bapa yang disebut Yesus, sang Tuhan Allah itu adalah Yahwe,
Oke, ini jawabannya...
Pertama, kata Yahwe sebenarnya yang benar adalah Y H W H.
Itu bukanlah nama, tapi Gelar atau Panggilan.
Kata ini pertama sekali berasal ketika Musa bertanya kepada Tuhan, "Tuhan, Engkau mengutus aku kepada bangsa lain, tapi aku sendiri tidak tau namaMu". lalu Tuhan menjawab, "Pergilah, katakan saja Y H W H".. artinya AKU adalah AKU.
Jadi sejak saat itu, kata Aku adalah Aku (YHWH), menjadi sebutan untuk Tuhan Allah.
Lagipula jika anda mempelajari sejarah Ibrani, anda akan tau bahwa Tuhan sangat tidak suka namaNya disebut-sebut. Karena itu Dia memeteraikan/menyembunyikan namanya. Dan sampai sekarang orang Yahudi tidak berani menyebut YHWH, mereka mengganti sebutan itu menjadi Adonai.
Jadi jika Anda merasa adalah pengikut Yudaisme sejati, kok Anda terus-menerus, dengan berani menyebut Yahweh... Yahweh... Yahweh....!!
Menyebut diri pengikut Yudaisme, atau Yahweisme. Tapi berani menyebut-nyebut Yahweh.
Ketemu orang Yahudi sejati, anda bisa dirajam sampai mati. Karena berani menyebut Yahweh.
Tapi setelah Yesus datang, maka semuanya menjadi terang dan jelas. Memang betullah sesungguhnya sejak awal Tuhan menyembunyikan namaNya, karna Dia tidak suka namanya disebut-sebut. Tapi setelah Dia datang dalam Dunia, Diapun membongkar identitas aslinya, sebab nama aslinya adalah YESUS....!!!
Mana buktinya nama Tuhan, atau Bapa Yahweh itu adalah Yesus ?
Yohanes 17 : 6 & 11 "...Nama-Mu, yang telah Engkau berikan Kepada-Ku..."
Jadi nama Yesus (Anak), diberikan oleh Yesus (Bapa).
Biar saya berikan sedikit ilustrasi agar jelas:
Mantan Presiden sebelum Obama, namanya adalah George Bush. Tapi ingat nama ayahnya juga adalah George Bush. Superstar WWE saat ini adalah Jhon Cena, tapi ingat nama ayahnya juga adalah Jhon Cena.
Jadi Clear, Yesus adalah JURU SELAMAT & TUHAN ALLAH
Oke pertanyaan terakhir dari anda mungkin, sebagaimana yang bisa didengungkan islam. "Lantas bagaimana bisa Manusia menjadi Tuhan ?".
Jelas ini adalah pertanyaan yang ngawur. Sebab tidak mungkin Manusia, bisa jadi Tuhan. Tapi Tuhan jadi Manusia, bisa.
Kita tidak punya hak membatasi Tuhan dengan pemikiran kita, Tuhan tidak mungkin bisa jadi manusia.
Woww... Dia itu Maha Kuasa, Maha Komplex, Maha Mampu. Dia bisa Menyamar, Menjelma, Ber-inkarnasi, dll.
Mengapa Anda membatasinya dan berkata tidak mungkin ?
Dalam Yohanes 1 : 14, dikatakan Tuhan menjelma menjadi Manusia.
Dalam Surah Alfateha, bahkan telah disebutkan dengan sangat jelas, bahwa Allah telah menjelma menjadi Manusia. Umat Islam, tidak sah sholatnya jika tidak menyebut surah Alfateha, saking penting dan luar biasanya ayat itu.. dan ini adalah cuplikannya, yang menceritakan dengan jelas bahwa Allah swt, menjelma menjadi manusia..
"...Alhamdu lillahi robbil alamiin". Artinya segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam.
Ayat tersebut mengartikan "Robb" dan "illah" = Tuhan
Tetapi perhatikan illah, artinya adalah tuhan-tuhan kecil, atau berhala.
Sementara Robb, artinya adalah Tuhan yang pernah Nuhjul, atau menjelma menjadi Manusia. Karna Dia mahakuasa, sehingga tidak ada yang mustahil bagiNya. Sebagaimana yang ditunjukkan QS 19 : 17
"maka ia mengadakan tabir (yang melindunginya) dari mereka; lalu Kami mengutus roh Kami kepadanya, maka ia menjelma di hadapannya (dalam bentuk) manusia yang sempurna. "
Perhatikan sumber ayat ini, begitu mirip. Yohanes 1 : 14 "Firman itu telah menjadi manusia.."
Jadi sekarang sudah clear bukan...!!
1. Tri Tunggal, bukan berarti Tuhan 3. Tapi Tuhan itu Esa.
2. Isa/Yesus itu adalah Juruselamat. Hanya Dia yang bisa menjamin keselamatanmu di Akhirat
3. Dia adalah Tuhan itu sendiri, dan namaNya adalah Yesus
4. Yesus/Isa itu adalah Allah yang telah menjelma menjadi Manusia.
Bertobatlah, terimalah Isa/Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamatmu, maka Keselamatanmu akan terjamin.
Apa gunanya Anda beragama & beribadah seumur hidupmu, beramal shaleh luar biasa, berpuasa sebulan penuh, tapi Anda tidak tau kemana setelah mati.
Ya, hanya Yesus-lah Juruselamat satu-satunya, sebab Dialah Allah itu sendiri.
Yang mendamaikan kita dengan diriNya sendiri.
Amin... Jesus Love You
"Shema Yisrael Adonai Eloihenu Adonai Ehad"
Itu adalah kalimat sakral Yahudi, yang jika dalam Syahadat Islam disebut "La ila ha ilalah", artinya Tuhan itu Esa. Persoalan inilah yang membuat Islam menyebut-nyebut Kristen Kafir, karna Tuhannya tiga.
Yang sebenar-benarnya adalah Tuhan Kristen juga adalah Esa, bukan tiga. Jadi ketika Islam berkata "La ila ha ilalah", artinya Tiada ilah selain Allah, orang Kristen juga mengaminkan hal itu. Apa yang dimaksud dengan Tritunggal, Bapa, Anak, Roh kudus, bukan berarti mereka ada tiga. Pengertiannya tidaklah sesimpel yang Anda kira.
Jadi jika Anda bertanya "Disebutkan Pribadi, Pribadi, Pribadi...!!
3 kali disebut Pribadi, tapi kok cuma 1 Pribadi ?. Bahasa indonesia apa
yang sedang kita pakai ini sekarang?"
Well, bukan jawabannya yang ngawur, tapi pertanyaannya yang kurang tepat.
Harusnya Anda bukan bertanya "Berapa Jumlahnya", tapi "Apa Fungsinya".
Sebab ketika Yesus menceritakan itu, bukan berarti Dia menyebut Allah itu tiga. Tapi Dia sedang menceritakan Posisi & Fungsinya".
Dan jika Anda ingin melanjutkan, lantas apa Fungsi Bapa, Fungsi Anak, Fungsi Roh Kudus ?
Tentu kita tidak punya kapasitas untuk mengukur Allah. Sebab kita semua juga tau ke Maha Kompleks an Tuhan dan mistery - misterynya. Tidak ada satupun yang benar-benar sanggup menjengkalnya.
Tapi walaupun Allah itu Maha Komplex, dan tidak bisa kita ukur dengan pikiran kita, ijinkan saya untuk memuaskan otak logika kita yang kecil dan sempit ini, dengan Analogi sederhana, yang tentunya masih bisa terjangkau sesama manusia. Meskipun Analogi kita tidak akan ada yang benar-benar sempurna.
* Dirumah sebagai kepala keluarga, saya disebut Ayah. Ketika di gereja, saya disebut Pendeta. Ketika mengajar disekolah, saya disebut Guru.
Jadi jika disebut Ayah, Pendeta, Guru.. pertanyaannya, Berapakah Saya ?

Tentu pertanyaannya kurang tepat bukan..?
Yang tepat adalah apakah Fungsi SAYA pada KETIGA nya (3 in 1).
Mungkin pertanyaan Anda selanjutnya, "tapi disini Yesus benar-benar terpisah dari Bapa, tidak seperti analogi diatas".
Kan sudah saya katakan, tidak akan ada Analogi yang benar-benar sempurna, ketika kita mencoba mengukur Tuhan, dengan perspektif kita yang terbatas ini. Apalagi Perspektif kita terbentuk dari Eksistensi kita yang terbatas Ruang & Waktu.
Misalnya kalimat yang berkata "Allah bersama orang-orang yang Sabar".
Pertanyaannya, jika di Indonesia ini ada 50 juta orang yang bersabar, apakah Allah menjadi 50 juta ?
Anda pasti tidak mampu Mencernanya bukan? Sebab Tuhan itu memang Maha Kompleks, Maha Mistery, Maha Mampu, Maha Kuasa. Jadi jangan batasi Dia dengan otak Anda yang kecil.

Jika Anda selalu berkata, Agama atau Kepercayaan itu harus masuk akal,
jika tidak itu bohong, gunakan Logika..Logika..Logika... Walaupun
sebenarnya Anda sendiri tidak pernah menggunakan Logika untuk melihat
fakta-fakta yang salah atau palsu dalam Alquran, misalnya siapakah yang
disembelih Ishak atau Ismael, Musa berbahasa Arab atau Ibrani, dll.
Tidak.. Anda tidak menggunakan Logika sama sekali untuk meneliti semua
Kecacatan itu.
Bisakah anda pecahkan bagaimana Tuhan mengatur bintang-bintang yang begitu banyak bertaburan, tidak bertabrakan satu-sama lain, padahal mereka setiap saat bergerak ?

Dari sekian Trilyun Bintang, dan sekian Milyar Galaxy, bisakah Anda
pecahkan mengapa semua galaxy tidak asal bertaburan, tapi membentuk
sebuah Pola yang teratur..?
Jika Anda mengejek Alkitab dan berkata 'Tuhan Kristen cuma kerja 6 hari, berarti Tuhannya bisa capek, berarti itu adalah Tuhan abal-abal, dan tidak benar Tuhan', tidakkah Anda lihat Tuhan Allah melekatkan tanda 6 pada Pekerjaannya ini ?
Jika Anda mengira tau semuanya, dan bisa menampung semuanya dalam logika Anda, coba Anda berkaca dan renungkan ini "Siapakah Allah swt itu? Ketika Dia berbicara, apakah Dia punya mulut atau tidak? Kalau Dia bersuara, apakah suaranya berjenis kelamin laki-laki atau perempuan? Jikalau Dia adalah Zat, zat seperti apakah Dia itu? apakah zat padat, zat cair, atau zat gas ? Dimanakah Dia tinggal ? Apakah Dia di Surga atau di Langit, atau dimana? Dimanakah Quran asli itu sekarang berada ? dll..
Tentu Anda akan pusing dan malu sendiri bukan, sebab Anda sendiri tidak mengenal Allah yang Anda sembah, tidak ada clue, tidak ada perkenalan, tidak ada jejak atau petunjuk. Jangan-jangan Dia hanya khayalan, sebab tidak ada gambaran yang bisa anda ceritakan sama sekali.

Karena itulah Alquran memberikan petunjuk, agar Islam bertanya pada Alkitab. Sebab Alkitablah yang lebih tau, siapa Allah itu.
Mungkin Anda butuh pengklasifikasian yang lebih kongkrit, sebab semua ini terlalu membingungkan.
Lah, gimana tidak bingung..? Anda mencoba mengukur Tuhan Allah dengan
kefanaanmu. Sementara menggambarkan Allah sembahan Anda sendiri, Anda
sudah bingung luar biasa.
Tapi okelah jika ingin mengklasifikasikan secara apa yang mampu kita dapatkan, mungkin dibawah ini yang bisa saya katakan, walaupun tentu jauh lebih komplex dari itu..
Bapa, adalah posisi Dia sebagai Pencipta.
Anak, adalah posisi Dia sebagai Penebus
Roh Kudus, adalah posisi Dia sebagai Penolong.
Tapi ingat, walaupun Dia-Nya Tiga, Dia tetap adalah Satu.
Jadi dengarlah wahai Yahudi, wahai Islam... Allah yang disembah Kristen, adalah Esa...!!
Oke, sekarang kita maju lagi. Jika tadi kita telah mengetahui ternyata
Dia adalah Satu. Sekarang kita masuk pada yang lebih jauh.."Siapakah Dia sang Tuhan Allah itu?", atau "Siapakah namaNya?".
Jawabannya adalah YESUS....!!
Saya tau Islam, Yahudi, Penganut Yudaisme (belum tentu Yahudi), Penganut Yahweisme (belum tentu Yahudi & Yudaisme).. akan sama - sama terkejut...!!
Bagaimana bisa Anda katakan Yesus adalah Tuhan Allah sang Maha Pencipta itu ? Padahal murid-murid Yesus sekalipun hanya menyebut Dia Guru, Nabi, atau Mesias Anak Allah.
Jawabannya, dengan mereka mengakui Yesus sebagai Nabipun, itu sudah sangat bagus. Sebab itu adalah posisi tertinggi yang bisa mereka berikan, sesuai konsep mereka saat itu, yang tidak pernah mengira bahwa Tuhan bisa menjadi Manusia.
Kemudian posisi itu pun makin tinggi lagi, mereka menyebutnya Mesias atau Kristus, yaitu Juruselamat yang telah dijanjikan Allah sejak zaman adam, dan yang telah lama dinanti-nantikan para nabi. Tentu saja ini adalah hal yang sangat luar biasa. Benar-benar sangat luar biasa...!!
Lihat saja bagaimana Filipus dengan semangatnya berlari-lari menjumpai Natanael, untuk memberitahukan kabar luar biasa itu, silahkan simak kisahnya di Yohanes 1 : 45 - 50, Anda pasti akan bergemuruh dengan sukacita, melihat Agung dan manisnya senyuman Yesus.

Islam mungkin menganggapnya hanya biasa-biasa saja, sebab Islam percaya
bahwa Isa atau Yesus adalah Juruselamat, meskipun hanya dalam verbal
saja. Islam hanya tidak terima ketika Yesus disebut Tuhan.
Tapi tahukah Anda, bahwa permasalahan yang tidak diterima Yahudi adalah, karena Yesus disebut sebagai Mesias. Itu adalah hal yang sangat luar biasa bagi Yahudi. Karena mereka telah sekian lama menunggu itu, dan tidak mungkin itu adalah Dia.
Karena itu sampai saat ini Yahudi masih menunggu sang Juruselamat yang dinanti-nantikan itu.
Dan Islam juga masih menunggu jalan Lurus keselamatan itu, karna itu mereka terus berkata 'ihdinas siratal mustaqim'.
Dan ternyata Yesus sudah menyatakan dirinya pada Yahudi & Dunia. Yohanes 14 :6
"Aku adalah Jalan Kebenaran & Hidup, tidak ada satupun yang sampai kepada Bapa (Sorga), kalau tidak melalui Aku"
Dan juga pada telah dinyatakan pada Alquran:
* QS 43 : 61 "Wa innahu la'ilmul lis-sa-ati fala tamtarunna biha wattabi'un ( i ) haza siratum mustaqim (un)
Artinya:
"Dan sesungguhnya Isa itu benar-benar memberikan pengetahuan tentang hari kiamat. Karena itu janganlah kamu ragu-ragu tentang kiamat itu dan ikutilah Aku. Inilah jalan yang lurus."
* QS 46 : 30. "Mereka berkata: "Hai kaum kami, sesungguhnya kami telah mendengarkan kitab (Injil) yang telah diturunkan sesudah Musa yang membenarkan kitab-kitab yang sebelumnya lagi memimpin kepada kebenaran dan kepada jalan yang lurus.
Dan ternyata Yesus sudah menyatakan dirinya pada Yahudi & Dunia. Yohanes 14 :6
"Aku adalah Jalan Kebenaran & Hidup, tidak ada satupun yang sampai kepada Bapa (Sorga), kalau tidak melalui Aku"
Dan juga pada telah dinyatakan pada Alquran:
* QS 43 : 61 "Wa innahu la'ilmul lis-sa-ati fala tamtarunna biha wattabi'un ( i ) haza siratum mustaqim (un)
Artinya:
"Dan sesungguhnya Isa itu benar-benar memberikan pengetahuan tentang hari kiamat. Karena itu janganlah kamu ragu-ragu tentang kiamat itu dan ikutilah Aku. Inilah jalan yang lurus."

* QS 46 : 30. "Mereka berkata: "Hai kaum kami, sesungguhnya kami telah mendengarkan kitab (Injil) yang telah diturunkan sesudah Musa yang membenarkan kitab-kitab yang sebelumnya lagi memimpin kepada kebenaran dan kepada jalan yang lurus.
Jika pada Quran Anda, tafsiran 'kitab' merujuk pada Alquran, jelas penerjemahnya
ngawur, dan tidak cocok dengan ayat-ayat yang lain. Sebab pada Alquran
beberapa version, disana dituliskan dengan jelas adalah Injil. Dan
lagipula tidak butuh logika yang tinggi untuk mengetahui, setelah Musa
adalah Isa. Jika anda berkata Muhammad juga setelah Musa, berarti Anda
melangkahi Isa (berbohong dgn kitab suci).
Jadi jelas Pengikut Isa/Jesus, akan mendiami Surga. Dan kita tau, kitab mana yang mengandung Keselamatan.
Sebab ayat ini cocok dengan QS 3 : 55
"(Ingatlah), ketika Allah berfirman: "Hai Isa, sesungguhnya Aku akan
menyampaikan kamu kepada akhir ajalmu dan mengangkat kamu kepada-Ku serta
membersihkan kamu dari orang-orang yang kafir, dan menjadikan orang-orang yang
mengikuti kamu di atas orang-orang yang kafir hingga hari kiamat. Kemudian hanya
kepada Akulah kembalimu, lalu Aku memutuskan diantaramu tentang hal-hal yang
selalu kamu berselisih padanya."
* dan masih banyak ayat-ayat lainnya.
Jadi clear, karena itu wahai Yahudi & Islam, ikutilah Yesus/Isa, jadilah muridnya. Sebab Dialah sang Juruselamat...!! Dialah satu-satunya jalan Keselamatan.

Kemudian berikutnya, mana buktinya nama Tuhan itu adalah Yesus ?
Yahudi, atau Pengikut Yudaisme, atau Pengikut Yahweisme, mungkin sangat keberatan dalam hal ini. Sebab jelas bagi mereka Bapa yang disebut Yesus, sang Tuhan Allah itu adalah Yahwe,
Oke, ini jawabannya...
Pertama, kata Yahwe sebenarnya yang benar adalah Y H W H.
Itu bukanlah nama, tapi Gelar atau Panggilan.
Kata ini pertama sekali berasal ketika Musa bertanya kepada Tuhan, "Tuhan, Engkau mengutus aku kepada bangsa lain, tapi aku sendiri tidak tau namaMu". lalu Tuhan menjawab, "Pergilah, katakan saja Y H W H".. artinya AKU adalah AKU.
Jadi sejak saat itu, kata Aku adalah Aku (YHWH), menjadi sebutan untuk Tuhan Allah.
Lagipula jika anda mempelajari sejarah Ibrani, anda akan tau bahwa Tuhan sangat tidak suka namaNya disebut-sebut. Karena itu Dia memeteraikan/menyembunyikan namanya. Dan sampai sekarang orang Yahudi tidak berani menyebut YHWH, mereka mengganti sebutan itu menjadi Adonai.
Jadi jika Anda merasa adalah pengikut Yudaisme sejati, kok Anda terus-menerus, dengan berani menyebut Yahweh... Yahweh... Yahweh....!!

Menyebut diri pengikut Yudaisme, atau Yahweisme. Tapi berani menyebut-nyebut Yahweh.
Ketemu orang Yahudi sejati, anda bisa dirajam sampai mati. Karena berani menyebut Yahweh.
Tapi setelah Yesus datang, maka semuanya menjadi terang dan jelas. Memang betullah sesungguhnya sejak awal Tuhan menyembunyikan namaNya, karna Dia tidak suka namanya disebut-sebut. Tapi setelah Dia datang dalam Dunia, Diapun membongkar identitas aslinya, sebab nama aslinya adalah YESUS....!!!
Mana buktinya nama Tuhan, atau Bapa Yahweh itu adalah Yesus ?
Yohanes 17 : 6 & 11 "...Nama-Mu, yang telah Engkau berikan Kepada-Ku..."
Jadi nama Yesus (Anak), diberikan oleh Yesus (Bapa).
Biar saya berikan sedikit ilustrasi agar jelas:
Mantan Presiden sebelum Obama, namanya adalah George Bush. Tapi ingat nama ayahnya juga adalah George Bush. Superstar WWE saat ini adalah Jhon Cena, tapi ingat nama ayahnya juga adalah Jhon Cena.
Jadi Clear, Yesus adalah JURU SELAMAT & TUHAN ALLAH
Oke pertanyaan terakhir dari anda mungkin, sebagaimana yang bisa didengungkan islam. "Lantas bagaimana bisa Manusia menjadi Tuhan ?".
Jelas ini adalah pertanyaan yang ngawur. Sebab tidak mungkin Manusia, bisa jadi Tuhan. Tapi Tuhan jadi Manusia, bisa.
Kita tidak punya hak membatasi Tuhan dengan pemikiran kita, Tuhan tidak mungkin bisa jadi manusia.
Woww... Dia itu Maha Kuasa, Maha Komplex, Maha Mampu. Dia bisa Menyamar, Menjelma, Ber-inkarnasi, dll.
Mengapa Anda membatasinya dan berkata tidak mungkin ?
Dalam Yohanes 1 : 14, dikatakan Tuhan menjelma menjadi Manusia.
Dalam Surah Alfateha, bahkan telah disebutkan dengan sangat jelas, bahwa Allah telah menjelma menjadi Manusia. Umat Islam, tidak sah sholatnya jika tidak menyebut surah Alfateha, saking penting dan luar biasanya ayat itu.. dan ini adalah cuplikannya, yang menceritakan dengan jelas bahwa Allah swt, menjelma menjadi manusia..
"...Alhamdu lillahi robbil alamiin". Artinya segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam.
Ayat tersebut mengartikan "Robb" dan "illah" = Tuhan
Tetapi perhatikan illah, artinya adalah tuhan-tuhan kecil, atau berhala.
Sementara Robb, artinya adalah Tuhan yang pernah Nuhjul, atau menjelma menjadi Manusia. Karna Dia mahakuasa, sehingga tidak ada yang mustahil bagiNya. Sebagaimana yang ditunjukkan QS 19 : 17
"maka ia mengadakan tabir (yang melindunginya) dari mereka; lalu Kami mengutus roh Kami kepadanya, maka ia menjelma di hadapannya (dalam bentuk) manusia yang sempurna. "
Perhatikan sumber ayat ini, begitu mirip. Yohanes 1 : 14 "Firman itu telah menjadi manusia.."
Jadi sekarang sudah clear bukan...!!
1. Tri Tunggal, bukan berarti Tuhan 3. Tapi Tuhan itu Esa.
2. Isa/Yesus itu adalah Juruselamat. Hanya Dia yang bisa menjamin keselamatanmu di Akhirat
3. Dia adalah Tuhan itu sendiri, dan namaNya adalah Yesus
4. Yesus/Isa itu adalah Allah yang telah menjelma menjadi Manusia.
Bertobatlah, terimalah Isa/Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamatmu, maka Keselamatanmu akan terjamin.
Apa gunanya Anda beragama & beribadah seumur hidupmu, beramal shaleh luar biasa, berpuasa sebulan penuh, tapi Anda tidak tau kemana setelah mati.
Ya, hanya Yesus-lah Juruselamat satu-satunya, sebab Dialah Allah itu sendiri.
Yang mendamaikan kita dengan diriNya sendiri.
Amin... Jesus Love You
Sumber:
http://kesaksianrohani.blogspot.com/2015/06/Tri-Tunggal-Apakah-Tuhan-Kristen-Tiga.html
Minggu, 05 April 2015
Asal Usul Nama Yesus
Daftar
nama berikut ini mengacu ke nama Yesus:
Jesus Christ, Messiah, Yesus Kristus, Mesias
Yeshua, Yesu’a, Yeshu’a, Yehoshu'a, Mašíaḥ
‘Isa al-Masih, ‘Isa ibn Maryam, Isa A.S.
Isha Masih, Issa Mashiha, M'sheekha, Məšîḥā.
Isha, Isho, Mar Isho, Eesho, Easho, Issa, Ishu, Iēsoûs
Hazrat Issa, Hadhrat Isa A.S.
Yuzu Asaph, Yuz Asaf
Yesu, Yeshu
Nama yang umum kita kenal di Indonesia adalah Yesus atau Isa.
Diawali dari 2000 tahun lalu, sekitar tahun 4-7 SM. Lahirlah seorang anak yang dibesarkan di di sebelah barat dekat danau Galilea Palestina, di kota Nazara atau Nazaret sehingga ia disebut orang Nazarani atau Nasrani(1). Ama-nya (ibu dalam bahasa Aram) adalah Maryam, dan aba (ayah)-nya adalah Yosep (Yusuf). Istilah Nasrani mungkin berasal dari kelompok nazir, orang yang bernazar (sumber kata nazara), yang bersumpah seumur hidup mereka menjadi hamba Tuhan dan mengikuti gaya hidup asketik atau bertapa seperti para bhiksu dan brahmin. Ada yang menyebut kelompok ini orang Essene atau Eseni.
Nama Nazaret mungkin berasal dari kelompok Nazarit yaitu orang Nazir (kelompok orang spiritualis yang mengasingkan diri menjadi hamba Tuhan dan tidak memotong rambut serta tidak menyentuh bangkai atau minum hasil anggur. Orang semacam ini antara lain Samuel, Samson, dan Yohanes/Yahya Pembaptis.)
Markas besar dan tempat sucinya Essene di Bukit Karmel di dekat pantai barat. Anggota kelompok ini antara lain adalah Nabi Samuel, Samson, Nabi Elia, Nabi Elisa, dan Yohanes atau Yahya Pembaptis. Yesus kemudian dibaptis masuk menjadi anggota kelompok Yahya Pembaptis dengan cara diselamkan ke Sungai Yordan sebagai tanda pertobatan (atau tanda masuk kelompok Essene).
Nama asli orang ini dalam bahasa Aram (logat Syria) yang dipakai sehari-hari di Nazaret adalah Isyo (Eesho). Itulah namanya dalam bahasa logat daerah setempat ketika dipanggil keluarga dan tetangganya sehari-hari. Lingkungan Nazaret itu campuran antara orang Yahudi dan non-Yahudi (terutama Syria dan Yunani). Dalam bahasa orang Yahudi yaitu bahasa Ivrit atau Ibrani, namanya adalah Yeshua, yang diambil dari nama pahlawan Israel, Joshua (abjadnya juga sama), yang artinya 'Tuhan beserta kita.' Ada juga yang menyebutnya ‘Yeshu’.
Beberapa puluh tahun kemudian, setelah tokoh ini wafat dan pergi, nama Isho ini masuk ke Yunani. Aneh, meskipun Isho tinggal di Palestina, di Yunani banyak orang berminat pada ajarannya. Nama Isho inipun ditranslasikan menjadi Iesous, masih tepat sesuai sukukata dasarnya menurut kaidah tatabahasa Yunani. I-s-o. Huruf `sh’ tidak ada, jadi menjadi `s’. Tambahan -s di belakang adalah imbuhan yang menunjukkan nama laki-laki terhormat dalam bahasa Yunani.
Karena bahasa Aram adalah induk bahasa Arab yang muncul dalam bentuk tertulis sekitar tujuh abad kemudian, maka namanya ditranslasikan ke dalam bahasa Arab menjadi ‘Isa. Hanya beda huruf vokal namun masih sama sukukatanya menurut tatabahasa Arab, yang hanya pakai vokal i, u dan a, tidak pakai huruf o bulat. Namun demikian di bagian timur hingga ke India nama tokoh ini dikenal sebagai Issa, Isha atau Ishu.
Ajaran Iesous ini berpengaruh kuat hingga menjadi agama kerajaan Romawi. Berabad-abad kemudian, ketika nama ini dari Imperium Roma memasuki Inggris, nama ini berubah sedikit sukukata dan huruf vokalnya menjadi Jesus. Tidak heran, ketika menjadi bahasa Indonesia, digunakan kata turunan dari bahasa Ibrani dan Inggrisnya, menjadi Yesus.
Sebab itu kini mengapa aliran-aliran besar pengikut tokoh ini menggunakan nama yang berbeda untuk satu orang yang sama: `Isa dan Yesus. Dua nama beda untuk orang yang sama. Hanya masalah alih- bahasa.
Sekali lagi inilah beberapa nama alias Yesus yang lain. Saya sebutkan beberapa diantaranya:
Jesus Christ, Messiah (bahasa Inggris), Yesus Kristus, Mesias (Indonesia).
Yeshua, Yesu’a, Yeshu’a, Yehoshu'a, Mašíaḥ (Ibrani aau Ivrit)
M'sheekha (Aram), Məšîḥā (Aram/Syria).
Isha, Isho, Mar Isho, Eesho, Easho, Ishu (Aram dan India)
‘Isa al-Masih, ‘Isa ibn Maryam (Arab)
Isha Masih, Issa Mashiha, Hazrat Issa, Issa (India)
Yuzu Asaph, Yuz Asaf (India-Kashmir)
Yesu, Yeshu (Ibrani)
Iēsoûs Christos (Yunani)
Dari sekian nama tersebut, ada beberapa nama yang akan dibahas lebih lanjut. Sisanya dibahas pada bab-bab berikutnya yang berkaitan dengan nama tersebut:
`ISA
Nama Yesus ini dalam bahasa Arab adalah `Isa.
Orang Kristen percaya bahwa Yesus adalah istilah Yunani dari Joshua, yang artinya Tuhan menyelamatkan. Nama Yesus menurut Kristen adalah pilihan dari Tuhan sendiri (2). Namun dalam agama Islam, Yesus disebut dengan istilah Isa.
Duapuluh lima kali nama ini disebut, sebagian dengan nama putera Maryam dan mungkin dikaitkan dengan Musa (Musa-Isa).
Mengapa Islam menyebutnya Isa, padahal bahasa Arab tidak beda jauh dari bahasa Ibrani? Nama Ibraninya adalah Yeshua. Mengapa di Al-Qur’an disebut `Isa?
Alternatif pertama, istilah ini dari bahasa Arab, yang nampaknya diturunkan dari bahasa Aram Isho. Karena bahasa Arab tertulis itu diturunkan dari bahasa Aram, maka dilakukan alih-bahasa juga pada nama Isho (dibacanya Isyo). Dalam bahasa Arab tidak ada huruf ‘o’ sehingga digunakan padanan katanya yaitu ‘Isa.
Qazi Nasiruddin Abusaeed Abdullah bin Umar al-Baidhawi (d. 1300 CE) yang menulis tafsiran Qur'an, ‚Anwar al-Taunzil", mengatakan Isa adalah nama Arab untuk Ishu, mungkin dimaksud nama Syria Yeshu (vol. I. 96), atau Isho. 2 Lihat Alkitab, Lukas 1:30-31, dan Matius 1:21.
Kata "`Isa" dalam Al-Qur’an berasal dari "Isho" dalam bahasa Aram, dan dari sukukatanya tidak sama dengan dengan dengan nama Ibraninya "Y’shua" atau "E'sau". Karena Yesus bicara dalam bahasa Aram, maka Al-Qur’an memakai nama `Isa, bukan Y’shua. (3).
Nama "Yaso'a" untuk menyebut Yesus dalam Arabic Bible hanya transliterasi dari Y’shua, sehingga ini
dianggap keliru. Ibrani bukan bahasa sehari-harinya Yesus. Nama Yaso’a dan Y’shua itu sendiri masih dalam perdebatan. (4)
Dengan demikian menurut pandangan ini, nama `Isa adalah nama yang lebih benar untuk menyebut Yesus, daripada Y’shua atau Yesus itu sendiri.
Alternatif kedua, kecenderungan Al-Qur’an memakai nama ganda sebagai bagian dari gaya puisinya, misalnya Daud dan Jalut (Goliat), Habil dan Qabil (Cain), Haruth dan Maruth, dan dalam kasus ini Musa dan Isa. (5)
Mengapa Isa dalam Al-Qur’an sering disebut sebagai Ibn Mariam (Putera Maria)? Mungkin ada yang percaya karena Ia lahir tanpa ayah, maka ia dinamai sesuai nama ibunya. Yesus dalam Al-Qur’an memang tidak lahir dari benih Yusuf. Namun kebiasaan memberi nama sesuai ibu itu ada juga dalam dunia Arab, misalnya nama penyair Ibn Aish dan Ibn Mayyada. Nama belakang dari orang tua itu kebiasaan yang umum. Mungkin nama Putera Maryam itu memang kebiasaan populer untuk menyebut Yesus saat Al-Qur’an ditulis. Di Alkitab Kristen sendiri Yesus disebut anak Maria hanya sekali di Injil Markus 6:3. Istilah tambahan ‚alaihi salam,‛ damai atasnya, adalah khas Islam untuk menghormati para nabi.
__________
3 http://www.answering-christianity.com/name_of_jesus.htm
4 Idem
5 A Christian Perspective Of Islamic Thought: His Name And Its Significance, http://www.itl.org.uk/Jesus/name.html mengambil dari Loewenthal, Isidor, The Name Isa: An Investigation, p.5-6, Calcutta: 1861. Haruth and Maruth (Surah 2:102, 249-251). Habil and Qabil (The Encyclopaedia of Islam, Vol. IV, p.82).
YESHUA
Dalam film The Passion of The Christ, Maria ibunya menyebut Yesus sebagai Yeshu’a. Nama Yeshua terdiri dari huruf Y-sh-u-‘a, Nama lengkap yang sering dipopulerkan dalam bahasa Ivrit (Hebrew, Ibrani) adalah Y’shua HaMashiach atau padanan katanya dalam bahasa Arab ‘Isa alMasih. :
Kata diatas itu dibaca dari belakang. Y’shua HaMashiach. Nama ini sama dengan Joshua, artinya 'Tuhan menyelamatkan.'
Nama Yeshua masih menjadi perdebatan. Yang jelas, nama Jesus berasal dari kata Latin Iesus, yang diterjemahkan dari bahasa Yunani Koine Ἰησοῦς atau Iēsoûs.
Dalam Septuaginta dan teks Yahudi dalam bahasa Yunani lainnya, seperti tulisan Josephus dan Philo dari Aleksandria, ἸησοῦςIēsoûs adalah bentuk standar Gerika (Yunani) Koine yang dipakai untuk menterjemahkan nama Ibrani : Yehoshua dan Yeshua.
Tetapi masalahnya, nama ini masih dipersoalkan beberapa ilmuwan Yahudi. Moshe Shulman, dalam "Judaism’s Answer" menulis bahwa nama ini bukan nama Yesus pada masa itu (6), masalahnya begini:
Kata Yeshu’a sering dianggap berasal dari kata Yeshu'ah yang berarti ‘keselamatan’. Kata dasarnya adalah ,
dari kata itu kata benda (yeshu'ah, keselamatan), dan nama (Yeshu'a) berasal. Masalah pertama,
pengucapan keduanya beda. Masalah kedua, dua kata itu jelas beda makna dan pemakaian. Masalah berikutnya lagi, dua kata itu beda jenis kelaminnya. Bahasa Ibrani seperti juga bahasa Arab membedakan kata berjenis lelaki atau perempuan. adalah kata benda perempuan, tetapi adalah nama lelaki dan pengucapan keduanya beda. Dari beberapa argumen lain, disimpulkan bahwa nama Yeshu’a itu mungkin tidak dikenal pada masa Yesus hidup.
Dalam Talmud kitab suci Yahudi, nama (Yehoshu'a) dan (Hoshe'a) dipakai, sementara nama (Yeshu'a) tidak pernah muncul. Nama ini juga tidak ada dalam teks Perjanjian Baru dalam bahasa Yunani. Jadi mungkin nama (Yeshu'a) tidak dikenal di masa Yesus. Tidak ada bukti (Yeshu'a) adalah namanya Yesus dalam
bahasa Ibrani. Penggunaan nama Yeshu’a/Yeshua/Y’shua baru dipakai pada abad 20 oleh orang Yahudi yang masuk Kristen. Nama ini mungkin karangan buatan misionaris Kristen pada abad-abad belakangan ini. 7
__________
6 http://www.messiahtruth.com/name.html
7 Idem
YESHU
Sebuah istilah lain yang sering dipakai adalah Yeshu. Kata ini adanya dalam kitab suci Yahudi yaitu Talmud.
Ada tiga pandangan mengenai nama Yeshu ini. Sebagian ahli menganggap tidak ada hubungan antara nama Yesus dan Yeshu karena ada beda antara keterangan di Talmud dan di Injil. Sebagian lain menganggap memang nama itu adalah singkatan dari Yeshu’a. Sebagian lagi mengatakan istilah ini adalah nama yang dipakai para rabbi (guru) Yahudi untuk mengomentari hubungan mereka dengan orang Kristen mula-mula.
Tidak jelas mana yang benar dan nama ini masih misteri, namun nama ini dalam Talmud artinya adalah yimmach shemo vezikhro, berarti "Biarlah nama dan ingatan kepadanya dihapus " suatu pernyataan untuk musuh-musuh orang Yahudi yang sudah mati. Maka diduga nama ini adalah nama ejekan Yahudi untuk Yeshua, karena mereka menganggap Yesus adalah tuhan palsu. Perlu diketahui bahwa sampai sekarang Yahudi menolak Yesus sebagai Mesias. Beberapa penulis Yahudi menganggap nama Yeshu adalah benar nama Yesus, tetapi mereka menghindarinya karena konotasi jelek itu. Penulis Islam Shibli Zaman bahkan mengatakan bahwa nama Jesus dan Iesous berasal dari nama ejekan Yeshu ini, dan mengusulkan agar memakai nama ‘Isa saja. (8)
ISHO, ISHU
Salah satu istilah lain dari Yesus yang penting adalah nama Isho. Nama Isho ini dipakai oleh Gereja Thomasine yang beraliran gnostik, dengan berpegang pada tiga tulisan Thomas murid Isa, yaitu Gospel of Thomas, the Hymn of the Pearl, dan Thomas the Contender. Kepala gerejanya disebut Patriarch, dan kepala pertama gereja ini mereka sebut Mar Isho (Yesus) (9) Bapaknya adalah Yosep Tukang Kayu (Yusuf) dan ibunya Marta Miriam (Maria).
Menurut Qazi Nasiruddin Abusaeed Abdullah bin Umar al-Baidhawi (w. 1300 M), penulis tafsir Qur'an yang terkenal, mengatakan bahwa nama "ISA" adalah bentuk Arab dari nama "ISHU" (Aram). (10)
_________
8 http://en.wikipedia.org/wiki/Yeshu
9 http://thomasinechurch.org/content/patriarchs.htm
10 http://www.perisai.net/diskusi/viewtopic.php?f=3&t=3
Dalam Bahasa Aram, ada dua bentuk penyebutan kepada Yesus, yaitu: "Yeshu" dan "Ishu." Keduanya mengalami Arabisasi menjadi Yashu'a dan 'Isa. Orang-orang Kristen Arab umumnya menggunakan kata Yasu'a, tetapi ada juga yang menggunakan kata 'Isa. Salah satu bukti historisnya yaitu sebagaimana tertulis dalam Encyclopaedia of the Qur'an, yaitu adanya sebuah biara Kristen kuno di Syria, kira-kira tahun 571 M, yang bernama Isaniyyah (pengikut-pengikut 'Isa).
AL-MASĪḥ ATAU KRISTUS
Selain Yesus, dikenal istilah lain, yaitu ‚Almasih.‛
Kata ini sepadan dengan kata Messiah (Hebrew: שִיַחמָ , Standard Mašíaḥ Tiberian Māšîªḥ; Aram: משיחא , M'sheekha, Aram/Syriac: Məšîḥā; Arab: al-Masīḥ) "Jesus" (pronounced /dʒizəs/) is a transliteration, occurring in a number of languages and based on the Latin Iesus, of the Greek Ἰησοῦς (Iēsoûs), itself
a Hellenisation of the Hebrew יהושע (Yehoshua) or Hebrew-Aramaic ישוע (Yeshua, Joshua), meaning "YHWH rescues" or "YHWH delivers". "Christ" (pronounced /kraɪst/) is a title derived from the Greek Χριστός(Christós), meaning the "Anointed One", a translation of the Hebrew מָשִיחַ (Messiah). A "Messiah" is a king anointed at God's direction or with God's approval, and Christians identify Jesus as the one foretold by Hebrew prophets.
Messiah atau Al-Masih artinya "Yang Diurapi‛ (The Anointed One), artinya adalah tatacara mengurapi seorang dengan minyak suci, sebagai tanda seorang itu dipilih untuk suatu tugas, sehingga Messiah artinya juga ‚Yang Terpilih,‛ Terpilih secara ilahi. Tatacara pengurapan minyak suci ini antara lain dilakukan Nabi Samuel ketika ia memilih Daud menjadi raja, atas petunjuk Tuhan.
Dalam tradisi mesianik Yahudi (Yahudi menunggu seorang Penyelamat), Messiah adalah Raja Israel yang akan datang. Raja ini dari keturunan Daud, dan sering disebut המשיח מלך , Méleḫ ha-Mašíaḥ (atau Méleḵ haMMāšîªḥ), artinya "Raja Yang Diurapi." Jadi Mesias atau al-Masih itu adalah seorang Penyelamat, Juruselamat, Savior, Raja Yang Diurapi.
Ringkasan
(Aramaic) ---> (Yunani)
Isyo/Isho Iesous
(Aramaic) ---> (Arab)
Isyo 'Isa
dari sukukatanya sama.
Isyo tidak sama dengan Yeshua, karena beda sukukatanya.
Namun demikian memang nama Ibrani resmi untuk Yesus adalah mengambil dari nama pemimpin Israel penerus Musa : YESHUA atau JOSHUA.
Nama ini masih dalam perdebatan, tetapi jika Islam memakai ISA Almasih, itu tidak salah. Bahkan paling benar dibanding nama Jesus. Namun, mengenai nama ini seharusnya tidak menjadi masalah. Yang penting kita membicarakan tokoh yang sama.
Karena Islam mengakui nama ini Isa Almasih dalam Al-Qur'an, dan juga mengatakan tentang istilah sebutan lain tentang Isa yaitu Kalimatuhu (Kalam Allah) dan Rohulqudus yang keluar dari Isa, maka Islam harus tahu konsekuensi istilah-istilah ini. Diduga, Muhammad kurasa punya iman percaya pada Isa. Islam harus tahu siapa itu Isa, tidak boleh ditutupi dengan anggapan dan opini ulama-ulama pada masa-masa setelah Muhammad wafat dan makin jauh dari kebenaran yang diletakkan Muhammad dari kutipan mengenai gelar-gelar Isa ini. Muslim sekarang, harus tahu siapa itu Isa sebenarnya.
Sumber:
http://duniapemerhati.blogspot.com/2012/08/namanya-adalah-isa-almasih.html
Baca juga:
Misteri Keimanan Muhammad yang Asli
Kesaksian nabi Muhammad
Jesus Christ, Messiah, Yesus Kristus, Mesias
Yeshua, Yesu’a, Yeshu’a, Yehoshu'a, Mašíaḥ
‘Isa al-Masih, ‘Isa ibn Maryam, Isa A.S.
Isha Masih, Issa Mashiha, M'sheekha, Məšîḥā.
Isha, Isho, Mar Isho, Eesho, Easho, Issa, Ishu, Iēsoûs
Hazrat Issa, Hadhrat Isa A.S.
Yuzu Asaph, Yuz Asaf
Yesu, Yeshu
Nama yang umum kita kenal di Indonesia adalah Yesus atau Isa.
Diawali dari 2000 tahun lalu, sekitar tahun 4-7 SM. Lahirlah seorang anak yang dibesarkan di di sebelah barat dekat danau Galilea Palestina, di kota Nazara atau Nazaret sehingga ia disebut orang Nazarani atau Nasrani(1). Ama-nya (ibu dalam bahasa Aram) adalah Maryam, dan aba (ayah)-nya adalah Yosep (Yusuf). Istilah Nasrani mungkin berasal dari kelompok nazir, orang yang bernazar (sumber kata nazara), yang bersumpah seumur hidup mereka menjadi hamba Tuhan dan mengikuti gaya hidup asketik atau bertapa seperti para bhiksu dan brahmin. Ada yang menyebut kelompok ini orang Essene atau Eseni.
Nama Nazaret mungkin berasal dari kelompok Nazarit yaitu orang Nazir (kelompok orang spiritualis yang mengasingkan diri menjadi hamba Tuhan dan tidak memotong rambut serta tidak menyentuh bangkai atau minum hasil anggur. Orang semacam ini antara lain Samuel, Samson, dan Yohanes/Yahya Pembaptis.)
Markas besar dan tempat sucinya Essene di Bukit Karmel di dekat pantai barat. Anggota kelompok ini antara lain adalah Nabi Samuel, Samson, Nabi Elia, Nabi Elisa, dan Yohanes atau Yahya Pembaptis. Yesus kemudian dibaptis masuk menjadi anggota kelompok Yahya Pembaptis dengan cara diselamkan ke Sungai Yordan sebagai tanda pertobatan (atau tanda masuk kelompok Essene).
Nama asli orang ini dalam bahasa Aram (logat Syria) yang dipakai sehari-hari di Nazaret adalah Isyo (Eesho). Itulah namanya dalam bahasa logat daerah setempat ketika dipanggil keluarga dan tetangganya sehari-hari. Lingkungan Nazaret itu campuran antara orang Yahudi dan non-Yahudi (terutama Syria dan Yunani). Dalam bahasa orang Yahudi yaitu bahasa Ivrit atau Ibrani, namanya adalah Yeshua, yang diambil dari nama pahlawan Israel, Joshua (abjadnya juga sama), yang artinya 'Tuhan beserta kita.' Ada juga yang menyebutnya ‘Yeshu’.
Beberapa puluh tahun kemudian, setelah tokoh ini wafat dan pergi, nama Isho ini masuk ke Yunani. Aneh, meskipun Isho tinggal di Palestina, di Yunani banyak orang berminat pada ajarannya. Nama Isho inipun ditranslasikan menjadi Iesous, masih tepat sesuai sukukata dasarnya menurut kaidah tatabahasa Yunani. I-s-o. Huruf `sh’ tidak ada, jadi menjadi `s’. Tambahan -s di belakang adalah imbuhan yang menunjukkan nama laki-laki terhormat dalam bahasa Yunani.
Karena bahasa Aram adalah induk bahasa Arab yang muncul dalam bentuk tertulis sekitar tujuh abad kemudian, maka namanya ditranslasikan ke dalam bahasa Arab menjadi ‘Isa. Hanya beda huruf vokal namun masih sama sukukatanya menurut tatabahasa Arab, yang hanya pakai vokal i, u dan a, tidak pakai huruf o bulat. Namun demikian di bagian timur hingga ke India nama tokoh ini dikenal sebagai Issa, Isha atau Ishu.
Ajaran Iesous ini berpengaruh kuat hingga menjadi agama kerajaan Romawi. Berabad-abad kemudian, ketika nama ini dari Imperium Roma memasuki Inggris, nama ini berubah sedikit sukukata dan huruf vokalnya menjadi Jesus. Tidak heran, ketika menjadi bahasa Indonesia, digunakan kata turunan dari bahasa Ibrani dan Inggrisnya, menjadi Yesus.
Sebab itu kini mengapa aliran-aliran besar pengikut tokoh ini menggunakan nama yang berbeda untuk satu orang yang sama: `Isa dan Yesus. Dua nama beda untuk orang yang sama. Hanya masalah alih- bahasa.
Sekali lagi inilah beberapa nama alias Yesus yang lain. Saya sebutkan beberapa diantaranya:
Jesus Christ, Messiah (bahasa Inggris), Yesus Kristus, Mesias (Indonesia).
Yeshua, Yesu’a, Yeshu’a, Yehoshu'a, Mašíaḥ (Ibrani aau Ivrit)
M'sheekha (Aram), Məšîḥā (Aram/Syria).
Isha, Isho, Mar Isho, Eesho, Easho, Ishu (Aram dan India)
‘Isa al-Masih, ‘Isa ibn Maryam (Arab)
Isha Masih, Issa Mashiha, Hazrat Issa, Issa (India)
Yuzu Asaph, Yuz Asaf (India-Kashmir)
Yesu, Yeshu (Ibrani)
Iēsoûs Christos (Yunani)
Dari sekian nama tersebut, ada beberapa nama yang akan dibahas lebih lanjut. Sisanya dibahas pada bab-bab berikutnya yang berkaitan dengan nama tersebut:
`ISA
Nama Yesus ini dalam bahasa Arab adalah `Isa.
Orang Kristen percaya bahwa Yesus adalah istilah Yunani dari Joshua, yang artinya Tuhan menyelamatkan. Nama Yesus menurut Kristen adalah pilihan dari Tuhan sendiri (2). Namun dalam agama Islam, Yesus disebut dengan istilah Isa.
Duapuluh lima kali nama ini disebut, sebagian dengan nama putera Maryam dan mungkin dikaitkan dengan Musa (Musa-Isa).
Mengapa Islam menyebutnya Isa, padahal bahasa Arab tidak beda jauh dari bahasa Ibrani? Nama Ibraninya adalah Yeshua. Mengapa di Al-Qur’an disebut `Isa?
Alternatif pertama, istilah ini dari bahasa Arab, yang nampaknya diturunkan dari bahasa Aram Isho. Karena bahasa Arab tertulis itu diturunkan dari bahasa Aram, maka dilakukan alih-bahasa juga pada nama Isho (dibacanya Isyo). Dalam bahasa Arab tidak ada huruf ‘o’ sehingga digunakan padanan katanya yaitu ‘Isa.
Qazi Nasiruddin Abusaeed Abdullah bin Umar al-Baidhawi (d. 1300 CE) yang menulis tafsiran Qur'an, ‚Anwar al-Taunzil", mengatakan Isa adalah nama Arab untuk Ishu, mungkin dimaksud nama Syria Yeshu (vol. I. 96), atau Isho. 2 Lihat Alkitab, Lukas 1:30-31, dan Matius 1:21.
Kata "`Isa" dalam Al-Qur’an berasal dari "Isho" dalam bahasa Aram, dan dari sukukatanya tidak sama dengan dengan dengan nama Ibraninya "Y’shua" atau "E'sau". Karena Yesus bicara dalam bahasa Aram, maka Al-Qur’an memakai nama `Isa, bukan Y’shua. (3).
Nama "Yaso'a" untuk menyebut Yesus dalam Arabic Bible hanya transliterasi dari Y’shua, sehingga ini
dianggap keliru. Ibrani bukan bahasa sehari-harinya Yesus. Nama Yaso’a dan Y’shua itu sendiri masih dalam perdebatan. (4)
Dengan demikian menurut pandangan ini, nama `Isa adalah nama yang lebih benar untuk menyebut Yesus, daripada Y’shua atau Yesus itu sendiri.
Alternatif kedua, kecenderungan Al-Qur’an memakai nama ganda sebagai bagian dari gaya puisinya, misalnya Daud dan Jalut (Goliat), Habil dan Qabil (Cain), Haruth dan Maruth, dan dalam kasus ini Musa dan Isa. (5)
Mengapa Isa dalam Al-Qur’an sering disebut sebagai Ibn Mariam (Putera Maria)? Mungkin ada yang percaya karena Ia lahir tanpa ayah, maka ia dinamai sesuai nama ibunya. Yesus dalam Al-Qur’an memang tidak lahir dari benih Yusuf. Namun kebiasaan memberi nama sesuai ibu itu ada juga dalam dunia Arab, misalnya nama penyair Ibn Aish dan Ibn Mayyada. Nama belakang dari orang tua itu kebiasaan yang umum. Mungkin nama Putera Maryam itu memang kebiasaan populer untuk menyebut Yesus saat Al-Qur’an ditulis. Di Alkitab Kristen sendiri Yesus disebut anak Maria hanya sekali di Injil Markus 6:3. Istilah tambahan ‚alaihi salam,‛ damai atasnya, adalah khas Islam untuk menghormati para nabi.
__________
3 http://www.answering-christianity.com/name_of_jesus.htm
4 Idem
5 A Christian Perspective Of Islamic Thought: His Name And Its Significance, http://www.itl.org.uk/Jesus/name.html mengambil dari Loewenthal, Isidor, The Name Isa: An Investigation, p.5-6, Calcutta: 1861. Haruth and Maruth (Surah 2:102, 249-251). Habil and Qabil (The Encyclopaedia of Islam, Vol. IV, p.82).
YESHUA
Dalam film The Passion of The Christ, Maria ibunya menyebut Yesus sebagai Yeshu’a. Nama Yeshua terdiri dari huruf Y-sh-u-‘a, Nama lengkap yang sering dipopulerkan dalam bahasa Ivrit (Hebrew, Ibrani) adalah Y’shua HaMashiach atau padanan katanya dalam bahasa Arab ‘Isa alMasih. :
Kata diatas itu dibaca dari belakang. Y’shua HaMashiach. Nama ini sama dengan Joshua, artinya 'Tuhan menyelamatkan.'
Nama Yeshua masih menjadi perdebatan. Yang jelas, nama Jesus berasal dari kata Latin Iesus, yang diterjemahkan dari bahasa Yunani Koine Ἰησοῦς atau Iēsoûs.
Dalam Septuaginta dan teks Yahudi dalam bahasa Yunani lainnya, seperti tulisan Josephus dan Philo dari Aleksandria, ἸησοῦςIēsoûs adalah bentuk standar Gerika (Yunani) Koine yang dipakai untuk menterjemahkan nama Ibrani : Yehoshua dan Yeshua.
Tetapi masalahnya, nama ini masih dipersoalkan beberapa ilmuwan Yahudi. Moshe Shulman, dalam "Judaism’s Answer" menulis bahwa nama ini bukan nama Yesus pada masa itu (6), masalahnya begini:
Kata Yeshu’a sering dianggap berasal dari kata Yeshu'ah yang berarti ‘keselamatan’. Kata dasarnya adalah ,
dari kata itu kata benda (yeshu'ah, keselamatan), dan nama (Yeshu'a) berasal. Masalah pertama,
pengucapan keduanya beda. Masalah kedua, dua kata itu jelas beda makna dan pemakaian. Masalah berikutnya lagi, dua kata itu beda jenis kelaminnya. Bahasa Ibrani seperti juga bahasa Arab membedakan kata berjenis lelaki atau perempuan. adalah kata benda perempuan, tetapi adalah nama lelaki dan pengucapan keduanya beda. Dari beberapa argumen lain, disimpulkan bahwa nama Yeshu’a itu mungkin tidak dikenal pada masa Yesus hidup.
Dalam Talmud kitab suci Yahudi, nama (Yehoshu'a) dan (Hoshe'a) dipakai, sementara nama (Yeshu'a) tidak pernah muncul. Nama ini juga tidak ada dalam teks Perjanjian Baru dalam bahasa Yunani. Jadi mungkin nama (Yeshu'a) tidak dikenal di masa Yesus. Tidak ada bukti (Yeshu'a) adalah namanya Yesus dalam
bahasa Ibrani. Penggunaan nama Yeshu’a/Yeshua/Y’shua baru dipakai pada abad 20 oleh orang Yahudi yang masuk Kristen. Nama ini mungkin karangan buatan misionaris Kristen pada abad-abad belakangan ini. 7
__________
6 http://www.messiahtruth.com/name.html
7 Idem
YESHU
Sebuah istilah lain yang sering dipakai adalah Yeshu. Kata ini adanya dalam kitab suci Yahudi yaitu Talmud.
Ada tiga pandangan mengenai nama Yeshu ini. Sebagian ahli menganggap tidak ada hubungan antara nama Yesus dan Yeshu karena ada beda antara keterangan di Talmud dan di Injil. Sebagian lain menganggap memang nama itu adalah singkatan dari Yeshu’a. Sebagian lagi mengatakan istilah ini adalah nama yang dipakai para rabbi (guru) Yahudi untuk mengomentari hubungan mereka dengan orang Kristen mula-mula.
Tidak jelas mana yang benar dan nama ini masih misteri, namun nama ini dalam Talmud artinya adalah yimmach shemo vezikhro, berarti "Biarlah nama dan ingatan kepadanya dihapus " suatu pernyataan untuk musuh-musuh orang Yahudi yang sudah mati. Maka diduga nama ini adalah nama ejekan Yahudi untuk Yeshua, karena mereka menganggap Yesus adalah tuhan palsu. Perlu diketahui bahwa sampai sekarang Yahudi menolak Yesus sebagai Mesias. Beberapa penulis Yahudi menganggap nama Yeshu adalah benar nama Yesus, tetapi mereka menghindarinya karena konotasi jelek itu. Penulis Islam Shibli Zaman bahkan mengatakan bahwa nama Jesus dan Iesous berasal dari nama ejekan Yeshu ini, dan mengusulkan agar memakai nama ‘Isa saja. (8)
ISHO, ISHU
Salah satu istilah lain dari Yesus yang penting adalah nama Isho. Nama Isho ini dipakai oleh Gereja Thomasine yang beraliran gnostik, dengan berpegang pada tiga tulisan Thomas murid Isa, yaitu Gospel of Thomas, the Hymn of the Pearl, dan Thomas the Contender. Kepala gerejanya disebut Patriarch, dan kepala pertama gereja ini mereka sebut Mar Isho (Yesus) (9) Bapaknya adalah Yosep Tukang Kayu (Yusuf) dan ibunya Marta Miriam (Maria).
Menurut Qazi Nasiruddin Abusaeed Abdullah bin Umar al-Baidhawi (w. 1300 M), penulis tafsir Qur'an yang terkenal, mengatakan bahwa nama "ISA" adalah bentuk Arab dari nama "ISHU" (Aram). (10)
_________
8 http://en.wikipedia.org/wiki/Yeshu
9 http://thomasinechurch.org/content/patriarchs.htm
10 http://www.perisai.net/diskusi/viewtopic.php?f=3&t=3
Dalam Bahasa Aram, ada dua bentuk penyebutan kepada Yesus, yaitu: "Yeshu" dan "Ishu." Keduanya mengalami Arabisasi menjadi Yashu'a dan 'Isa. Orang-orang Kristen Arab umumnya menggunakan kata Yasu'a, tetapi ada juga yang menggunakan kata 'Isa. Salah satu bukti historisnya yaitu sebagaimana tertulis dalam Encyclopaedia of the Qur'an, yaitu adanya sebuah biara Kristen kuno di Syria, kira-kira tahun 571 M, yang bernama Isaniyyah (pengikut-pengikut 'Isa).
AL-MASĪḥ ATAU KRISTUS
Selain Yesus, dikenal istilah lain, yaitu ‚Almasih.‛
Kata ini sepadan dengan kata Messiah (Hebrew: שִיַחמָ , Standard Mašíaḥ Tiberian Māšîªḥ; Aram: משיחא , M'sheekha, Aram/Syriac: Məšîḥā; Arab: al-Masīḥ) "Jesus" (pronounced /dʒizəs/) is a transliteration, occurring in a number of languages and based on the Latin Iesus, of the Greek Ἰησοῦς (Iēsoûs), itself
a Hellenisation of the Hebrew יהושע (Yehoshua) or Hebrew-Aramaic ישוע (Yeshua, Joshua), meaning "YHWH rescues" or "YHWH delivers". "Christ" (pronounced /kraɪst/) is a title derived from the Greek Χριστός(Christós), meaning the "Anointed One", a translation of the Hebrew מָשִיחַ (Messiah). A "Messiah" is a king anointed at God's direction or with God's approval, and Christians identify Jesus as the one foretold by Hebrew prophets.
Messiah atau Al-Masih artinya "Yang Diurapi‛ (The Anointed One), artinya adalah tatacara mengurapi seorang dengan minyak suci, sebagai tanda seorang itu dipilih untuk suatu tugas, sehingga Messiah artinya juga ‚Yang Terpilih,‛ Terpilih secara ilahi. Tatacara pengurapan minyak suci ini antara lain dilakukan Nabi Samuel ketika ia memilih Daud menjadi raja, atas petunjuk Tuhan.
Dalam tradisi mesianik Yahudi (Yahudi menunggu seorang Penyelamat), Messiah adalah Raja Israel yang akan datang. Raja ini dari keturunan Daud, dan sering disebut המשיח מלך , Méleḫ ha-Mašíaḥ (atau Méleḵ haMMāšîªḥ), artinya "Raja Yang Diurapi." Jadi Mesias atau al-Masih itu adalah seorang Penyelamat, Juruselamat, Savior, Raja Yang Diurapi.
Ringkasan
(Aramaic) ---> (Yunani)
Isyo/Isho Iesous
(Aramaic) ---> (Arab)
Isyo 'Isa
dari sukukatanya sama.
Isyo tidak sama dengan Yeshua, karena beda sukukatanya.
Namun demikian memang nama Ibrani resmi untuk Yesus adalah mengambil dari nama pemimpin Israel penerus Musa : YESHUA atau JOSHUA.
Nama ini masih dalam perdebatan, tetapi jika Islam memakai ISA Almasih, itu tidak salah. Bahkan paling benar dibanding nama Jesus. Namun, mengenai nama ini seharusnya tidak menjadi masalah. Yang penting kita membicarakan tokoh yang sama.
Karena Islam mengakui nama ini Isa Almasih dalam Al-Qur'an, dan juga mengatakan tentang istilah sebutan lain tentang Isa yaitu Kalimatuhu (Kalam Allah) dan Rohulqudus yang keluar dari Isa, maka Islam harus tahu konsekuensi istilah-istilah ini. Diduga, Muhammad kurasa punya iman percaya pada Isa. Islam harus tahu siapa itu Isa, tidak boleh ditutupi dengan anggapan dan opini ulama-ulama pada masa-masa setelah Muhammad wafat dan makin jauh dari kebenaran yang diletakkan Muhammad dari kutipan mengenai gelar-gelar Isa ini. Muslim sekarang, harus tahu siapa itu Isa sebenarnya.
Sumber:
http://duniapemerhati.blogspot.com/2012/08/namanya-adalah-isa-almasih.html
Baca juga:
Misteri Keimanan Muhammad yang Asli
Kesaksian nabi Muhammad
Sabtu, 04 April 2015
Yesus Duduk di Sebelah Kanan Allah
Pertanyaan:
Markus 14:62 "Jawab Yesus: "Akulah Dia, dan kamu akan melihat Anak Manusia duduk di sebelah kanan Yang Mahakuasa dan datang di tengah-tengah awan-awan di langit."
Bila Yesus duduk di sebelah kanan Allah, berarti Yesus bukan Allah?
Jawaban:
"Duduk di sebelah kanan" adalah suatu ungkapan alegoris. Kata "kanan" sering digunakan oleh orang-orang Yahudi sebagai simbol kekuasaan. Ungkapan "disebelah kanan" (kenapa tidak disebelah kiri, belakang atau depan) adalah : "Diam dalam Kerajaan Sorga" (bahasa Tradisi Yahudi, mengkiaskan sisi kanan adalah kebaikan atau kemuliaan ). Maka "Duduk di sebelah kanan Allah" adalah lambang dari kekuasaan Yesus sebagai pemegang otoritas keallahan sejati.
Bila dilihat dari terjemahan KJV:
Mark 14:62 "And Jesus said, I am: and ye shall see the Son of man sitting on the right hand of power, and coming in the clouds of heaven." lebih jelas bahwa yang dimaksud bukanlah "in the right side", tetapi "on the right hand of power".
Markus 14:62 "Jawab Yesus: "Akulah Dia, dan kamu akan melihat Anak Manusia duduk di sebelah kanan Yang Mahakuasa dan datang di tengah-tengah awan-awan di langit."
Bila Yesus duduk di sebelah kanan Allah, berarti Yesus bukan Allah?
Jawaban:
"Duduk di sebelah kanan" adalah suatu ungkapan alegoris. Kata "kanan" sering digunakan oleh orang-orang Yahudi sebagai simbol kekuasaan. Ungkapan "disebelah kanan" (kenapa tidak disebelah kiri, belakang atau depan) adalah : "Diam dalam Kerajaan Sorga" (bahasa Tradisi Yahudi, mengkiaskan sisi kanan adalah kebaikan atau kemuliaan ). Maka "Duduk di sebelah kanan Allah" adalah lambang dari kekuasaan Yesus sebagai pemegang otoritas keallahan sejati.
Bila dilihat dari terjemahan KJV:
Mark 14:62 "And Jesus said, I am: and ye shall see the Son of man sitting on the right hand of power, and coming in the clouds of heaven." lebih jelas bahwa yang dimaksud bukanlah "in the right side", tetapi "on the right hand of power".
Jumat, 27 Maret 2015
Keilahian Yesus: Kontradiksi Yohanes 5:30
Yohanes 5:30 "Aku tak dapat berbuat apa-apa atas kemauan-Ku sendiri. Aku hanya menghakimi sesuai dengan yang diperintahkan Allah. Dan keputusan-Ku adil, sebab Aku tidak mengikuti kemauan sendiri, melainkan kemauan Bapa yang mengutus Aku."
Ayat dalam Yohanes 5:30 bukanlah bantahan atas keilahian Yesus, tapi malah sebaliknya, ayat tersebut adalah bagian dari deklarasi Yesus untuk memperkenalkan diri-Nya sebagai Anak Allah yang tidak dapat terpisahkan dari hakikat Allah yang hanya memiliki satu kehendak saja yaitu kehendak Allah.
Yohanes 5:30 "Aku tak dapat berbuat apa-apa atas kemauan-Ku sendiri. Aku hanya menghakimi sesuai dengan yang diperintahkan Allah. Dan keputusan-Ku adil, sebab Aku tidak mengikuti kemauan sendiri, melainkan kemauan Bapa yang mengutus Aku."
Jika dilihat konteksnya lebih lanjut didapat sebelum ayat tersebut:
Yohanes 5:19 "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya Anak tidak dapat mengerjakan sesuatu dari diri-Nya sendiri, jikalau tidak Ia melihat Bapa mengerjakannya; sebab apa yang dikerjakan Bapa, itu juga yang dikerjakan Anak."
Tidak ada tindakan yang terpisah dan tidak ada keberadaan yang terpisah, tetapi sama dalam keberadaan dan dalam tindakan, yaitu kesatuan yang paling sempurna antara Yesus dan Bapa, yang adalah SATU dan ESA.
Ayat dalam Yohanes 5:30 bukanlah bantahan atas keilahian Yesus, tapi malah sebaliknya, ayat tersebut adalah bagian dari deklarasi Yesus untuk memperkenalkan diri-Nya sebagai Anak Allah yang tidak dapat terpisahkan dari hakikat Allah yang hanya memiliki satu kehendak saja yaitu kehendak Allah.
Yohanes 5:30 "Aku tak dapat berbuat apa-apa atas kemauan-Ku sendiri. Aku hanya menghakimi sesuai dengan yang diperintahkan Allah. Dan keputusan-Ku adil, sebab Aku tidak mengikuti kemauan sendiri, melainkan kemauan Bapa yang mengutus Aku."
Jika dilihat konteksnya lebih lanjut didapat sebelum ayat tersebut:
Yohanes 5:19 "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya Anak tidak dapat mengerjakan sesuatu dari diri-Nya sendiri, jikalau tidak Ia melihat Bapa mengerjakannya; sebab apa yang dikerjakan Bapa, itu juga yang dikerjakan Anak."
Tidak ada tindakan yang terpisah dan tidak ada keberadaan yang terpisah, tetapi sama dalam keberadaan dan dalam tindakan, yaitu kesatuan yang paling sempurna antara Yesus dan Bapa, yang adalah SATU dan ESA.
Rabu, 05 November 2014
Siapakah yang Menciptakan Yesus?
Tidak ada yg menciptakan Yesus. Karena Dia adalah Allah sendiri dan Yesus ada sebelum alam semesta dijadikan.
* Yesus ada lebih dulu dari segala sesuatu
Kolose 1:17 "Ia ada terlebih dahulu dari segala sesuatu dan segala sesuatu ada di dalam Dia."
* Yesus ada sebelum Abraham
Yohanes 8:58 LAI TB, Kata Yesus kepada mereka: 'Aku berkata kepadamu, sesungguhnya sebelum Abraham jadi, Aku telah ada.'
Frase 'Aku telah ada' menunjukkan bahwa Yesus itu tidak terikat oleh waktu
* Yesus adalah Yg Awal & Yg Akhir
Wahyu 22:13 "Aku adalah Alfa dan Omega, Yang Pertama dan Yang Terkemudian, Yang Awal dan Yang Akhir. "
Siapakah Yg Awal & Yg Akhir? Tidak lain adalah Tuhan sendiri.
Yesaya 44:6 "Beginilah firman TUHAN, Raja dan Penebus Israel, TUHAN semesta alam: " Akulah yang terdahulu dan Akulah yang terkemudian; tidak ada Allah selain dari pada- Ku. "
* Yesus ada sebelum dunia dijadikan
Yohanes 17:24 "Ya Bapa, Aku mau supaya, di manapun Aku berada, mereka juga berada bersama- sama dengan Aku, mereka yang telah Engkau berikan kepada- Ku, agar mereka memandang kemuliaan- Ku yang telah Engkau berikan kepada- Ku, sebab Engkau telah mengasihi Aku sebelum dunia dijadikan."
1 Petrus 1:20 "Ia telah dipilih sebelum dunia dijadikan, tetapi karena kamu baru menyatakan diri- Nya pada zaman akhir. "
Dari uraian di atas, jelas Yesus adalah Tuhan, dan Dia ada sebelum alam semesta dijadikan.
* Yesus ada lebih dulu dari segala sesuatu
Kolose 1:17 "Ia ada terlebih dahulu dari segala sesuatu dan segala sesuatu ada di dalam Dia."
* Yesus ada sebelum Abraham
Yohanes 8:58 LAI TB, Kata Yesus kepada mereka: 'Aku berkata kepadamu, sesungguhnya sebelum Abraham jadi, Aku telah ada.'
Frase 'Aku telah ada' menunjukkan bahwa Yesus itu tidak terikat oleh waktu
* Yesus adalah Yg Awal & Yg Akhir
Wahyu 22:13 "Aku adalah Alfa dan Omega, Yang Pertama dan Yang Terkemudian, Yang Awal dan Yang Akhir. "
Siapakah Yg Awal & Yg Akhir? Tidak lain adalah Tuhan sendiri.
Yesaya 44:6 "Beginilah firman TUHAN, Raja dan Penebus Israel, TUHAN semesta alam: " Akulah yang terdahulu dan Akulah yang terkemudian; tidak ada Allah selain dari pada- Ku. "
* Yesus ada sebelum dunia dijadikan
Yohanes 17:24 "Ya Bapa, Aku mau supaya, di manapun Aku berada, mereka juga berada bersama- sama dengan Aku, mereka yang telah Engkau berikan kepada- Ku, agar mereka memandang kemuliaan- Ku yang telah Engkau berikan kepada- Ku, sebab Engkau telah mengasihi Aku sebelum dunia dijadikan."
1 Petrus 1:20 "Ia telah dipilih sebelum dunia dijadikan, tetapi karena kamu baru menyatakan diri- Nya pada zaman akhir. "
Dari uraian di atas, jelas Yesus adalah Tuhan, dan Dia ada sebelum alam semesta dijadikan.
Di mana Bapa waktu Anak-Nya yg Tunggal Disalib
(Allah) Bapa, ada pada saat itu, seperti yg ditulis:
"Kira-kira jam tiga berserulah Yesus dengan suara nyaring: "Eli, Eli, lama sabakhtani?" Artinya: Allah-Ku, Allah- Ku, mengapa Engkau meninggalkan Aku?" (Matius 27:46).
Hal ini berhubungan dengan konsep Trinitas. Tritunggal/Trinitas adalah konsep Ilahi dimana Allah itu Esa tetapi memiliki 3 peranan, yaitu Bapa, Anak, dan Roh Kudus, yaitu yang disebut Tuhan Yesus Kristus.
Hal ini bisa dianalogikan sederhana dengan air yang memiliki 3 wujud, dan manusia yg terdiri dari tubuh, jiwa, dan roh.
Contoh yg paling jelas yg mirip dengan kejadian di atas adalah sbb:
Matius 3:16 "Sesudah dibaptis, Yesus segera keluar dari air dan pada waktu itu juga langit terbuka dan Ia melihat Roh Allah seperti burung merpati turun ke atas- Nya,
17 lalu terdengarlah suara dari sorga yang mengatakan: " Inilah Anak- Ku yang Kukasihi, kepada- Nyalah Aku berkenan. "
Mengapa Yesus dan Bapa terpisah? Karena merupakan oknum yg berbeda, tetapi satu. Mengapa Allah Kristen sulit dimengerti? Karena, kalau gampang dimengerti, di mana letak ajaibnya Allah?
Di mana Bapa saat Yesus disalib? Jawabannya, Bapa ada dan memalingkan muka dari Yesus. Mengapa?
Seruan Yesus, telah dinubuatkan dalam Mazmur 22:1, "Allahku, Allahku, mengapa Engkau meninggalkan aku? Aku berseru, tetapi Engkau tetap jauh dan tidak menolong aku.", diucapkan oleh Dia di kayu salib, “Allah-Ku, Allah-Ku, mengapa Engkau meninggalkan Aku?” (Matius 27:46). Allah Bapa meninggalkan Yesus. Allah Bapa memalingkan wajah-Nya dari Yesus yang saat itu bersama dosa seisi dunia. Jika Allah tidak memalingkan wajah-Nya dari Yesus, sang Juruselamat tidak dapat mengambil tempat orang-orang berdosa yang terpisah dari Allah.
Ketika Yesus Kristus tergantung di kayu salib, langit menjadi gelap. Karena Allah Bapa memalingkan wajah-Nya dari Anak-Nya. Yesus dibiarkan mati dalam kesendirian di kayu salib.
Namun tidak ada penderitaan yang melebihi kenyataan bahwa Allah Bapa memalingkan muka dari Yesus dan meninggalkan Dia sendirian di kayu Salib. Ini hal yang mengerikan! Betapa besar murka-Nya dalam memberikan Putra-Nya sendiri demi menggantikan tempat saya dan Anda! Allah Bapa yang membenci dosa dan menakutkan, yang mensyaratkan harga seperti ini untuk membayar dosa-dosa manusia.
Tidak heran bahwa bumi berguncang dan bergetar pada saat penderitaan, kesengsaraan yang tidak adil, harga untuk dosa yang mengerikan seperti itu.
Namun demikian, hati Allah Bapa hancur. “Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal (Yesus), supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.” (Yohanes 3:16).
Yesus menderita. Namun Allah Bapa juga menderita. Penyaliban menggambarkan hati Allah Bapa yang hancur demi menyelamatkan orang-orang berdosa, yaitu saya dan Anda yang seharusnya pergi ke Neraka! Murka Allah atas dosa begitu menakutkan dan mengerikan, namun rahmat-Nya juga begitu besarnya!
"Kira-kira jam tiga berserulah Yesus dengan suara nyaring: "Eli, Eli, lama sabakhtani?" Artinya: Allah-Ku, Allah- Ku, mengapa Engkau meninggalkan Aku?" (Matius 27:46).
Hal ini berhubungan dengan konsep Trinitas. Tritunggal/Trinitas adalah konsep Ilahi dimana Allah itu Esa tetapi memiliki 3 peranan, yaitu Bapa, Anak, dan Roh Kudus, yaitu yang disebut Tuhan Yesus Kristus.
Hal ini bisa dianalogikan sederhana dengan air yang memiliki 3 wujud, dan manusia yg terdiri dari tubuh, jiwa, dan roh.
Contoh yg paling jelas yg mirip dengan kejadian di atas adalah sbb:
Matius 3:16 "Sesudah dibaptis, Yesus segera keluar dari air dan pada waktu itu juga langit terbuka dan Ia melihat Roh Allah seperti burung merpati turun ke atas- Nya,
17 lalu terdengarlah suara dari sorga yang mengatakan: " Inilah Anak- Ku yang Kukasihi, kepada- Nyalah Aku berkenan. "
Mengapa Yesus dan Bapa terpisah? Karena merupakan oknum yg berbeda, tetapi satu. Mengapa Allah Kristen sulit dimengerti? Karena, kalau gampang dimengerti, di mana letak ajaibnya Allah?
Di mana Bapa saat Yesus disalib? Jawabannya, Bapa ada dan memalingkan muka dari Yesus. Mengapa?
Seruan Yesus, telah dinubuatkan dalam Mazmur 22:1, "Allahku, Allahku, mengapa Engkau meninggalkan aku? Aku berseru, tetapi Engkau tetap jauh dan tidak menolong aku.", diucapkan oleh Dia di kayu salib, “Allah-Ku, Allah-Ku, mengapa Engkau meninggalkan Aku?” (Matius 27:46). Allah Bapa meninggalkan Yesus. Allah Bapa memalingkan wajah-Nya dari Yesus yang saat itu bersama dosa seisi dunia. Jika Allah tidak memalingkan wajah-Nya dari Yesus, sang Juruselamat tidak dapat mengambil tempat orang-orang berdosa yang terpisah dari Allah.
Ketika Yesus Kristus tergantung di kayu salib, langit menjadi gelap. Karena Allah Bapa memalingkan wajah-Nya dari Anak-Nya. Yesus dibiarkan mati dalam kesendirian di kayu salib.
Namun tidak ada penderitaan yang melebihi kenyataan bahwa Allah Bapa memalingkan muka dari Yesus dan meninggalkan Dia sendirian di kayu Salib. Ini hal yang mengerikan! Betapa besar murka-Nya dalam memberikan Putra-Nya sendiri demi menggantikan tempat saya dan Anda! Allah Bapa yang membenci dosa dan menakutkan, yang mensyaratkan harga seperti ini untuk membayar dosa-dosa manusia.
Tidak heran bahwa bumi berguncang dan bergetar pada saat penderitaan, kesengsaraan yang tidak adil, harga untuk dosa yang mengerikan seperti itu.
Namun demikian, hati Allah Bapa hancur. “Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal (Yesus), supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.” (Yohanes 3:16).
Yesus menderita. Namun Allah Bapa juga menderita. Penyaliban menggambarkan hati Allah Bapa yang hancur demi menyelamatkan orang-orang berdosa, yaitu saya dan Anda yang seharusnya pergi ke Neraka! Murka Allah atas dosa begitu menakutkan dan mengerikan, namun rahmat-Nya juga begitu besarnya!
Jumat, 04 Januari 2013
Mengapa Allah Harus Menjelma Menjadi Manusia?
Jawabannya bukan karena alasan Tuhannya yg maha kuasa, sehingga Dia tidak perlu repot menyatakan diri-Nya. Tetapi, ini karena alasan manusiawi, di mana manusia dapat langsung merasakan sentuhan Tuhan dalam wujud manusia, cinta kasihNya yg setara dengan wujud manusia. Bayangkan jika Tuhan datang dengan kebesaranNya, mis dalam bentuk api, maka yg ada semua akan takut, dan pesan tidak tersampaikan.
Hal ini bisa dianalogikan dengan bentuk solidaritas sosial saat ini. Bagaimana kita dapat masuk ke lingkungan para gelandangan dan bergaul dengan mereka? Dengan memakai pakaian bagus dan naik mobil mewah? Tidak bukan, melainkan penampilan kita dibuat serupa dengan mereka. Inilah analogi sederhananya.
Hal ini bisa dianalogikan dengan bentuk solidaritas sosial saat ini. Bagaimana kita dapat masuk ke lingkungan para gelandangan dan bergaul dengan mereka? Dengan memakai pakaian bagus dan naik mobil mewah? Tidak bukan, melainkan penampilan kita dibuat serupa dengan mereka. Inilah analogi sederhananya.
Rabu, 02 Januari 2013
Mengapa Yesus Dibaptis?
Yesus dengan jelas menggolongkan baptisan sebagai salah satu tindakan yang tidak dapat dipisahkan dari panggilanNya sebagai Mesias (lih. Yoh. 1:31).
Dengan dibaptis di muka umum Dia masuk dalam komunitas Yohanes, yang merupakan pendahuluan dari karya Mesianis yang lebih agung. Terlebih lagi, ini merupakan cara Dia menyatakan diri kepada Yohanes Pembaptis, dan kepada orang banyak. Yohanes adalah pendahulu Sang Mesias, dan secara khusus dia sesuai untuk secara pribadi melayani pentahbisan Yesus kepada pekerjaan-Nya sebagai Mesias, dan menegaskannya di awal karir-Nya di depan umum.
Sumber: www.sabda.org
Dengan dibaptis di muka umum Dia masuk dalam komunitas Yohanes, yang merupakan pendahuluan dari karya Mesianis yang lebih agung. Terlebih lagi, ini merupakan cara Dia menyatakan diri kepada Yohanes Pembaptis, dan kepada orang banyak. Yohanes adalah pendahulu Sang Mesias, dan secara khusus dia sesuai untuk secara pribadi melayani pentahbisan Yesus kepada pekerjaan-Nya sebagai Mesias, dan menegaskannya di awal karir-Nya di depan umum.
Sumber: www.sabda.org
Dalam Lukas 7:37, Apakah Yesus Menikah?
Pertanyaan:
Lukas 7:37 menceritakan tentang Maria Magdalena yang membawa buli-buli pualam berisi minyak wangi, lalu meminyaki rambut Yesus. Hal ini tampak seperti pernikahan bangsawan Yahudi. Sebenarnya ini adalah perbuatan pihak gereja untuk menutupi fakta sejarah bahwa sesungguhnya Nabi Isa (Yesus) menikah.
Jawaban:
Dalam Lukas 7:37-38 tertulis "Di kota itu ada seorang perempuan yang terkenal sebagai seorang berdosa. Ketika perempuan itu mendengar, bahwa Yesus sedang makan di rumah orang Farisi itu, datanglah ia membawa sebuah buli-buli pualam berisi minyak wangi. Sambil menangis ia pergi berdiri di belakang Yesus dekat kaki-Nya, lalu membasahi kaki-Nya itu dengan air matanya dan menyekanya dengan rambutnya, kemudian ia mencium kaki-Nya dan meminyakinya dengan minyak wangi itu."
1. Kisah tersebut, selain pada injil Lukas, juga tertulis pada Injil Matius 26:6-9, dan Markus 14:3-5. Dengan berpedoman pada prinsip 'dengan keterangan 2-3 saksi, maka suatu perkara sah'. Tidaklah ada pernyataan secara eksplisit pada ketiga Injil tersebut bahwa Yesus menikah.
2. Kalau kita lihat frase terakhir pada kalimat di Lukas 7:38 di atas, 'kemudian ia mencium kaki-Nya dan meminyakinya dengan minyak wangi itu'. Ada 2 kali tertulis kata 'nya'. Yang pertama adalah 'Nya' yang merujuk kepada Yesus. Sedangkan 'nya' kedua itu merujuk pada apa? Coba kita lihat pada terjemahan King James Version, Luke 7:38 "…… And she ardently kissed His feet and anointed them with the ointment". Jelas kiranya 'nya' yang kedua pada terjemahan KJV tersebut adalah 'them' yaitu merujuk kepada 'kaki' atau 'feet' (lihat kata feet adalah jamak). Jadi pada saat itu, Maria Magdalena selain meminyaki kepala Yesus, juga kaki-kaki-Nya, dengan kata lain seluruh tubuh Yesus diminyaki. Pernikahan Yahudi tidaklah meminyaki kaki, tetapi kepala. Terbukti bahwa saat itu Yesus tidak menikah dengan Maria Magdalena.
3. Pada Injil Matius 26:8-9 tertulis 'Melihat itu murid-murid gusar dan berkata: 'Untuk apa pemborosan ini? Sebab minyak itu dapat dijual dengan mahal dan uangnya dapat diberikan kepada orang-orang miskin'". Murid-murid Yesus kesal atas 'pemborosan' minyak wangi tersebut, mengingat harganya yang sangat mahal. Jika memang Yesus saat itu menikah, maka untuk apa murid-murid-Nya kesal atas 'pemborosan' tersebut. Jika Yesus menikah, maka pemakaian minyak wangi tersebut adalah wajar dan bukanlah 'pemborosan'. Jadi, ini karena Yesus memang tidak menikah saat itu.
Lukas 7:37 menceritakan tentang Maria Magdalena yang membawa buli-buli pualam berisi minyak wangi, lalu meminyaki rambut Yesus. Hal ini tampak seperti pernikahan bangsawan Yahudi. Sebenarnya ini adalah perbuatan pihak gereja untuk menutupi fakta sejarah bahwa sesungguhnya Nabi Isa (Yesus) menikah.
Jawaban:
Dalam Lukas 7:37-38 tertulis "Di kota itu ada seorang perempuan yang terkenal sebagai seorang berdosa. Ketika perempuan itu mendengar, bahwa Yesus sedang makan di rumah orang Farisi itu, datanglah ia membawa sebuah buli-buli pualam berisi minyak wangi. Sambil menangis ia pergi berdiri di belakang Yesus dekat kaki-Nya, lalu membasahi kaki-Nya itu dengan air matanya dan menyekanya dengan rambutnya, kemudian ia mencium kaki-Nya dan meminyakinya dengan minyak wangi itu."
1. Kisah tersebut, selain pada injil Lukas, juga tertulis pada Injil Matius 26:6-9, dan Markus 14:3-5. Dengan berpedoman pada prinsip 'dengan keterangan 2-3 saksi, maka suatu perkara sah'. Tidaklah ada pernyataan secara eksplisit pada ketiga Injil tersebut bahwa Yesus menikah.
2. Kalau kita lihat frase terakhir pada kalimat di Lukas 7:38 di atas, 'kemudian ia mencium kaki-Nya dan meminyakinya dengan minyak wangi itu'. Ada 2 kali tertulis kata 'nya'. Yang pertama adalah 'Nya' yang merujuk kepada Yesus. Sedangkan 'nya' kedua itu merujuk pada apa? Coba kita lihat pada terjemahan King James Version, Luke 7:38 "…… And she ardently kissed His feet and anointed them with the ointment". Jelas kiranya 'nya' yang kedua pada terjemahan KJV tersebut adalah 'them' yaitu merujuk kepada 'kaki' atau 'feet' (lihat kata feet adalah jamak). Jadi pada saat itu, Maria Magdalena selain meminyaki kepala Yesus, juga kaki-kaki-Nya, dengan kata lain seluruh tubuh Yesus diminyaki. Pernikahan Yahudi tidaklah meminyaki kaki, tetapi kepala. Terbukti bahwa saat itu Yesus tidak menikah dengan Maria Magdalena.
3. Pada Injil Matius 26:8-9 tertulis 'Melihat itu murid-murid gusar dan berkata: 'Untuk apa pemborosan ini? Sebab minyak itu dapat dijual dengan mahal dan uangnya dapat diberikan kepada orang-orang miskin'". Murid-murid Yesus kesal atas 'pemborosan' minyak wangi tersebut, mengingat harganya yang sangat mahal. Jika memang Yesus saat itu menikah, maka untuk apa murid-murid-Nya kesal atas 'pemborosan' tersebut. Jika Yesus menikah, maka pemakaian minyak wangi tersebut adalah wajar dan bukanlah 'pemborosan'. Jadi, ini karena Yesus memang tidak menikah saat itu.
Sabtu, 29 Desember 2012
Yesus adalah Tuhan Hari Kiamat
Yohanes 8: 56 "Abraham bapakmu bersukacita bahwa ia akan melihat hari-Ku".
Ungkapan "hari-Ku" menunjuk kepada ungkapan "Hari Tuhan" yang merujuk pada hari Kiamat, jadi disini Yesus menyamakan diri-Nya dengan Allah. Maka jelaslah, Yesus Kristus berkata bahwa Dia adalah penggenapan pengharapan Abraham.
Bilamanakah Abraham bergembira akan hal seperti itu? Kegembiraan Abraham ialah: janji bahwa semua penduduk dunia akan diberkati melalui benihnya (bandingkan Roma 4 dan Galatia 3). Ini telah digenapi kesempurnaannya dalam Kristus.
Ungkapan "hari-Ku" menunjuk kepada ungkapan "Hari Tuhan" yang merujuk pada hari Kiamat, jadi disini Yesus menyamakan diri-Nya dengan Allah. Maka jelaslah, Yesus Kristus berkata bahwa Dia adalah penggenapan pengharapan Abraham.
Bilamanakah Abraham bergembira akan hal seperti itu? Kegembiraan Abraham ialah: janji bahwa semua penduduk dunia akan diberkati melalui benihnya (bandingkan Roma 4 dan Galatia 3). Ini telah digenapi kesempurnaannya dalam Kristus.
Yesus Ada Sebelum Alam Semesta Dijadikan
Yesus ada sebelum alam semesta.
* Yesus ada lebih dulu dari segala sesuatu
Kolose 1:17 "Ia ada terlebih dahulu dari segala sesuatu dan segala sesuatu ada di dalam Dia."
* Yesus ada sebelum Abraham
* Yesus adalah Yg Awal & Yg Akhir
* Yesus ada sebelum dunia dijadikan
Dari uraian di atas, jelas Yesus adalah Tuhan, dan Dia ada sebelum alam semesta dijadikan.
* Yesus ada lebih dulu dari segala sesuatu
Kolose 1:17 "Ia ada terlebih dahulu dari segala sesuatu dan segala sesuatu ada di dalam Dia."
* Yesus ada sebelum Abraham
Yohanes 8:58 LAI TB, Kata Yesus kepada mereka: 'Aku berkata kepadamu, sesungguhnya sebelum Abraham jadi, Aku telah ada.'
Frase 'Aku telah ada' menunjukkan bahwa Yesus itu tidak terikat oleh waktu
* Yesus adalah Yg Awal & Yg Akhir
Wahyu 22:13 "Aku adalah Alfa dan Omega, Yang Pertama dan Yang Terkemudian, Yang Awal dan Yang Akhir. "
Siapakah Yg Awal & Yg Akhir? Tidak lain adalah Tuhan sendiri.
Yesaya 44:6 "Beginilah firman TUHAN, Raja dan Penebus Israel, TUHAN semesta alam: " Akulah yang terdahulu dan Akulah yang terkemudian; tidak ada Allah selain dari pada- Ku. "
* Yesus ada sebelum dunia dijadikan
Yohanes 17:24 "Ya Bapa, Aku mau supaya, di manapun Aku berada, mereka juga berada bersama- sama dengan Aku, mereka yang telah Engkau berikan kepada- Ku, agar mereka memandang kemuliaan- Ku yang telah Engkau berikan kepada- Ku, sebab Engkau telah mengasihi Aku sebelum dunia dijadikan."
1 Petrus 1:20 "Ia telah dipilih sebelum dunia dijadikan, tetapi karena kamu baru menyatakan diri- Nya pada zaman akhir. "
Dari uraian di atas, jelas Yesus adalah Tuhan, dan Dia ada sebelum alam semesta dijadikan.
Yesus Datang utk Israel atau Semua Bangsa?
Yesus memang datang pertama utk bangsa Israel (pilihan Allah), tetapi, karena mereka menolak, maka keselamatan menjadi milik semua bangsa.
Yg dimaksud oleh Yesus 'yg kamu baca dalam Kitab Suci', yaitu seperti terdapat dalam Mazmur 118:22 "Batu yang dibuang oleh tukang- tukang bangunan telah menjadi batu penjuru. "
Demikianlah, tentang penolakan Israel tsb telah dinubuatkan jauh sebelum Yesus lahir.
Matius 21:42 'Kata Yesus kepada mereka: " Belum pernahkah kamu baca dalam Kitab Suci: Batu yang dibuang oleh tukang- tukang bangunan telah menjadi batu penjuru: hal itu terjadi dari pihak Tuhan, suatu perbuatan ajaib di mata kita.
43 Sebab itu, Aku berkata kepadamu, bahwa Kerajaan Allah akan diambil dari padamu dan akan diberikan kepada suatu bangsa yang akan menghasilkan buah Kerajaan itu. '
Yg dimaksud oleh Yesus 'yg kamu baca dalam Kitab Suci', yaitu seperti terdapat dalam Mazmur 118:22 "Batu yang dibuang oleh tukang- tukang bangunan telah menjadi batu penjuru. "
Demikianlah, tentang penolakan Israel tsb telah dinubuatkan jauh sebelum Yesus lahir.
Jumat, 28 Desember 2012
Mengapa Yesus memposisikan diri-Nya sebagai utusan?
Markus 9:37 " Barangsiapa menyambut seorang anak seperti ini dalam nama- Ku, ia menyambut Aku. Dan barangsiapa menyambut Aku, bukan Aku yang disambutnya, tetapi Dia yang mengutus Aku. "
Mengapa Yesus memposisikan diri-Nya sebagai utusan? Yaitu karena Yesus ingin membedakan diriNya dengan si iblis (malaikat yang jatuh).
Iblis adalah malaikat2 yang jatuh karena memberontak karena tidak mau menjadi hamba dari Allah. Dengan kata lain iblis jatuh karena sombong. Iblis telah meninggikan dirinya sendiri melebihi Allah.
Bahkan iblis dengan sombong mencobai Tuhan Yesus untuk menyembah kepada dia. Iblis sendiri mengakui bahwa Yesus adalah Tuhan (Anak Allah).
Lukas 4:3 Lalu berkatalah Iblis kepada- Nya: " Jika Engkau Anak Allah, suruhlah batu ini menjadi roti. "
Demikian juga Yudas Iskariot telah 'mengangkat tumitnya' terhadap Yesus, artinya Yudas meninggikan dirinya terhadap Tuhan Yesus dengan cara memberontak terhadap Dia.
Maka Tuhan Yesus memperingatkan para murid2Nya supaya jangan pernah ingin meninggikan diri sehingga jatuh seperti iblis.
Tapi hendaklah merendahkan diri dengan menjadi hamba/utusan2Nya, yaitu dengan meninggikan Tuhan Yesus Kristus.
Karena hanya dengan cara memiliki seorang Tuan Yang Benar, maka manusia bisa merendahkan diri dan menjadi hamba/utusan2 kebenaran.
Maka Tuhan Yesus turun ke dunia supaya domba2 mempunyai Gembala, yaitu umat Allah mempunyai Tuhan/Penguasa, sehingga mereka tidak tersesat dalam kebebasan.
Barangsiapa yang tidak menjadi hamba/utusan dari Kristus, mereka adalah manusia2 yang tersesat dan menjadi tuan atas dirinya sendiri.
Senin, 24 Desember 2012
Apakah Tuhan Kristen Demikian Lemahnya Sehingga Bisa Mati?
Ia menjadi lemah supaya umat tebusannya menjadi kuat. Karena, Yesuslah yg menanggung kelemahan umat tebusannya.
Yg bodoh (dan lemah) dari Allah jauh lebih kuat dari yg kuat (dan pintar) di dunia.
Yg bodoh (dan lemah) dari Allah jauh lebih kuat dari yg kuat (dan pintar) di dunia.
1 Korintus1:18 "Sebab pemberitaan tentang salib memang adalah kebodohan bagi mereka yang akan binasa, tetapi bagi kita yang diselamatkan pemberitaan itu adalah kekuatan Allah.
19 Karena ada tertulis: " Aku akan membinasakan hikmat orang- orang berhikmat dan kearifan orang- orang bijak akan Kulenyapkan. "
20 Di manakah orang yang berhikmat? Di manakah ahli Taurat? Di manakah pembantah dari dunia ini? Bukankah Allah telah membuat hikmat dunia ini menjadi kebodohan?
21 Oleh karena dunia, dalam hikmat Allah, tidak mengenal Allah oleh hikmatnya, maka Allah berkenan menyelamatkan mereka yang percaya oleh kebodohan pemberitaan Injil.
22 Orang- orang Yahudi (=israel) menghendaki tanda dan orang- orang Yunani (=nonKristen) mencari hikmat,
23 tetapi kami memberitakan Kristus yang disalibkan: untuk orang- orang Yahudi suatu batu sandungan dan untuk orang- orang bukan Yahudi suatu kebodohan,
24 tetapi untuk mereka yang dipanggil, baik orang Yahudi, maupun orang bukan Yahudi, Kristus adalah kekuatan Allah dan hikmat Allah.
25 Sebab yang bodoh dari Allah lebih besar hikmatnya dari pada manusia dan yang lemah dari Allah lebih kuat dari pada manusia."
Kalau Yesus itu Tuhan, Mengapa Yesus Memanggil2 Tuhan Saat Disalib?
"Kira-kira jam tiga berserulah Yesus dengan suara nyaring: "Eli, Eli, lama sabakhtani?" Artinya: Allah-Ku, Allah- Ku, mengapa Engkau meninggalkanAku?" (Matius 27:46).
Hal ini berhubungan dengan konsep Trinitas. Tritunggal/Trinitas adalah konsep Ilahi dimana Allah itu Esa tetapi memiliki 3 peranan, yaitu Bapa, Anak, dan Roh Kudus, yaitu yang disebut Tuhan Yesus Kristus.
Hal ini bisa dianalogikan sederhana dengan air yang memiliki 3 wujud, dan manusia yg terdiri dari tubuh, jiwa, dan roh.
Contoh yg paling jelas yg mirip dengan kejadian di atas adalah sbb:
Mengapa Yesus dan Bapa terpisah? Karena merupakan oknum yg berbeda, tetapi satu. Mengapa Allah Kristen sulit dimengerti? Karena, kalau gampang dimengerti, di mana letak ajaibnya Allah?
Hal ini berhubungan dengan konsep Trinitas. Tritunggal/Trinitas adalah konsep Ilahi dimana Allah itu Esa tetapi memiliki 3 peranan, yaitu Bapa, Anak, dan Roh Kudus, yaitu yang disebut Tuhan Yesus Kristus.
Hal ini bisa dianalogikan sederhana dengan air yang memiliki 3 wujud, dan manusia yg terdiri dari tubuh, jiwa, dan roh.
Contoh yg paling jelas yg mirip dengan kejadian di atas adalah sbb:
Matius 3:16 "Sesudah dibaptis, Yesus segera keluar dari air dan pada waktu itu juga langit terbuka dan Ia melihat Roh Allah seperti burung merpati turun ke atas- Nya,
17 lalu terdengarlah suara dari sorga yang mengatakan: " Inilah Anak- Ku yang Kukasihi, kepada- Nyalah Aku berkenan. "
Mengapa Yesus dan Bapa terpisah? Karena merupakan oknum yg berbeda, tetapi satu. Mengapa Allah Kristen sulit dimengerti? Karena, kalau gampang dimengerti, di mana letak ajaibnya Allah?
Nubuatan di Perjanjian Lama tentang Kedatangan Yesus sebagai Mesias
Nubuat-nubuat dalam Perjanjian Lama mengenai Mesias secara unik tergenapi dalam diri Yesus Kristus. Ada ratusan nubuat mengenai hal ini, sehingga kemungkinan bahwa nubuat tersebut digenapi secara kebetulan pada satu orang biasa sangatlah bertentangan dengan hukum probabilitas.Beberapa dari nubuat tersebut sangatlah sulit digenapi, seolah-olah tidak dapat dipenuhi oleh seorang pun yang hidup setelah abad pertama Masehi.
Sebagai contoh, Yakub mengatakan, dalam Keluaran 49:10, "Tongkat kerajaan tidak akan beranjak dari Yehuda, ataupun lambang pemerintahan dari antara kakinya, sampai Shiloh datang." Nama "Shiloh" adalah gelar untuk Mesias, dan nubuat menyatakan bahwa suku Yehuda akan tetap menjadi pemimpin bangsa di Israel, secara khusus menghasilkan raja-raja mereka, sampai Mesias datang. Nubuat sudah digenapi sebelum kehancuran Yehuda dan Yerusalem pada tahun 70 Masehi, ketika semua tongkat kerajaan telah meninggalkan Yehuda.
Janji juga diberikan kepada Raja Daud bahwa Mesias akan datang sebagai salah satu keturunannya, sebagai Raja abadi, seperti dikatakan Tuhan, "Dialah yang akan mendirikan rumah bagi nama-Ku dan aku akan mengokohkan tahta kerajaannya untuk selama-lamanya" (II Samuel 7:13). Yesaya mengatakan, "Suatu tunas akan keluar dari tunggul Isai (yaitu ayah Daud), dan taruk yang akan tumbuh dari pangkalnya akan berbuah" (Yesaya 11:1). Ini adalah nama yang lain lagi untuk Mesias, dan menunjukkan bahwa, bahkan setelah pohon keluarga Isai terputus, masih ada satu cabang (taruk) yang tumbuh dari tunggulnya. Ternyata cabang terakhir yang muncul dari silsilah ini akhirnya terbukti merupakan Mesias terjanji!
Ini digenapi secara unik dalam diri Yesus. Ayah angkatnya, Yosef, adalah keturunan Daud dan karenanya mempunyai hak atas tahta (Matius 1:1-16). Ibunya, Maria, juga keturunan Daud, seperti dijelaskan dalam silsilah dalam Lukas 3:23-31. Tetapi sejak masa Yesus, tampaknya tidak mungkin untuk dapat merunut silsilah resmi atau biologis tahta Daud, karena semua catatan silsilah akan segera dihancurkan setelahnya.
Nubuat yang lebih menusuk terdapat dalam Daniel 9:24-27. Dalam ayat itu Daniel menyatakan secara eksplisit bahwa Mesias akan datang 69 "sabat" (yaitu, 69 tahun sabat - atau total 483 tahun) setelah dekrit yang diberikan untuk membangun kembali Yerusalem, yang saat itu tinggal reruntuhan setelah Nebukadnezar, raja Babilonia, menghancurkannya.
Dekrit semacam itu diberikan kemudian oleh kaisar Persia. Walaupun tanggal yang pasti dari dekrit itu tidak diketahui dengan jelas, tanggal terakhir dari nubuat pasti suatu waktu dalam abad pertama Masehi. Sesungguhnya, hal itu pasti terjadi sebelum penghancuran kota dan Bait Allah oleh Romawi pada tahun 70 Masehi, sebab nubuat mengatakan secara eksplisit: "Setelah keenam puluh dua kali tujuh masa itu akan disingkirkan seorang Mesias, padahal tidak ada salahnya apa-apa; maka datanglah rakyat seorang raja memusnahkan kota dan tempat kudus itu" (Daniel 9:26). Bukan saja Mesias pasti datang sebelum pemusnahan kota ini, tetapi juga disebutkan bahwa Dia "disingkirkan", ditolak atau dibunuh, sebelum pemusnahan itu.
Sangat jelas bahwa tidak ada orang lain selain Yesus yang dapat menggenapi semua nubuat itu. Nubuat-nubuat tersebut jelas tidak memungkinkan Mesias di masa mendatang, kecuali bahwa harapan itu akan dipenuhi pada kedatangan kembali Kristus.
Dan kemudian, tentu saja, masih ada ratusan nubuat yang lain, semuanya tergenapi dalam diri Yesus Kristus: kelahiran-Nya dari seorang perawan (Yesaya 7:14); kelahiran-Nya di Betlehem (Mikha 5:2); kematian-Nya yang dikorbankan (Yesaya 53:5); penyaliban-Nya (Mazmur 22:14-18); kebangkitan badan-Nya (Mazmur 16:10); dan banyak lainnya. Semua itu bersatu dalam kesaksian mereka bahwa "Yesus adalah Kristus, Putra Allah" (Yohanes 20:31).
Kemungkinan bahwa ratusan prediksi yang begitu rinci, masing-masing saling tidak berhubungan, dapat tergenapi secara bersamaan dalam diri satu orang, amat sangat tidak mungkin terjadi, terutama dari pandangan mukjizat alami yang menyertai banyak di antaranya (yaitu, kelahiran dari seorang perawan, kebangkitan, dll.). Tidak ada kesimpulan yang rasional yang mungkin kecuali bahwa Yesus adalah semua yang dikatakan-Nya - Mesias, Penebus, Tuhan dan Allah.
Sumber: http://christiananswers.net
Sebagai contoh, Yakub mengatakan, dalam Keluaran 49:10, "Tongkat kerajaan tidak akan beranjak dari Yehuda, ataupun lambang pemerintahan dari antara kakinya, sampai Shiloh datang." Nama "Shiloh" adalah gelar untuk Mesias, dan nubuat menyatakan bahwa suku Yehuda akan tetap menjadi pemimpin bangsa di Israel, secara khusus menghasilkan raja-raja mereka, sampai Mesias datang. Nubuat sudah digenapi sebelum kehancuran Yehuda dan Yerusalem pada tahun 70 Masehi, ketika semua tongkat kerajaan telah meninggalkan Yehuda.
Janji juga diberikan kepada Raja Daud bahwa Mesias akan datang sebagai salah satu keturunannya, sebagai Raja abadi, seperti dikatakan Tuhan, "Dialah yang akan mendirikan rumah bagi nama-Ku dan aku akan mengokohkan tahta kerajaannya untuk selama-lamanya" (II Samuel 7:13). Yesaya mengatakan, "Suatu tunas akan keluar dari tunggul Isai (yaitu ayah Daud), dan taruk yang akan tumbuh dari pangkalnya akan berbuah" (Yesaya 11:1). Ini adalah nama yang lain lagi untuk Mesias, dan menunjukkan bahwa, bahkan setelah pohon keluarga Isai terputus, masih ada satu cabang (taruk) yang tumbuh dari tunggulnya. Ternyata cabang terakhir yang muncul dari silsilah ini akhirnya terbukti merupakan Mesias terjanji!
Ini digenapi secara unik dalam diri Yesus. Ayah angkatnya, Yosef, adalah keturunan Daud dan karenanya mempunyai hak atas tahta (Matius 1:1-16). Ibunya, Maria, juga keturunan Daud, seperti dijelaskan dalam silsilah dalam Lukas 3:23-31. Tetapi sejak masa Yesus, tampaknya tidak mungkin untuk dapat merunut silsilah resmi atau biologis tahta Daud, karena semua catatan silsilah akan segera dihancurkan setelahnya.
Nubuat yang lebih menusuk terdapat dalam Daniel 9:24-27. Dalam ayat itu Daniel menyatakan secara eksplisit bahwa Mesias akan datang 69 "sabat" (yaitu, 69 tahun sabat - atau total 483 tahun) setelah dekrit yang diberikan untuk membangun kembali Yerusalem, yang saat itu tinggal reruntuhan setelah Nebukadnezar, raja Babilonia, menghancurkannya.
Dekrit semacam itu diberikan kemudian oleh kaisar Persia. Walaupun tanggal yang pasti dari dekrit itu tidak diketahui dengan jelas, tanggal terakhir dari nubuat pasti suatu waktu dalam abad pertama Masehi. Sesungguhnya, hal itu pasti terjadi sebelum penghancuran kota dan Bait Allah oleh Romawi pada tahun 70 Masehi, sebab nubuat mengatakan secara eksplisit: "Setelah keenam puluh dua kali tujuh masa itu akan disingkirkan seorang Mesias, padahal tidak ada salahnya apa-apa; maka datanglah rakyat seorang raja memusnahkan kota dan tempat kudus itu" (Daniel 9:26). Bukan saja Mesias pasti datang sebelum pemusnahan kota ini, tetapi juga disebutkan bahwa Dia "disingkirkan", ditolak atau dibunuh, sebelum pemusnahan itu.
Sangat jelas bahwa tidak ada orang lain selain Yesus yang dapat menggenapi semua nubuat itu. Nubuat-nubuat tersebut jelas tidak memungkinkan Mesias di masa mendatang, kecuali bahwa harapan itu akan dipenuhi pada kedatangan kembali Kristus.
Dan kemudian, tentu saja, masih ada ratusan nubuat yang lain, semuanya tergenapi dalam diri Yesus Kristus: kelahiran-Nya dari seorang perawan (Yesaya 7:14); kelahiran-Nya di Betlehem (Mikha 5:2); kematian-Nya yang dikorbankan (Yesaya 53:5); penyaliban-Nya (Mazmur 22:14-18); kebangkitan badan-Nya (Mazmur 16:10); dan banyak lainnya. Semua itu bersatu dalam kesaksian mereka bahwa "Yesus adalah Kristus, Putra Allah" (Yohanes 20:31).
Kemungkinan bahwa ratusan prediksi yang begitu rinci, masing-masing saling tidak berhubungan, dapat tergenapi secara bersamaan dalam diri satu orang, amat sangat tidak mungkin terjadi, terutama dari pandangan mukjizat alami yang menyertai banyak di antaranya (yaitu, kelahiran dari seorang perawan, kebangkitan, dll.). Tidak ada kesimpulan yang rasional yang mungkin kecuali bahwa Yesus adalah semua yang dikatakan-Nya - Mesias, Penebus, Tuhan dan Allah.
Sumber: http://christiananswers.net
Langganan:
Postingan (Atom)